Selasa, 08 Oktober 2019

Mukena Putriku Yang Berwarna Cerah


Sejak kecil, aku sudah membiasakan putriku untuk selalu mengenakan kerudung saat pergi keluar rumah. Dan Alhamdulillah, di usianya yang ke 12, dia sudah Istiqomah mengenakannya saat pergi keluar rumah. Pun demikian dengan mukena. Dia sudah aku belikan mukena sejak masih balita. Setiap aku mengerjakan shalat lima waktu, dia selalu aku ajak shalat bersama disampingku dengan memakai mukena.

Sebelum bisa menjahit, aku selalu membeli mukena untuk putriku. Ada yang membeli di pasar dan di toko busana muslim. Kalau menurutku, harganya lumayan mahal. Disamping itu, saat putriku masih balita, aku juga belum mempunyai gadget. Sehingga aku tidak bisa membuka google maupun you tube untuk mencari tutorial membuat mukena anak.

Dan Alhamdulillah, di zaman yang serba canggih ini segala macam ilmu pengetahuan bisa aku pelajari. Setelah mengetahui dasar-dasar menjahit baju, aku mulai sibuk belajar di internet tentang cara membuat mukena anak. Banyak sekali tutorial di dalam internet. Aku memilih model mukena yang sederhana saja dan sesuai dengan kemampuan ku menjahit.

Berikut aku ringkas, cara menjahit mukena.

Langkah-langkah menjahit Mukena nya :

1. Setelah membuat pola mukena seperti mukena dasar, Mukena ini tidak menggunakan visor.
2. Tali kepala: lipat kain menjadi 2, gabungkan, jahit kampuhnya. Balik, hingga membentuk selongsong. Tindas kedua sisi tali ban dengan jarak 2 cm sepanjang tali kepala. Masukkan elastik. Jahit ujung tali kepala melalui ketebalan elastik, tarik ujung elastik ke ujung Iainnya, jahit kuat agar tidak lepas.
3. Lipat 2 tali kepala. Letakkan tengah-tengah tali kepala di titik A mukena. Jahit sampai dengan titik E (11 cm dari titik A) di kedua bagian kiri dan kanan. Sambungkan kedua tali kepala, jahit kuat agar tidak terlepas. Letakkan ujung segi tiga “gusset” pada batas dagu. Jelujur kedua sisinya pada sisi-sisi lubang muka.
4. Lipat lapis kepala, letakkan bagian tengahnya pada A, lalu jahit kampuhnya di sekeliling lubang muka. Balik jahitan, gabung kampuh sisa lapis kepala. Tindas lapis kepala di bagian dalam. Kelim dan jahit sekeliling lapisan kepala hingga menempel pada bagian atas mukena.
5. Jahit variasi kerutan di bagian bawah mukena, obras agar rapi. Tindas bagian luar mukena.
6. Rok: buat pola dasar rok. Jahit kampuh B–D. Lipat A–E dan B–D ke dalam, kelim selebar 2.5 cm. Tindas sekelilingnya, sisakan 3 cm untuk memasukkan karet elastik. Masukkan karet elastik, satukan kedua ujungnya, jahit kuat. Jahit lubang dan tindas sekeliling bagian tengah karet elastik sambil tarik (hasil jahitan akan berkerut dengan sendirinya). Jahit variasi kerutan rok di bagian bawah rok, obras, tindas di bagian luar rok.

Untuk warna mukena, putriku menyenangi warna pink dan kuning. Aku memilihkannya warna dasar pink dengan bunga kuning. Warnanya segar banget. Sengaja aku tidak memilih corak hewan maupun tumbuhan karena  mengidentifikasikan bahwa itu ciptaan Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Aku menghindari gambar makhluk bernyawa. Corak bunga-bunga adalah yang pilihann yang paling pas buat putriku. Tujuanku membuatkan mukena untuk putriku tidak lain supaya dia menjadi anak yang shalehah, tidak meninggalkan shalat lima waktu dan berbakti pada kedua orangtuanya. Aamiin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar