QUALITY CONTROL (QC) PADA PENJAHITAN/SEWING:
a) Warna benang
b) Hasil jahitan (tidak mengkeret/puckering)
c) Aksesories
d) Mean label
e) Ukuran sesuai dengan standar (berdasarkan worksheet)
QUALITY CONTROL (QC) PADA FINISHING PENGENDALIAN MUTU
proses finishing meliputi :
a) Seterika/ironing
b) Pengecekan hasil pakaian setelah diseterika
c) Pengelompokkan pakaian
d) Packing sesuai dengan worksheet
Adapun urutan prosedur pemeriksaan pada proses finishing adalah :
a) Memeriksa pakaian jadi yang sudah selesai di jahit/sewing.
b) Cek style, jahitan dan ukuran
c) Cek hasil seterika (apabila ditemukan cacat maka pakaian akan diperbaiki).
d) Memberi tanda yang akan diperbaiki
e) Memastikan tidak ada jahitan yang salah sebelum dikemas apik.
f) Cek packing sesuai dengan worksheet
Berkaitan dengan jahitan pada pakaian, berikut beberapa kriteria atau syarat yang perlu kita ketahui tentang kualitas busana yang bagus sesuai standar butik.
Kualitas Jahitan Baju
Sumber : http://www.aliexpress.com/
Pakaian yang berkualitas baik umumnya dijahit menggunakan stik kecil. Semakin kecil stik yang digunakan maka jahitan semakin rapat dan halus jahitannnya (1 cm berisi 4 – 6 stik).
Obrasan pada tepi pakaian memiliki tampilan dan bentuk yang rapi, tidak mengkerut, warna benang obras sesuai warna bahan kain.
Rollsome rapi, kecil, halus tidak mengkerut, warna benang rollsome serasi dengan warna bahan kain.
Jahitan pakaian tidak loncat, tidak renggang, halus serta sesuai dengan bentuk tubuh, tidak datar.
Menggunakan material yang berkualitas tinggi, baik untuk bahan kain, benang, resleting, viselin, renda, maupun pelengkap pakaian lainnya.
Mengikuti standar pola Internasional untuk wanita. Lebar badan muka ditambah 1 cm dari lebar belakang. Kerung lengan depan lebih masuk 1 cm dari belakang (jahitan lengan maju 1 cm dari jahitan samping badan). Kampuh (sisa jahitan dalam minimal 2 cm).
Bagian yang tampak dari luar seperti resleting, kerah dan lubang kancing harus dikerjakan degan hati-hati sehingga bentuknya terkesan lebih bagus, halus dan benar.
Untuk kain yang bermotif seperti kain batik, potongan motifnya harus bertemu.
Bagian kerah pakaian biasanya dilengkapi dengan bahan pelapis seperti viseline atau staplex kecuali kerah rebah dan frill.
Penyelesaian pada bagian bawah gamis dan keliman baju atau lengan dikerjakan dengan cara di “sum” atau tidak dijahit.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar