Kamis, 31 Oktober 2019

HIKMAH

3.    Halusinasi

Di saat masa orientasi sudah hampir selesai. Ada seorang cowok berwajah ganteng yang naksir sama Lina. Semula Lina hanya menaggapinya biasa-biasa saja. Mereka berdua akhirnya dekat  disebabkan karena berada dalam satu kelas. Tetapi sayangnya, ibunya Lina kurang menyukai Cowoknya Lina tersebut. Terbukti, baru di awal masa sekolah, Cecep begitu nama cowoknya Lina tersebut, sudah sering mombolos sekolah.

Meskipun sudah mempunyai teman dekat yang baik kepadanya, Lina masih saja belum bisa melupakan teman-teman se geng-nya. Kesedihan yang terus menumpuk membuat Lina semakin terpuruk. Ia sering melamun baik di sekolah maupun di rumah. Ayah dan ibunya tidak bisa berbuat apa-apa. Tetapi terus melakukan pendekatan kepada Lina. Belum dua minggu belajar di bangku SMA, Lina rupanya sudah tidak mempunyai semangat berangkat ke sekolah.

Di sekolah, Lina tidak bisa fokus dan belajar dengan baik. Nilai-nilai ulangannya anjlok secara drastis. Bapak walikelas Lina yaitu Bapak Tarno Adi Wasono atau biasa dipanggil dengan sebutan pak Tarno merasa was-was dengan nilai-nilai ualangan-nya Lina. Kekecewaan demi kekecewaan yang dialami oleh Lina, akhirnya membuat Lina menjadi down. Lina menderita stres ringan yang disebut dengan istilah halusinasi. 

Lina akhirnya harus menjalani perawatan secara intensif di RSJ. Beruntunglah ibunya belum terlambat membawanya ke dokter psikiater. Jadi keadaan Lina belumlah parah dan masih bisa ditangani. Lina merasa gelisah di dalam kamar perawatan tersebut. Ia menghiba memohon kepada ibunya agar diperbolehkan pulang. Keadaan Lina menjadi tenang dan tertidur setelah mendapat suntikan penenang dari dokter. 

Besok paginya keadaan Lina sudah lebih baik. Ibunya mengajak Lina jalan-jalan berkeliling rumah sakit. Saat melewati sebuah ruangan besar, pandangan Lina tertuju dengan aktifitas di dalam ruangan tersebut. Banyak pasien penyakit jiwa yang masih dalam perawatan dan tidak begitu parah diberikan bekal ketrampian membuat bunga.

Hampir setengah jam Lina dan ibunya berdiri di luar ruangan tersebut. Ibunya setia menemani Lina, putri kesayangan-nya itu. Selama dalam masa perawatan, Lina diberikan beberapa obat yang harus diminumnya. Ada juga obat penenang agar hati Lina menjadi tenang, tidak gelisah dan suka melamun. Terkadang halusinasi yang dialami oleh Lina bisa membuatnya suka tersenyum  atau tertawa sendiri. Penyebabnya seolah-olah ia seperti ada kejadian lucu di dalam pikirannya yang membuatnya tersenyum maupun tertawa.

Sudah hampir tiga minggu lamanya Lina dirawat di rumah sakit. Dokter Psikiater Lina yaitu dr. Mawardi, akhirnya memperbolehkan Lina pulang. Dokter Mawardi bahkan berkata kepada Ibunya Lina bahwa kesembuhan Lina ini adalah suatu keajaiban. Lina sembuh dari stres setelah dirawat selama tiga minggu. Ibunya merasa bersyukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Bahkan beliau sempat berpikir, andai ia tidak segera membawa Lina ke dokter ahli jiwa tersebut, pastilah keadaan Lina tidaklah seperti sekarang ini, yang sudah sembuh total dari stres-nya. Lina bisa saja sudah menjadi orang gila. Naudzubillahi , begitulah gumam si ibu.

Rabu, 30 Oktober 2019

HIKMAH

2.    Menjadi Anak SMA

Ujian akhir SMP sudah berlalu. Lina merasa bersedih. SMA favorit yang dicita-citakan sejak masih SMP kandas ditengah jalan. Yang membuatnya semakin terpuruk adalah semua anggota geng-nya masuk SMA favorit. Meskipun teman-teman se geng-nya sudah menghiburnya tetapi tetap saja Lina tidak bisa menerima kenyataan bahwa ia harus berpisah dengan teman-teman-nya tersebut.

Hari berganti hari, liburan sekolah telah usai. Lina harus masuk ke sekolah SMA negeri yang bukan diidam-idamkan-nya. Sekolah yang terletak di pinggiran kota dan ditempuh dengan naik angkutan umum. Seminggu masa orientasi sekolah, tak membuat hati Lina melunak. Ia masih menyesali kenapa ia dahulu tidak belajar mati-matian agar bisa masuk SMA favorit. Teman-teman se geng-nya begitu beruntung karena saat UNBK mendapatkan contekan jawaban dari anak yang pintar. Posisi tempat duduk Lina pada saat ujian dahulu memang tidak menguntungkan. Ia berada dideretan anak-anak yang malas belajar.

Di rumah, Lina sering menangis di kamarnya. Ibunya selalu mendekati-nya dan berbicara dari hati ke hati kepadanya. Tidaklah mudah membesarkan hati putri-nya yang sudah terlanjur patah tersebut. Ibu mana yang tidak bersedih ketika melihat putrinya berlinang air mata. Guru Matematika-nya Lina ketika SMP sempat menawarkan kepada Lina untuk masuk ke SMA favorit tersebut.

Pak Deden, begitulah biasa ia dipanggil, berpendapat bahwa ini kesempatan karena masih masa orientasi. Jadi pastilah tidak ada yang curiga jika Lina masuk ke SMA favoritnya sekarang. Beberapa hari Lina termenung memikirkan tawaran pak Deden. Hati kecilnya masih ragu-ragu antara menerima dan menolaknya. Ia berpikir bahwa ini bukan jalan yang terbaik. Kalau toh ia akhirnya bisa pindah ke SMA favoritnya, itu bukan karena kemampuannya sendiri. Alasan itulah yang akhirnya membuat Lina mengambil keputusan untuk menolak tawaran dari pak Deden. 

Pak Deden sempat kecewa dengan keputusan Lina. Lina berusaha tegar menjalankan keputusannya. Di Sekolah, masa orientasi masih berjalan. Lina yang berwajah manis, banyak juga mendapat perhatian dari kakak kelasnya. Ada satu orang cowok bernama Krisna sempat bertandang ke rumah Lina. Tetapi Lina hanya menanggapinya sebagai teman biasa saja. Lain dengan Krisna yang begitu menaruh perhatian yang besar kepada Lina.

 

Selasa, 29 Oktober 2019

HIKMAH

1.    Geng Yang Kreatif

Marlina adalah gadis remaja berusia 15 tahun. Dia seorang pelajar SMP kelas 9. Perangainya lincah, humoris, supel dan ramah kepada semua temannya. Tidak heran jika Lina, panggilan dia ketika di sekolah, mempunyai banyak teman. Di kelas 9, Lina mempunyai geng  teman akrab yang diberi nama Geng Kreatif. Anggota geng-nya ada 6 orang, diantaranya bernama Lea, Kety, Wina, Rini, Ening, Sisi.

Lina sendiri anak orang berkecukupan. Ayahnya seorang pegawai Pemda. Sedangkan ibunya adalah guru SMP. Lina anak pertama dari 3 bersaudara. Wajah Lina sangat manis dengan kulit sawo matang. Ibunya kadang mengeluhkan pertemanan Lina dengan teman-teman segeng-nya tersebut. Karena tidak semuanya berperilaku baik. Wina misalnya. Penampilannya sangat arogan. Karena itu, ibunya Lina kurang suka pada Wina.

Tetapi kebetulan hanya Wina saja yang paling akrab dengan Lina. Meski arogan, tetapi buat Lina, Wina adalah teman yang baik. Jika ia kesulitan dengan PR nya, Winalah yang selama ini menjadi tempatnya mencari solusi. Mereka berdua sangat akrab ketika di sekolah. Hanya saja ketika duduk di kelas, Lina lebih memilih duduk bersama Lea. Lea ini gadis berkulit putih dan berambut sasak. Tetapi Lea ini sedikit pendiam.

Suatu saat Lea ini jatuh cinta pada seorang cowok bernama Dude anak kelas sebelah. Dude seorang cowok kece dan berkulit putih. Sayang sekali Dude tidak mempunyai perasaan apa-apa kepada Lea. Berbeda dengan Lea yang selalu mencuri-curi pandang kepada Dude jika jam istirahat. Sebagai teman sebangkunya Lea, Lina selalu menyarankan kepada Lea agar memilih cowok lain saja yang lebih mencintai Lea. Tetapi rupanya Lea tetap bersikukuh menunggu Dude.

Saat UNBK sudah semakin dekat, Lina dan Lea sekarang lebih fokus kepada pelajaran. Pada hari Minggu, geng kreatif yang terdiri dari 7 orang tersebut, berkumpul bareng di rumahnya Lea. Mereka belajar Bersama. Pelajaran yang paling membuat geng ini pusing tujuh keliling adalah matematika. Hanya si Kety saja yang nilainya lumayan bagus. Kety memang anak yang cerdas. Meskipun pernah absen selama satu bulan ke sekolah, tetapi nilainya masih tetap bagus dan menjadi juara.

Senin, 28 Oktober 2019

Bekal Yang Membawa Berkah

Putriku sekarang adalah seorang pelajar kelas 6 SD. Saya sebenarnya sudah membiasakannya agar sarapan dahulu sebelum berangkat ke sekolah. Tetapi sayangnya putri saya tidak sempat sarapan di rumah. Sebagai pengganti sarapan, saya bawakan dia bekal supaya dimakannya saat istirahat tiba.

Bekal menu sehat bergizi selalu saya upayakan. Tetapi putri saya favoritnya hanya makan mie goreng instan dan lauk sozis goreng saja. Menu tersebut dijamin akan dimakannya lahap.  Sebagai ganti sayuran, saya memberikan buah-buahan musiman seperti mangga, pisang, alpokat, anggur, jeruk dll.

Biasanya malam hari saat putri saya belajar, sekalian menemaninya belajar, saya menanyakan tentang menu bekal untuk esok hari. Jika saya bisa memasaknya dan tidak ribet dalam menyiapkannya, maka keinginan dari putri saya mendapat lampu hijau dari saya. Jika belum mempunyai  bahan masakan, biasanya saya belanja di tukang sayur di pagi hari. 

Di dekat rumah saya, ada penjual sayur yang selalu pagi sekali sudah buka. Berbagai macam sayur mayur, buah-buahan serta lauk pauk seperti ikan, ayam dan daging tersedia. Harganya menurut saya agak mahal tetapi saya berpikir praktis saja agar bisa segera saya masak. Jika ingin belanja dalam jumlah besar, barulah disaat akhir pekan ke pasar besar atau pasar induk.

Saat menu permintaan putri saya sudah selesai saya masak. Biasanya saya tata dengan cantik di kotak bekal putri saya. Ada nasi, lauk nya dan buah. Rasanya senang sekali bisa membuat menu bekal buat putri saya. Dengan masak sendiri, tentunya lebih bersih dan sehat. Apabila anak jajan sembarangan, belum tentu bahan-bahannya menggunakan bahan yang berkualitas baik. Semangat memasak bekal untuk anak.

Minggu, 27 Oktober 2019

Menjahit Mukena Anak

Langkah-langkah menjahit Mukena nya :


1. Setelah membuat pola mukena seperti mukena dasar, Mukena ini tidak menggunakan visor.
2. Tali kepala: lipat kain menjadi 2, gabungkan, jahit kampuhnya. Balik, hingga membentuk selongsong. Tindas kedua sisi tali ban dengan jarak 2 cm sepanjang tali kepala. Masukkan elastik. Jahit ujung tali kepala melalui ketebalan elastik, tarik ujung elastik ke ujung Iainnya, jahit kuat agar tidak lepas.
3. Lipat 2 tali kepala. Letakkan tengah-tengah tali kepala di titik A mukena. Jahit sampai dengan titik E (11 cm dari titik A) di kedua bagian kiri dan kanan. Sambungkan kedua tali kepala, jahit kuat agar tidak terlepas. Letakkan ujung segi tiga “gusset” pada batas dagu. Jelujur kedua sisinya pada sisi-sisi lubang muka.
4. Lipat lapis kepala, letakkan bagian tengahnya pada A, lalu jahit kampuhnya di sekeliling lubang muka. Balik jahitan, gabung kampuh sisa lapis kepala. Tindas lapis kepala di bagian dalam. Kelim dan jahit sekeliling lapisan kepala hingga menempel pada bagian atas mukena.
5. Jahit variasi kerutan di bagian bawah mukena, obras agar rapi. Tindas bagian luar mukena.
6. Rok: buat pola dasar rok. Jahit kampuh B–D. Lipat A–E dan B–D ke dalam, kelim selebar 2.5 cm. Tindas sekelilingnya, sisakan 3 cm untuk memasukkan karet elastik. Masukkan karet elastik, satukan kedua ujungnya, jahit kuat. Jahit lubang dan tindas sekeliling bagian tengah karet elastik sambil tarik (hasil jahitan akan berkerut dengan sendirinya). Jahit variasi kerutan rok di bagian bawah rok, obras, tindas di bagian luar rok.

Sabtu, 26 Oktober 2019

Trik Saat Menjahit Daster

Mulai menjahit. 


Aku mengikuti garis jahitan sesuai petunjuk di pola. Biasanya bagian sisi badan yang dijahit terlebih dahulu. Balik kain hingga bagian dalam ke arah luar dan lipat 0,5 cm di kedua sisinya, aku gunakan setrika supaya lipatan rata. Kemudian aku menggunakan tusuk zig-zag/biku untuk menyambung bagian depan dan belakang, lalu tusuk rata untuk mengunci jahitan pada badan daster. Tusuk rata akan meratakan kain di sepanjang jahitan dan menambah tampilan yang lebih profesional.


Aku mengikuti semua petunjuk pada pola untuk menjahit bagian-bagian daster yang lain.

Karena pola memandu aku untuk menjahit bagian lain terlebih dahulu selain bagian sisi badan, aku ikuti saja.

3
Aku menjahit bagian leher. Untuk garis leher sederhana, aku lipat 0,5 cm kain di sepanjang sisi leher dan aku setrika hingga rata. Aku menggunakan tusuk lurus di sepanjang garis leher untuk mengelim supaya tidak berjumbai. Aku juga dapat mengatur rendah-tingginya garis leher dengan mengukur jarak dari pinggang ke arah garis leher yang diinginkan, lalu potong dan jahit bagian leher menurut ukuran tersebut.

4
Aku Kelim pada bagian bawah. Lipat 0,5 cm kain di bagian bawah dan menyetrika hingga rata. Jika bisa, pinggiran kain sebaiknya diobras agar tidak berserabut. Kemudian aku menggunakan tusuk lurus untuk menjahit keliman. Sampai  pada bagian bawah gaun sudah rapi.

5
Aku beri sentuhan akhir. Jika mau, aku  tambahkan ritsleting pada sisi atau sebagai bukaan. Anda juga dapat menambahkan renda, kerut, lis, atau manik-manik untuk memberi aksen. 

Jumat, 25 Oktober 2019

Menjadi Ibu Di Zaman Sekarang

Mengukur profesionalisme saya sebagai  individu, istri, dan ibu seharusnya melalui kacamata Suami dan Anak bukan melalui kacamata sendiri. Memang,  menjadi perempuan tidak harus dituntut untuk sempurna dalam segala hal. Karena tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini. 

Tapi setidaknya saya harus mengerti indikator-indikator apa saja sih yang membuat saya menjadi profesional dan membuat mereka (Suami dan Anak saya) menjadi bahagia  serta bangga dengan peran saya saat ini. Sepatutnyalah saya memberanikan diri untuk bertanya secara langsung kepada mereka. Kepada Suami, saya bertanya, Bagaimana sih Istri yang menjadi dambaannya selama ini? Harus seperti apakah?...  Apakah menginginkan, rumah itu harus selalu rapi dan bersih setiap hari? Atau rumah berantakan nggak apa-apa asal anak keurus setiap hari? Tapi tidak seperti itu ternyata. Bukan itu indikatornya. 

Kepada Anak saya yang akan menginjak 10 tahun,  saya rasa sudah cukup mengerti untuk ditanya seperti apakah sih Ibu yang dia inginkan dari saya? Apakah harus sering marah-marah dan ngomel-ngomel setiap hari? Heehehe.....  yang pasti tidak seperti itu ya. Ini memang membutuhkan pendekatan dengan anak seperti sahabat. Dengan begitu, anak akan terbuka dengan saya, seperti ngobrol asyik gitu deh; sehingga saya bisa mengerti ibu seperti apa sih yang dia diharapkan, dia butuhkan dari saya. 

Dan pada akhirnya, keluarga yang berhak menilai profesionalitas dan peran saya sekarang. Ini akan menjadi acuan dalam membuat NiceHomewok yang diberikan oleh IIP yakni membuat CHECKLIST INDIKATOR PROFESIONALISME PEREMPUAN. Sehingga saya bisa mengerti, apa saja kelebihan dan kekurangan saya selama ini. Dan saya sudah siap untuk memperbaiki diri saya yang dirasa masih kurang pas di mata Suami dan Anak saya ☺ Saya berharap semoga Checklist yang saya buat ini, bisa konsisten saya jalankan. Aamiin.

Kamis, 24 Oktober 2019

Memilih Bahan Kain Untuk Mukena

Untuk memulai membuat mukena, aku harus memilih kain yang cocok untuk dibuat mukena. Alhamdulillah aku sudah menemukan corak dan warna kain yang akan aku pergunakan untuk membuat mukena couple ibu♡anak.

Karena anak meminta request warna pink, jadinya aku memilih corak bunga-bunga yang dasarnya pink. Mudah-mudahan anak ku suka dengan coraknya. Kain ini memang sudah aku cuci sebelumnya. Jadi tinggal dipotong saja sesuai pola. 

Kemarin, saat aku menunggui anak yang sedang les bahasa Inggris, aku menggambar model mukena yang akan aku buat. Meskipun, aku tidak bagus-bagus amat soal menggambar, yang terpenting aku bisa menterjemahkan hasil desainku sendiri.

Kain katun adalah kain yang bagus untuk bahan mukena. Karena selain sifatnya yang adem jika dikenakan, kain katun itu bisa menyerap keringat. Mukena dipakai lima kali bahkan lebih dalam sehari. Maka pemilihan bahan yang berkualitas harus diperhatikan.

Harga kain katun di pasaran sangat terjangkau. Aku biasanya memilih kain katun lokal saja. Harga kain katun lokal lebih murah jika dibandingkan dengan kain katun Jepang. Coraknya pun lumayan bagus. Tidak kalah dengan motif kain katun Jepang. 

Aku merasa bersyukur bisa menjahit mukena sendiri. Karena bisa menghemat pengeluaran. Kelebihan dari mukena yang aku buat sendiri ini adalah bahwa ukurannya bisa aku sesuaikan dengan postur tubuhku yang tinggi besar. Mukena yang aku buat biasanya berukuran jumbo. Karena selama ini aku kurang nyaman saat memakai mukena yang di buat orang lain. Biasanya masalahnya pada kurang panjang ukuran roknya sehingga kalau aku lagi melakukan ruku' saat shalat, kakiku sedikit terlihat. Buatku ini bisa mengurangi kekhusyukan dalam beribadah.



Rabu, 23 Oktober 2019

Mbokde Gelung

Mbokde Gelung

Di lereng gunung Rinjani, terdapat kampung Dadapan. Di bawah bukit tersebut hiduplah sepasang suami istri yakni pakde Gagap dan mbokde  Gelung. Ibunya pakde Gagap juga tinggal di rumah itu. Umurnya hampir 70 tahun. Di perkampungan kecil ini selalu terlihat ramai dikala pagi hari. Banyak kepala keluarga membawa pikulan berisi jerigen besar menuju lereng bukit demi mendapatkan air bersih. Di kampung ini memang jarang terdapat air bersih. Sehingga mereka harus menuju lereng bukit untuk mendapatkan air bersih tersebut. Air bersih digunakan untuk kebutuhan hidup sehari-hari seperti memasak, minum dan mandi. 

Mbokde Gelung mempunyai 3 orang anak yang masih kecil-kecil. Karena selalu menggelung rambutnya baik di rumah maupun di luar rumah, akhirnya julukan Mbokde Gelung disematkan oleh warga sekitar untuknya. Pakde Gagap kalau berbicara memang agak sulit sehingga wargapun memanggilnya dengan sebutan tersebut. Konon, Pakde Gagap sudah mengalami kesulitan berbicara sejak kecil. Namun pasangan suami istri ini selalu hidup rukun, damai dan tenteram. Pakde Gagap bekerja sebagai buruh tani di kampung tersebut. Sedangkan Mbokde Gelung yang cekatan dan rajin bekerja selalu dimintai bantuan para warga sekitar yang membutuhkan tenaganya. Mbokde Gelung orang yang supel, ceria dan kalau berbicara selalu tidak bisa distop. Bentuk badannya yang subur, kulitnya yang hitam serta pipinya yang tembem, membuat orang yang memandangnya mempunyai kesan yang lucu terhadap  Mbokde Gelung.

Sebagai ibu yang baik, Mbokde Gelung tak pernah meninggalkan kewajibannya untuk merawat ketiga anaknya. Setiap hari sebelum bekerja di tempat orang, Mbokde Gelung selalu mengantar dan menjemput anaknya yang  sekolah di TK, selalu menyuapi anak-anaknya dan memandikan mereka semua. Itulah kehidupan sederhana dari keluarga Pakde Gagap dan Mbokde Gelung yang selalu bersyukur dengan apa yang sudah diberikan oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala Kepada mereka.

Penghasilan pakde Gagap yang pas-pasan sebagai buruh tani, membuat mbokde Gelung membanting tulang sebagai buruh cuci baju dan cuci piring. Beruntunglah, mbokde Gelung ini postur tubuhnya tinggi besar dan kuat dalam bekerja. Keunikan inilah yang menjadikan mbokde Gelung selalu dicari-cari oleh tetangga sekitar yang memerlukan tenaganya.  Melihat istrinya bekerja tanpa kenal lelah, kadang membuat terenyuh hati pakde Gelung. Dengan sigapnya, pakde Gagap naik ke pohon kelapa di belakang rumah mereka untuk mengambil beberapa kelapa yang sudah tua berikut daunnya.  Pakde Gagap sangat telaten saat membuang daun kelapa satu persatu dan mengumpulkan lidinya. Setelah terkumpul, dibuatlah sapu lidi. Kadang bisa menghasilkan 3 sampai 4 buah sapu lidi. Kemudian siap dijualnya ke tetangga sekitar. Kalau kelapa, biasanya pakde Gagap menjualnya ke pasar dekat rumah. Hasilnya lumayan untuk menambah biaya hidup sehari-hari.

Mbokde Gelung ini orangnya cekatan dalam merawat orang tua. Mertua perempuan yang tinggal seatap dengannya selalu diperhatikan semua kebutuhannya. Mulai dari menyiapkan makannya, menyucikan bajunya, menyeterikanya dll. Semua itu dilakukan mbokde Gelung dengan senang hati tanpa banyak mengeluh. Dia selalu sabar menghadapi mertuanya yang sedikit cerewet tersebut. Mbokde Gelung melakukan semua pekerjaannya dengan ikhlas.

Pada suatu hari, sepupunya mbokde Gelung yang bernama Maimunah datang dari Malaysia. Dia bekerja sebagai TKW dan sukses. Terbukti dia mempekerjakan beberapa orang untuk mengurus kebunnya. Tetapi karena Maimunah ada di Malaysia, sehingga dia tidak bisa mengawasinya dari dekat. Sepertinya, karyawan yang biasa dia percaya sudah mulai gencar membohonginya. Terbukti hasil penjualan buah salak, sawo, kedondong dan durian selalu menurun. Akhirnya Maimunah memecat semua karyawannya. Dia lebih mempercayai mbokde Gelung sebagai pengelolanya. Akhirnya, sebelum berangkat lagi ke Malaysia, Maimunah menyerahkan kebunnya untuk dirawat oleh mbokde Gelung dan suaminya. Penjualan dari hasil kebunnya, dibagi dua yaitu separuh untuk Maimunah dan separuhnya lagi untuk mbokde Gelung.

Semenjak mengelola kebun milik sepupunya, keadaan ekonomi mbokde Gelung sedikit mengalami peningkatan. Mbokde Gelung bisa membeli kalung dan gelang emas. Dua anak perempuannya juga dibelikan gelang emas. Saat hari raya Idul Fitri, mereka semua yaitu keluarga mbokde Gelung, bisa mengenakan baju baru. Mertua perempuan nya, juga dibelikan kerudung panjang warna coklat kesenangannya. Mbokde Gelung merasa bersyukur. Semua ini berkat kebaikan dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Mbokde Gelung tidak pernah meninggalkan shalat fardhu lima waktu. Meskipun lagi bekerja di tempat orang, jika datang waktu shalat, dia tidak segan untuk pulang ke rumah sebentar dan mengerjakan shalat.

Karena mengurus kebun tidak setiap hari dilakukan oleh mbokde Gelung dan pakde Gagap, jadi mereka masih bisa bekerja serabutan. Pakde Gagap, kadang juga diminta membersihkan kandang sapi dan kerbau oleh keluarganya. Upahnya, diberikan kepada mbokde Gelung. Pun demikian dengan mbokde Gelung yang selalu bekerja dari rumah ke rumah dengan menggunakan sepeda pancal yang sudah usang demi bisa menyekolahkan anaknya sampai di perguruan tinggi. Hasil pendapatan dari buruh cuci, sebagian ditabungnya.

Mbokde Gelung orang yang hemat dan sederhana. Terbukti dengan makanan sehari-hari mereka hanya sayur bening saja dan lauknya tempe tahu. Jarang sekali mereka bermewah-mewah dalam hal makanan. Kebetulan ketiga anak mbokde Gelung bisa menerima keadaan orangtuanya yang sangat pas-pasan. Mereka semua juga rajin membantu pekerjaan mbokde Gelung di rumah. 2 putrinya mendapat tugas membantu mencuci piring dan memasak. Sedangkan anak bungsunya yang lelaki hanya menyapu halaman rumah saja karena masih kecil. Keluarga ini selalu bahagia dengan yang mereka punya.

Tidak terasa waktu berlalu begitu cepat. Ketiga anak mbokde Gelung dan pakde Gagap sudah beranjak dewasa. Alhamdulillah dua anak perempuannya sudah menjadi sarjana. Anak perempuan pertamanya menjadi sarjana pertanian. Sedangkan anak perempuan keduanya menjadi guru bahasa Inggris. Hanya anak bungsunya yang laki-laki ini yang masih kuliah di fakultas   teknik mesin. Di masa tuanya, mbokde Gelung dan pakde Gagap berbahagia melihat ketiga anak mereka bisa menjadi orang yang berpendidikan tinggi. Semua itu berkat kegigihan dan usaha keras yang dilakukan oleh sepasang suami istri ini. Rumah yang mereka tinggali kini bukan lagi rumah gedek yang dindingnya terbuat dari anyaman bambu tetapi mereka sekarang sudah bisa membangun rumah dengan dinding bata.

Kedua putri mbokde Gelung yang sudah bekerja pun, tidak lupa juga selalu memberikan uang kepada kedua orangtuanya. Meski jumlahnya tidak seberapa, tetapi buat mbokde Gelung, kedua putrinya ini dinilai sangat berbakti kepadanya. Anak bungsunya juga sering mengantarnya ke pasar dan membawakan barang hasil belanjaannya. Mbokde Gelung dan pakde Gagap merasa bersyukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala karena sudah diberikan anak-anak yang sholeh dan sholeha. Mereka selalu berdoa agar ketiga anaknya tersebut nantinya akan sukses di dunia dan di akhirat.

#TantanganPekanTujuh_odop

Selasa, 22 Oktober 2019

Merawat Kain

PENYETRIKAAN SEMUA KAIN

Setelah kain kering, biasanya akan kusut oleh karena itu perlu dilakukan penyetrikaan. Melakukan penyetrikaan pada kain harus sesuai dengan jenis kainnya. 


Penyetrikaan kain sebelum menjahit, yang mana hal ini diharapkan bisa membantu kita menyempurnakan pekerjaan menjahit busana. Dalam pekerjaan menjahit, setahu-ku, tidak ada metode yang benar-benar baku dalam menjahit baju. Semuanya tergantung pada kemampuan dan kreatifitas kita.

Jika kita telah lama menjadi penjahit, maka kita pastinya tahu bahwa ada berbagai macam jenis kain yang dijual di pasaran. Kebanyakan penjahit akan melewatkan proses penyetrikaan kain sebelum melakukan pekerjaan menjahit dan baru menyetrika setelah busana sudah selesai dijahit. Menurut-ku, hal ini keliru, karena menurut pengalaman-ku pribadi, jika kita baru menyetrika busana ketika sudah selesai dijahit biasanya hasil busana yang kita buat masih kurang baik. Sehingga perlu di-ubah sesuai disana-sini, ditarik/di-strechting, dan lain-lain. Dan, menurut-ku hasilnya jadi kurang sempurna.

Berbagai macam kain, memerlukan cara penyetrikaan yang berbeda. Berikut adalah cara penyetrikaan pada berbagai macam kain agar nantinya bisa menghasilkan busana dengan hasil dan penampilan sesuai harapan kita.

> Kain katun dan linen.

Untuk penyetrikaan kain katun dan linen bisa menggunakan setrika uap dengan setelan temperatur tinggi yang disesuaikan dengan ketebalan kain. Semprot sedikit dengan air secara merata. Pastikan yang disetrika adalah bagian buruk kain, untuk menghindari kilapan saat selesai disetrika. 


Setrika dengan setelan temperatur sedang, dan gunakan kain pelapis yang dilembabkan.

> Kain Rayon.

Setrika dengan setelan temperatur sedang, dan gunakan kain pelapis. Selalu setrika pada bagian buruk kain.

Kita harus bisa mencari cara sendiri untuk menyetrika. Kita bisa mencoba pada potongan kain yang akan kita jahit, dan menentukan setelan temperatur mana yang cocok, baru kita terapkan penyetrikaan pada kain yang akan dibuat busana.


Senin, 21 Oktober 2019

Belajar Berhemat

MENGURANGI GAYA HIDUP “KONSUMTIF” bagian 1


Di zaman sekarang ini banyak sekali godaan-godaan untuk membeli segala sesuatu. Segala bentuk fasilitas yang memberikan kemudahan untuk berbelanja membuat manusia mempunyai hobby shopping. Di era saat ini shopping tak lagi secara nyata (offline) tetapi bisa melalui online. Bahkan ada beberapa toko online yg mengadakan promo dan discount yang gila-gilaan untuk menarik perhatian masyarakat.


Kalau kita nggak kuat iman, pasti akan menghabiskan uang dengan percuma. Untuk itu kita harus pandai-pandai memanage uang kita. Yang penting, ingat masa depan saja. Kita harus mempersiapkan uang kita dalam bentuk tabungan untuk masa depan anak kita juga. 


Opini diatas sepertinya simple saja tapi kalau coba kita renungkan bisa membuat kita berpikir beberapa kali untuk menghabiskan uang kita dengan membeli sesuatu yang tidak kita perlukan.


Ibaratnya sebuah pohon, aku adalah pohonnya sedangkan anakku adalah buahnya. Memang benar apa kata pepatah jawa yang mengatakan bahwa buah   jatuh tidak jauh dari pohonnya. Ada anggapan bahwa perilaku anak tidak akan berbeda jauh dari orang tuanya. Tingkah laku orang tua seringkali dianggap selalu diturunkan pada anak-anaknya. 


Fiori sering mengamati saat aku belanja di toko. Misalnya saja,saat aku membeli buku discount-nan di Trans Mart Kediri kemarin, aku membeli 5 buah buku sekaligus. Yaaa, bisa dibilang itu pemborosan besar-besaran. Fiori bahkan sempat memprotesku kalau buku-buku koleksiku di rumah, sudah penuh di rak. Sampai malu aku dibuatnya. 


Buku discount-nan yang aku beli ada di gambar di bawah ini :


Ini buku semua total harganya 90 ribu.


Aku sempat kena semprot ibuku. Kenapa beli buku parenting lagi. Paling-paling juga nggak dibaca begitu kata ibuku. Ekspresiku hanya cengar-cengir saja sambil berjanji di dalam hati semoga buku-buku yang aku beli ini barokah dan membawa manfaat. Dan tentunya bisa selesai aku baca semua. Aamiin.


Ecobrick

Pada awalnya sebelum kenal dengan kelas Zerowaste, aku see selalu mengumpulkan tas kresek bekas belanja sebanyak-banyaknya. Karena menurut pemikiranku saat itu, tas kresek masih bisa digunakan untuk tempat sampah. Sehingga kresek yang banyaknya hampir sekarung ukuran sedang itu selalu terpakai setiap hari sebanyak satu atau dua buah. tergantung seberapa banyak aku memasak hari itu.

Namun, dari hari-kehari jumlah tas kresek ku tidaklah berkurang tetapi terus bertambah. Setelah aku merenung, ternyata jumlah yang terus bertambah itu dikarekan aku yang setiap hari saat belanja di pasar dengan senang hati menerima tas kresek sebagai wadahnya. Akhirnya aku baru menyadari, akibat kesalahanku, sampah plastik ku jadi banyak.

Hari berganti hari, pada suatu ketika aku mengikuti kulwap tentang pembuatan ecobrick. Mendengar namanya saja masih terasa asing bagiku. Semakin lama belajar tentang zerowaste, pikiranku makin terbuka. Ikhtiar mengurangi sampah dan menolak tas kresek mulai aku pertimbangkan. Aku cinta bumi ini. Maka aku akan merawatnya dengan baik.

Aku mulai berpikir untuk recycle barang-barangku yang ada di rumah. Hal pertama yang akan aku lakukan adalah memotong kecil-kecil plastik yang sudah  terlanjur ada di rumah. Aku akan mencoba membuat ecobrick sendiri. Memang sulit jika harus mengurangi sampah plastik sama sekali. Plastik akan selalu ada di rumahku meski jumlahnya sedikit. Karena jika membeli sayur yang keliling, semua sudah terkemas dalam plastik bening. Tetapi semua itu bisa saya tekan.

Aku sadar. Kendala dan kesulitan pasti akan selalu ada. Tetapi aku harus komitmen demi generasi penerus. Kendala yang paling menantang adalah ada pada diri sendiri. Komitmen dan niat yang kuat inilah sebenarnya kuncinya. Jangan pernah menyerah jika mengalami cobaan. Yakinlah bahwa di balik kesulitan itu akan ada kemudahan.

Sabtu, 19 Oktober 2019

Memulai Hidup Sehat



Tantangan dalam berkonmari kali ini adalah memilih lemari yang bisa mendukung konmari dan sudah Spark Joy. Tapi dibalik tantangan kali ini, ternyata membuat aku jadi banyak ide yang muncul. Sehingga membuat aku jadi kreatif.

Pada awalnya,  jarak sekat di dalam lemari di atas terlalu tinggi, sehingga kurang nyaman kalau untuk menyimpan pakaian yang dilipat ala konmari. 

Untuk lebih memudahkan dalam berkonmari, aku mempunyai ide untuk membuat sekat tambahan dalam masing-masing ruangan di dalam lemari supaya jarak antar sekat tidak terlalu tinggi.

Untuk mewujudkan ideku itu, aku memanggil tukang kayu. Suamiku setuju karena dia merasa kurang mampu menggergaji kayu ataupun triplek. 

Aku menyuruh pak tukang kayu untuk membuat  sekat lemari dengan sekat tambahan dari kayu triplek yang cukup tebal sehingga bisa kuat / kokoh kalau dijadikan tempat menyimpan baju-baju.

Untuk yang bagian gantungan baju, tidak aku beri sekat karena untuk menggantung baju-baju tebal seperti jaket,  pakaian yang tipis dan gampang kusut. Pekerjaan ini memakan waktu sehari.

Ketika lemari tersebut sudah selesai diberi tambahan sekat pada semua bagian lemari, aku merasa senang dan puas. Aku merasa bisa lebih maksimal dalam menyimpan baju-baju yang dilipat ala konmari.

Lemari itu sudah lama aku taruh di teras rumah karena berjamur dan lapuk. Aku memanggil tukang kayu untuk memperbaiki lemari tersebut. Akhirnya Belakang lemari itu dilapisi dengan seng agar kuat dan tidak lembab. Dan beberapa sekat lemari yang rapuh, aku ganti dengan sekat kayu triplek yang kokoh. Didalam lemari, aku cat semua dengan cat kayu. Pekerjaan ini selesai dalam waktu sehari. Alhamdulillah, jadilah lemari ini sekarang menjadi lemari Spark Joy. Dan ditempatkan di dalam kamar lagi.

Lemari itu khusus untuk menggantung pakaian yang tebal seperti jas, jaket  serta pakaian yang tipis dan gampang kusut yang tidak bisa dilipat ala konmari. Lemari itu menjadi lemari gantung yang spark joy.




Jumat, 18 Oktober 2019

Kain

Rabu, 6 Juni 2018


Bismillah...


Dyah Rati Ikasari

Kelompok 5



PENYETRIKAAN SEMUA KAIN

Setelah kain kering, biasanya akan kusut oleh karena itu perlu dilakukan penyetrikaan. Melakukan penyetrikaan pada kain harus sesuai dengan jenis kainnya. 


Penyetrikaan kain sebelum menjahit, yang mana hal ini diharapkan bisa membantu kita menyempurnakan pekerjaan menjahit busana. Dalam pekerjaan menjahit, setahu-ku, tidak ada metode yang benar-benar baku dalam menjahit baju. Semuanya tergantung pada kemampuan dan kreatifitas kita.

Jika kita telah lama menjadi penjahit, maka kita pastinya tahu bahwa ada berbagai macam jenis kain yang dijual di pasaran. Kebanyakan penjahit akan melewatkan proses penyetrikaan kain sebelum melakukan pekerjaan menjahit dan baru menyetrika setelah busana sudah selesai dijahit. Menurut-ku, hal ini keliru, karena menurut pengalaman-ku pribadi, jika kita baru menyetrika busana ketika sudah selesai dijahit biasanya hasil busana yang kita buat masih kurang baik. Sehingga perlu di-ubah sesuai disana-sini, ditarik/di-strechting, dan lain-lain. Dan, menurut-ku hasilnya jadi kurang sempurna.

Berbagai macam kain, memerlukan cara penyetrikaan yang berbeda. Berikut adalah cara penyetrikaan pada berbagai macam kain agar nantinya bisa menghasilkan busana dengan hasil dan penampilan sesuai harapan kita.

> Kain katun dan linen.

Untuk penyetrikaan kain katun dan linen bisa menggunakan setrika uap dengan setelan temperatur tinggi yang disesuaikan dengan ketebalan kain. Semprot sedikit dengan air secara merata. Pastikan yang disetrika adalah bagian buruk kain, untuk menghindari kilapan saat selesai disetrika. 


Setrika dengan setelan temperatur sedang, dan gunakan kain pelapis yang dilembabkan.

> Kain Rayon.

Setrika dengan setelan temperatur sedang, dan gunakan kain pelapis. Selalu setrika pada bagian buruk kain.

Kita harus bisa mencari cara sendiri untuk menyetrika. Kita bisa mencoba pada potongan kain yang akan kita jahit, dan menentukan setelan temperatur mana yang cocok, baru kita terapkan penyetrikaan pada kain yang akan dibuat busana.

Kamis, 17 Oktober 2019

Ceritaku Saat Ber-konmari Dulu



Tantangan dalam berkonmari kali ini adalah memilih lemari yang bisa mendukung konmari dan sudah Spark Joy. Tapi dibalik tantangan kali ini, ternyata membuat aku jadi banyak ide yang muncul. Sehingga membuat aku jadi kreatif.

Pada awalnya,  jarak sekat di dalam lemari di atas terlalu tinggi, sehingga kurang nyaman kalau untuk menyimpan pakaian yang dilipat ala konmari. 

Untuk lebih memudahkan dalam berkonmari, aku mempunyai ide untuk membuat sekat tambahan dalam masing-masing ruangan di dalam lemari supaya jarak antar sekat tidak terlalu tinggi.

Untuk mewujudkan ideku itu, aku memanggil tukang kayu. Suamiku setuju karena dia merasa kurang mampu menggergaji kayu ataupun triplek. 

Aku menyuruh pak tukang kayu untuk membuat  sekat lemari dengan sekat tambahan dari kayu triplek yang cukup tebal sehingga bisa kuat / kokoh kalau dijadikan tempat menyimpan baju-baju.

Untuk yang bagian gantungan baju, tidak aku beri sekat karena untuk menggantung baju-baju tebal seperti jaket,  pakaian yang tipis dan gampang kusut. Pekerjaan ini memakan waktu sehari.

Ketika lemari tersebut sudah selesai diberi tambahan sekat pada semua bagian lemari, aku merasa senang dan puas. Aku merasa bisa lebih maksimal dalam menyimpan baju-baju yang dilipat ala konmari.

Lemari itu sudah lama aku taruh di teras rumah karena berjamur dan lapuk. Aku memanggil tukang kayu untuk memperbaiki lemari tersebut. Akhirnya Belakang lemari itu dilapisi dengan seng agar kuat dan tidak lembab. Dan beberapa sekat lemari yang rapuh, aku ganti dengan sekat kayu triplek yang kokoh. Didalam lemari, aku cat semua dengan cat kayu. Pekerjaan ini selesai dalam waktu sehari. Alhamdulillah, jadilah lemari ini sekarang menjadi lemari Spark Joy. Dan ditempatkan di dalam kamar lagi.

Lemari itu khusus untuk menggantung pakaian yang tebal seperti jas, jaket  serta pakaian yang tipis dan gampang kusut yang tidak bisa dilipat ala konmari. Lemari itu menjadi lemari gantung yang spark joy.




Rabu, 16 Oktober 2019

Pesona Batik Madura di Bangkalan

Aku adalah seorang ibu rumah tangga dengan satu putri, bernama Fiori. Suami bekerja menjadi Dosen di UTM (Universitas Trunojoyo Madura). Domisiliku sekarang di Bangkalan Madura Jatim. Semenjak tinggal di Bangkalan, aku mulai mengenal budaya, tradisi, kuliner serta tempat wisata di pulau Madura khususnya di Bangkalan. Selain terkenal dengan karapan sapinya, ternyata Madura juga mempunyai ketrampilan yang turun-temurun berupa ketrampilan membatik.
Banyak sekali tempat wisata khususnya di daerah Bangkalan. Ada makam Syachona Cholil,  bukit jaddih,  pantai Siring kemuning, batik tulis tanjung bumi, batik tulis Burneh dll. 

Destinasi wisata pilihanku kali ini adalah wisata budaya dengan mengunjungi pusat kerajinan batik tulis di desa Burneh Bangkalan Madura. Kerajinan batik tulis  Madura telah dikenal oleh seluruh masyarakat Indonesia. Keanekaragaman motif serta  warna yang dimiliki batik tulis Madura mempunyai ciri khas tersendiri. Batik tulis sendiri tidak hanya diproduksi di kabupaten Bangkalan saja. Tetapi di tiga kabupaten lainnya   seperti Sampang, Pamekasan dan Sumenep. Kerajinan batik tulis ini banyak diminati oleh konsumen lokal maupun mancanegara. Sangat disayangkan jika tidak dilestarikan. Karena ini merupakan aset pendapatan paling besar juga di Madura. 

