Kamis, 03 Oktober 2019

BUKAN BUBUR BIASA

ASore itu aku lagi duduk-duduk manis di kursi teras depan rumah. Sejenak kemudian ada sesosok ibu muda datang bertamu sambil membawa satu plastik besar yang berisi beberapa tumpukan stereofom.  Ibu itu memberikannya satu buah untukku sambil berucap : "Alhamdulillah, putri saya sudah lulus UN. Ini wujud rasa syukur saya".
Tak lama kemudian, saya segera membuka buburnya.

Ternyata bubur itu warnanya hijau segar. Tidak halus teksturnya. Jadi seperti bubur sengkolo yang dari Jawa. Warnanya yang hijau segar, membuat penampilannya makin terlihat menarik. Tidak itu saja. Aroma daun pandan nya semakin menggoda untuk segera menikmati bubur itu. Rasanya enak, manis dan gurih. Ada kuah (cuko) dari gula merah.

Karena penasaran dengan bubur itu, saya beranikan diri untuk bertanya kepada ibu mertua saya. Menurut cerita dari beliau, bubur itu dibuat jika ada anggota keluarga yang sukses dalam ujian, pekerjaan, pokoknya sukses dalam kehidupan ini. Tradisi mengirim bubur berwarna hijau ke tetangga ini hanya ada di kabupaten Bangkalan Madura Jatim. Bubur ini diberi nama bubur kesuksesan. Entah dari mana asal nama tersebut dan siapa yang memberi nama tersebut. Yang jelas, nama bubur kesuksesan itu sudah populer di kalangan masyarakat Bangkalan.

Setelah sekian hari, barulah ide  untuk mencoba membuat sendiri bubur tersebut mulai muncul. Tanpa berpikir panjang, aku bergegas bertanya secara detail kepada ibu mertua tentang bahan-bahan dan cara membuatnya. Setelah kucatat resepnya, aku  segera belanja ke toko. Bahan-bahannya mudah di dapat di toko-toko terdekat. Hanya beras, sedikit santan dan gula merah. Untuk pewarna hijau, aku menggunakan bahan yang alami yaitu campuran antara beberapa lembar daun Suji dan daun pandan. Tinggal dicuci bersih, kemudian dipotong kecil-kecil, dimasukkan blender dan diberi air. Setelah itu disaring airnya. Jadilah pewarna hijau yang fresh dan alami. 

Alhamdulillah, usahaku tidak sia-sia. Berkat ketelatenanku mengaduk bubur dan mengikuti tahap demi tahap dalam memasaknya, akhirnya jadilah bubur kesuksesan yang tidak mengecewakan. Dan yang jelas tidak gosong, rasanya pun enak. Senang sekali rasanya. Aku memang tidak banyak menggunakan santan. Meski begitu, rasanya tetap enak. Air gula merahnya sangat cocok bersanding dengan bubur hijau tersebut. Jangan lupa ya, jika kita sukses
dalam hal sekecil apapun, jangan lupa untuk tetap bersyukur. Satu lagi. Makanlah banyak-banyak bubur kesuksesan.

Sekian.
Foto menyusul😁

Tidak ada komentar:

Posting Komentar