Obyek wisata ini tidak hanya memberikan sarana untuk belanja saja tetapi juga memberikan suatu pengetahuan tentang cara pembuatan batik tulis. Selain pengetahuan, tujuan destinasi wisata batik kali ini  adalah untuk mengenalkan, melestarikan dan mempertahankan kerajinan batik tulis di pulau Madura. Aku sengaja mengajak putriku supaya mengetahui tentang proses pembuatan batik tulis. Batik tulis ini sangat cocok dipakai untuk semua kalangan dari anak-anak, remaja dan orang dewasa. Banyak orang bilang, batik tulis Madura ini bisa  mengesankan kewibawaan saat dikenakan. Motif atau coraknya yang terkenal unik inilah, yang membuat pecinta batik selalu datang ke Madura untuk berburu batik tulis. Proses pembuatannya dikerjakan dengan cara tradisional yaitu menggunakan canting dan lilin malam sebagai alatnya. 

Pewarna batik yang digunakan adalah pewarna alami yang ramah lingkungan. Proses pembuatan batik tulis ini dikerjakan dengan sabar dan telaten oleh para pengrajin batik. Dikerjakan satu per satu. Sehingga antara kain batik satu dengan yang lainnya, tidaklah sama persis. Bisa dikatakan masing-masing lembaran kain batik adalah limited edition. Biasanya motif dan corak batik yang ada di Bangkalan, menggambarkan karakter masyarakat setempat. Warnanya selalu berani dan mencolok. Sangat  khas menggambarkan orang Madura yaitu warna menyolok, clurit dan sate.

Saat mengunjungi sebuah galeri batik di daerah Burneh, aku sempat berbincang dengan pemilik galeri tersebut. Pada dasarnya, pusat kerajinan batik tulis 
di Burneh Bangkalan ini ada sebuah kegiatan positif untuk mengisi liburan anak-anak sekolah maupun kegiatan untuk orang dewasa antara lain sbb : 
− Mengadakan pelatihan tentang proses pembuatan batik tulis. 
− Menyediakan kain polos  untuk membatik seperti kain prima elar, prima jempol dan primis poplin.
− Menyediakan canting dan lilin malam.
− Tempat yang nyaman dan tenang.

Tentu saja kegiatan ini sangat edukatif dan bermanfaat. Karena bertujuan untuk  Menyediakan suatu wadah yang dapat menampung aktifitas para 
pecinta batik, pengrajin batik maupun desainer batik dalam mewujudkan, menggelar,  mempromosikan  karya-karyanya kepada masyarakat luas dan  melestarikan budaya batik Madura agar tidak punah.

Ada beberapa galeri batik berada di sekitar kawasan sentra kerajinan batik di Burneh Bangkalan. Harga batik bervariasi mulai dari yang paling murah yaitu lima puluh ribu rupiah sampai yang jutaan harganya semua tersedia di jajaran sentra kerajinan batik tulis di Burneh Bangkalan. Lokasinya sangat mudah ditempuh. Apalagi sekarang sudah ada jembatan Suramadu yang menghubungkan antara pulau Madura dan Surabaya semakin mudah para pecinta batik jika mau berkunjung ke pulau Madura. Tempatnya di desa Burneh kabupaten Bangkalan Madura. Dimana lokasi ini memiliki potensi yang 
baik, karena selain dekat dengan jembatan Suramadu, lokasi ini juga merupakan 
jalur penghubung untuk menuju kota-kota lain yang berada di Pulau Madura. 

#Tantangan 6_odop

Selasa, 15 Oktober 2019

Membuat Pola Hem Pria

Menggambar Pola Dasar Baju Kemeja Suami, harus aku siapkan alat dan bahan yang akan digunakan untuk menggambar pola, aku menyiapkan alat dan bahan yang biasa aku gunakan untuk menggambar pola busana :


Pensil dua warna, biasanya berwarna biru dan merah. Pensil ini aku beli di toko peralatan menjahit.


Kertas karton atau manila warna putih, namun jika kita ingin berhemat bisa kita gunakan kertas koran bekas.


Spidol atau ballpoint.


Penggaris lurus, saya biasa menggunakan penggaris dengan panjang 60 cm.


Gunting, untuk menggunting pola busana yang sudah jadi.


Lem kertas / isolasi, untuk menyambung kertas pola busana, jika kurang besar / panjang.


Jika semua alat dan bahan sudah siap, maka sudah saatnya aku mulai menggambar pola busana kemeja suami yang akan aku jahit nantinya.



Berikut adalah item dan urutan, serta langkah - langkah pengukuran kemeja suami. 

1.    Panjang kemeja : di ukur pada pangkal leher samping ke bawah sampai dengan panjang yang dikehendaki.
2.    Lingkar badan : diukur melingkar pada badan yang terbesar melewati bawah ketiak.
3.    Lebar pundak : diukur dari batas bahu belakang kiri sampai dengan bahu belakang kanan dengan turun dari pangkal leher belakang kurang lebih 8 cm.
4.    Lebar bahu : diukur dari batas leher samping sampai dengan batas bahu.
5.    Panjang lengan (untuk kemeja lengan pendek) : diukur dari batas bahu sampai dengan panjang yang dikehendaki (kurang lebih 4-5 cm di atas siku).
6.    Panjang lengan (untuk kemeja lengan panjang) : diukur dari batas bahu sampai dengan panjang yang dikehendaki.
7.    Lingkar ujung lengan : -diukur melingkar pada batas ujung lengan kemeja, untuk lengan pendek.
-    Diukur melingkar pada batas ujung lengan kemeja + 2 cm.
8.    Lingkar leher : diukur melingkar pada leher dengan turun pada lekuk leher depan + 6 cm.



Ukuran Hem Suami :

1. Panjang baju = 71cm
2. Lingkar badan = 100cm
3. Lebar punggung = 44cm
4. Lebar bahu =
5. Panjang tangan (PANJANG)= 58cm
6. Panjang tangan (PENDEK)  = 25cm
7. Kerung lengan =
8, Lingkar lengan = 42
9. Lingkar siku =
10. Lingkar Nadi (pergelangan tangan) = 24cm
11. Lingkar leher (krah) = 38cm



Kemudian aku membuat POLA KRAH.





Senin, 14 Oktober 2019

Memeriksa Kualitas Hasil Jahitan Saya

QUALITY CONTROL (QC) PADA PENJAHITAN/SEWING:

a) Warna benang
b) Hasil jahitan (tidak mengkeret/puckering)
c) Aksesories
d) Mean label
e) Ukuran sesuai dengan standar (berdasarkan worksheet)


QUALITY CONTROL (QC) PADA FINISHING PENGENDALIAN MUTU
proses finishing meliputi :
a) Seterika/ironing
b) Pengecekan hasil pakaian setelah diseterika
c) Pengelompokkan pakaian
d) Packing sesuai dengan worksheet


Adapun urutan prosedur pemeriksaan pada proses finishing adalah :
a) Memeriksa pakaian jadi yang sudah selesai  di jahit/sewing.
b) Cek style, jahitan dan ukuran
c) Cek hasil seterika (apabila ditemukan cacat maka pakaian  akan diperbaiki).
d) Memberi tanda yang akan diperbaiki
e) Memastikan tidak ada jahitan yang salah sebelum dikemas apik.
f) Cek packing sesuai dengan worksheet


Berkaitan dengan jahitan pada pakaian, berikut beberapa kriteria atau syarat yang perlu kita ketahui tentang kualitas busana yang bagus sesuai standar butik.

Kualitas Jahitan Baju

Sumber : http://www.aliexpress.com/

Pakaian yang berkualitas baik umumnya dijahit menggunakan stik kecil. Semakin kecil stik yang digunakan maka jahitan semakin rapat dan halus jahitannnya (1 cm berisi 4 – 6 stik).

Obrasan pada tepi pakaian memiliki tampilan dan bentuk yang rapi, tidak mengkerut, warna benang obras sesuai warna bahan kain.


Rollsome rapi, kecil, halus  tidak mengkerut, warna benang rollsome serasi dengan warna bahan kain.
Jahitan pakaian tidak loncat, tidak renggang, halus serta sesuai dengan bentuk tubuh, tidak datar.

Menggunakan material yang berkualitas tinggi, baik untuk bahan kain, benang, resleting, viselin, renda, maupun pelengkap pakaian lainnya.

Mengikuti standar pola Internasional untuk wanita. Lebar badan muka ditambah 1 cm dari lebar belakang. Kerung lengan depan lebih masuk 1 cm dari belakang (jahitan lengan maju 1 cm dari jahitan samping badan). Kampuh (sisa jahitan dalam minimal 2 cm).

Bagian yang tampak dari luar seperti resleting, kerah dan lubang kancing harus dikerjakan degan hati-hati sehingga bentuknya terkesan lebih bagus, halus dan benar.

Untuk kain yang bermotif seperti kain batik, potongan motifnya harus bertemu.
Bagian kerah pakaian biasanya dilengkapi dengan bahan  pelapis seperti viseline atau staplex kecuali kerah rebah dan frill.

Penyelesaian pada bagian bawah gamis dan keliman baju atau lengan dikerjakan dengan cara di “sum” atau tidak dijahit.

Minggu, 13 Oktober 2019

Masih Ada Kesempatan Memiliki Rumah Idaman

Rumah yang aku inginkan adalah “ Rumah sehat, bersih, nyaman dan asri “. Aku ingin mempunyai lemari pakaian yang baju-bajunya tertata rapi. Aku merasa senang jika membuka lemari kemudian terlihat baju warna-warni yang tertata dengan rapi. Baik itu lemari anak dan suami. Pasti memilih dan mengambil pakaian juga gampang.

Aku senang koleksi buku. Baik itu buku agama islam, buku parenting, buku islam untuk anak. Sayang sekali,buku-bukunya belum tertata rapi di rak buku. Buku-buku koleksiku masih belum dipilih berdasarkan kategori. Mudah-mudahan bisa segera menata rak buku seperti yang ada di gambar diatas.

Dapur yang rapi dan bersih adalah dapur idamanku. Semua barang-barang di dapur rapi pada tempatnya. Karena setiap hari aku memasak di dapur. Kalau dapurku bersih, aku pasti semangat untuk memasak di dapur.

Aku mempunyai banyak sekali alat tulis. Melihat gambar diatas, aku terinspirasi ingin segera menata kumpulan alat tulisku agar rapi seperti gambar diatas.

*Pasang Jadwal*

🗓  Pasang deadline (tenggat waktu) di timeline jadwalku, menentukan kapan target untuk menyelesaikan proses berbenah.

Bisa saja menyesuaikan dengan timeline jadwal yang sudah aku buat. 🤗

Aku berharap kegiatan berbenah atau bersih-bersih rumah yang aku lakukan bisa selesai sesegera mungkin. Aku akan memulai hari ini, saat ini dan sekarang. Aku tidak mau menunda lebih lama lagi. Mudah-mudahan saja selesai dalam waktu 1 bulan

Sabtu, 12 Oktober 2019

Menjahit Mukena

MENJAHIT MUKENA RATI (TAHAP 2)

Setelah kain selesai dibagi menjadi 2 bagian untuk atasan dan bawahan, langkah selanjutnya lipat masing-masing bahan menjadi dua bagian seperti gambar di bawah ini.

Keterangan & Gambar Membuat Pola Mukena :
Cara Membuat Pola Mukena Sederhana 

Contoh pola di atas adalah pola yang sering pakai untuk membuat mukena dan nyaman dipakai, ukuran sudah termasuk kelebihan kain untuk jarak kampuh dan kelim ± 1 – 1,5cm.
Contoh pola di atas bahan yang digunakan kurang lebih 3,75 meter, yaitu :
± 2,13 meter untuk atasan (106,5cm x 2), dagu dan tali kepala.
± 1,53 meter untuk bawahan, (76,5cm x 2).
Untuk ukuran untuk mukena dewasa, panjang mukena bagian depan (A – B) minimal 105cm.
Untuk ukuran panjang mukena bagian belakang  (A-C) lebih panjang minimal 10-15cm dari pada panjang mukena bagian depan (A-B)  <== untuk semua variasi ukuran mukena
Persiapkan pola atasan mukena yang sudah dilipat menjadi dua. Berikan beberapa jarum pentul agar kain tidak mudah bergeser. Untuk garis lengkungan (seperti ¼ lingkaran) mengikuti garis putus-putus yang berwarna merah (X-Y) seperti pola gambar yang di atas menggunakan pensil / kapur jahit. Kalau sudah dirasa garis lengkungan pas, selanjutnya potong kain mengikuti garis lengkungan yang telah dibuat tadi.

Kenapa garis lengkungan C-X maupun B-Y harus ada jarak kurang lebih 40 cm? Nah karena pada saat mukena dipakai, bagian X-Y ini ada di bagian tangan. Jadi fungsinya adalah supaya bagian X-Y ini ukurannya lebih panjang daripada mukena bagian depan. Ini berfungsi supaya bagian tangan kita (khususnya jari) tidak terlihat saat berada di bagian samping badan. Jadi semakin pendek jarak antara C-X dan B-Y, maka akan semakin pendek pula panjang mukena pada bagian tangan kita pada saat mukena dipakai.

Sisa potongan  kain atasan mukena tadi, kita bisa digunakan untuk membuat pola bagian dagu dan tali di kepala. Pola di atas adalah pola yang biasa pakai untuk membuat mukena dan nyaman untuk dipakai. Contoh pola di atas sudah termasuk dengan kelebihan bahan untuk lebar kampuh 1cm, jadi pola talinya adalah untuk membuat bentuk mukena tali elastis (karet) selebar 1,5cm. Dan butuh jarak kurang lebih 2cm untuk ban pinggang, dan 1,5cm untuk kelim tindas (untuk merapikan bagian pinggiran kain) sehingga setelah selesai dijahit panjang A – B (panjang mukena bagian depan) menjadi 105cm. Dan apabila selesai dijahit, maka hasilnya akan nampak seperti di bawah ini.

Jumat, 11 Oktober 2019

KMP Joko Tole

KMP Joko Tole

Hari ini aku ada acara mengikuti workshop di Surabaya. Tepatnya di Grand City Convention hall Surabaya. Pukul 09.00 wib aku sampai di tempat tujuan. Aku diantar suami. Kami naik sepeda motor. Karena berangkat dari rumah belum sarapan, akhirnya kami mampir di rumah makan terdekat.

Kami berdua memilih nasi pecel sebagai menu sarapan. Lauknya lengkap. Ada tahu goreng, tempe goreng, dadar jagung dan 2 buah rempeyek udang.  Minumnya teh hangat. Selesai sarapan, suami mengantar saya menuju lokasi workshop. Ternyata kami harus naik lift berjalan sebanyak tiga kali barulah sampai di gedung convention hallnya.

Alhamdulillah, saya bertemu dengan ibu yang akan mengikuti workshop serupa dengan aku. Aku dan ibu tersebut berbarengan menuju ruangan. Suasana di dalam gedung ramai sekali. Karena berbarengan dengan acara Jatim fair. Setelah workshop berakhir kira-kira jam 12.30 wib, aku berputar mengelilingi bazar UMKM. Semua UMKM dari seluruh  Indonesia berkumpul jadi satu dalam stand bazar. Ada dari Pamekasan, Probolinggo, Blitar, Kediri, Lamongan, Mojokerto, Surabaya, Kalimantan, Bali dll. Semua memamerkan hasi produk daerah setempat.

Masya Allah, sungguh Indonesia negara yang sangat kaya akan pesona batiknya. Karena hampir setiap stand yang aku kunjungi, tidak ada yang tidak menjual batik khas daerah masing-masing. Setiap stand pasti ada batiknya. Aku tidak membeli batik karena disamping harganya yang mahal yaitu minimal Rp. 400.000,-, aku sudah mempunyai koleksi kain batik yang belum aku jahit. Harga batik koleksiku di rumah paling mahal sekitar Rp. 175.000,-. Itupun sudah bagus menurut saja dan menurut kemampuan saya hehehe..

Aku hanya membeli camilan seperti keripik singkong, keripik mbothe, bakso goreng dan jamur crispy. Setalah puas mengelilingi stand bazar, aku memesan grab menuju dermaga ujung tanjung perak Surabaya. Tetapi ada kejadian lucu saat aku dan abang Granny's hampir tiba di pelabuhan. Kami kesasar sampai ke daerah Ampel Surabaya. Ini dikarenakan Abang grabnya tidak tahu jalan ke pelabuhan. Akhirnya aku turun di Ampel dan melanjutkan perjalananku dengan naik becak. Ongkos becak dari Ampel ke Pelabuhan hanya Rp. 25.000,-. Murah bukan?

Setelah membeli karcis untuk naik kapal seharga Rp. 5.000,-, akupun bergegas menuju KMP Joko Tole. Aku sengaja memilih kursi yang dekat dengan penjual bakso karena ingin makan siang. Aku membeli semangkuk bakso dan Alhamdulillah aku membawa botol minum sendiri. Buatku ini adalah penghematan. Sehingga aku tidak perlu mengeluarkan uang lagi untuk membeli air minum. Semenjak belajar Zerowaste, setiap pergi keluar rumah, aku selalu membawa peralatan makan dan minum.

Rasanya naik kapal Feri itu bagaimana ya? Tentu saja nyaman. Tidak terasa kalau sedang naik kapal. Jalannya lambat karena muatannya berpuluh-puluh mobil, sepeda motor dan manusia juga. Nama yang tertempel di kapal adalah nama-nama tokoh legenda yang tersohor di Madura seperti Potre Koneng, Joko Tole dll. Selepas turun dari kapal, aku masih harus meneruskan perjalanan ke Bangkalan, tempat aku tinggal. Aku naik angkutan umum. Jangan dikira, angkutannya langsung berjalan, tetapi masih menunggu beberapa penumpang yang duduk, baru berjalan. Aku berusaha sabar untuk menunggu nya. Aku sadar, begitulah kehidupan yang sesungguhnya itu. Masih banyak nikmat Allah Subhanahu Wa Ta'ala yang harus aku syukuri.

Begitulah perjalananku kali ini yang bertujuan untuk belajar dan menuntut ilmu. Semoga ilmu yang aku peroleh hari ini, bisa aku aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari dan ilmunya berkah. Aamiin ya rabbal alamin.

Kamis, 10 Oktober 2019

Hujan Siang Hari

Hujan siang ini membasahi detak waktu
Langit kelabu serta angin bertiup kencang
Rintik hujan menyirami tanaman rindang
Memberikan kesejukan dalam kekeringan

Mendung menyelimuti langit, dan mendatangkan rintik-rintik air
Bagai kehidupan bumi ini yang tercukupi
Rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa, yang membawa banyak manfaat bagi kehidupan ini
Hujan inilah yang menggambarkan suasana hati yang tercurah segalanya lebur menjadi satu

Tidak ada jejak kawanan burung terbang
Semuanya tampak sunyi sepi dan lengang
Jalanan yang basah diguyur air hujan
Saat yang tepat doa doa terkabulkan
Menjadi harapan yang tiada tara

Saat berjumpa dengan siang yang berhujan
Menambah suasana hati menjadi damai
Kesejukan yang merebak di dalam rumah
sekelumit doa tentang syukur yang demikian megah

Hujan yang membawa keberkahan
hujan  yang datang di sepi beranda, meluruhkan debu debu
menyimak setiap rinai hujan sebagai serenada kenangan
seperti itulah Tuhan menyayangiku dengan santun
Seperti itulah syukur yang melabur nikmat illahi

#TantanganKelima_odop

Selasa, 08 Oktober 2019

Zerowaste Yang Mengubah Kehidupanku

Dahulu aku hidup dengan apa adanya. Bahkan terkesan sembarangan. Setiap pulang dari belanja entah itu dari pasar atau mall, ada banyak tas kresek menumpuk yang aku dapatkan dari penjual nya. Jika membeli makanan di luar rumah, masih membeli dari penjual yang menggunakan sterofoam. Pun jika ke pasar, santai saja tidak membawa tas belanja. Jadi, di rumah aku pernah mempunyai koleksi tas kresek hingga satu karung. Sebenarnya tidak serta merta aku mendapatkannya. Sedikit demi sedikit saat belanja, aku pasti membawa pulang beberapa tas kresek. Begitulah cerita sekelumit kehidupanku yang dahulu.

Kehidupanku mulai berubah, sejak aku mengenal istilah Zerowaste di grup whatsapp pribadiku. Aku mulai belajar mencegah, mengolah dan memilah sampah. Banyak juga yang  mengirim video tentang hewan-hewan spesies yang seharusnya dilestarikan, malah mati mengenaskan akibat memakan sampah plastik. Sungguh tragis nasib hewan-hewan tersebut. Cerita di dalam Video itu, sedikitnya mulai mengubah kehidupanku agar mulai mengurangi sampah plastik.

Awalnya tidaklah mudah. Berubah itu pelan-pelan saja. Asal Istiqomah dalam menjalaninya. Karena pada awalnya sudah terbiasa dengan tidak membawa apapun saat pergi ke pasar, mulai sekarang aku berhenti melakukannya. Aku sudah berjanji di dalam hati, bahwa aku tidak mau menimbun tas kresek di rumah lagi. Aku sudah menyiapkan beberapa motif kain yang akan aku pergunakan untuk membuat tas. Ikhtiar ku  sekarang adalah kemanapun aku pergi nantinya, tas kain akan selalu aku bawa.

Kalau untuk air kemasan isi ulang, kebiasaan ku dahulu sama dengan tas kresek. Selalu membelinya di saat keluar rumah. Padahal, botol Aqua adalah sampah yang sulit terurai. Begitu juga dengan tas kresek. Dan sekarang, Alhamdulillah kemanapun aku pergi, aku selalu membawa peralatan makan dan botol minuman sendiri dari rumah. Pada awalnya aku merasa agak berat dan terkesan ribet. Tetapi semua itu aku tepis demi keselamatan bumi.

Meski belum seratus persen aku menjalani gaya hidup Zerowaste ini, tetapi dengan terus belajar disertai komitmen yang kuat, Insya Allah aku pasti bisa meninggalkan gaya hidupku yang dahulu. Tips ku adalah terus memotivasi diri sendiri agar giat menjalani hidup minim sampah. Tips yang kedua adalah berteman dengan teman yang satu visi dan misi dalam berzerowaste. Tips yang ketiga adalah terus belajar menggali ilmu tentang Zerowaste. Dan tips yang keempat adalah kompak dengan keluarga. Ajaklah keluarga dekat kita terlebih dahulu untuk selalu membawa bekal sendiri yaitu tempat makan dan botol minuman jika bepergian.

Mukena Putriku Yang Berwarna Cerah


Sejak kecil, aku sudah membiasakan putriku untuk selalu mengenakan kerudung saat pergi keluar rumah. Dan Alhamdulillah, di usianya yang ke 12, dia sudah Istiqomah mengenakannya saat pergi keluar rumah. Pun demikian dengan mukena. Dia sudah aku belikan mukena sejak masih balita. Setiap aku mengerjakan shalat lima waktu, dia selalu aku ajak shalat bersama disampingku dengan memakai mukena.

Sebelum bisa menjahit, aku selalu membeli mukena untuk putriku. Ada yang membeli di pasar dan di toko busana muslim. Kalau menurutku, harganya lumayan mahal. Disamping itu, saat putriku masih balita, aku juga belum mempunyai gadget. Sehingga aku tidak bisa membuka google maupun you tube untuk mencari tutorial membuat mukena anak.

Dan Alhamdulillah, di zaman yang serba canggih ini segala macam ilmu pengetahuan bisa aku pelajari. Setelah mengetahui dasar-dasar menjahit baju, aku mulai sibuk belajar di internet tentang cara membuat mukena anak. Banyak sekali tutorial di dalam internet. Aku memilih model mukena yang sederhana saja dan sesuai dengan kemampuan ku menjahit.

Berikut aku ringkas, cara menjahit mukena.

Langkah-langkah menjahit Mukena nya :

1. Setelah membuat pola mukena seperti mukena dasar, Mukena ini tidak menggunakan visor.
2. Tali kepala: lipat kain menjadi 2, gabungkan, jahit kampuhnya. Balik, hingga membentuk selongsong. Tindas kedua sisi tali ban dengan jarak 2 cm sepanjang tali kepala. Masukkan elastik. Jahit ujung tali kepala melalui ketebalan elastik, tarik ujung elastik ke ujung Iainnya, jahit kuat agar tidak lepas.
3. Lipat 2 tali kepala. Letakkan tengah-tengah tali kepala di titik A mukena. Jahit sampai dengan titik E (11 cm dari titik A) di kedua bagian kiri dan kanan. Sambungkan kedua tali kepala, jahit kuat agar tidak terlepas. Letakkan ujung segi tiga “gusset” pada batas dagu. Jelujur kedua sisinya pada sisi-sisi lubang muka.
4. Lipat lapis kepala, letakkan bagian tengahnya pada A, lalu jahit kampuhnya di sekeliling lubang muka. Balik jahitan, gabung kampuh sisa lapis kepala. Tindas lapis kepala di bagian dalam. Kelim dan jahit sekeliling lapisan kepala hingga menempel pada bagian atas mukena.
5. Jahit variasi kerutan di bagian bawah mukena, obras agar rapi. Tindas bagian luar mukena.
6. Rok: buat pola dasar rok. Jahit kampuh B–D. Lipat A–E dan B–D ke dalam, kelim selebar 2.5 cm. Tindas sekelilingnya, sisakan 3 cm untuk memasukkan karet elastik. Masukkan karet elastik, satukan kedua ujungnya, jahit kuat. Jahit lubang dan tindas sekeliling bagian tengah karet elastik sambil tarik (hasil jahitan akan berkerut dengan sendirinya). Jahit variasi kerutan rok di bagian bawah rok, obras, tindas di bagian luar rok.

Untuk warna mukena, putriku menyenangi warna pink dan kuning. Aku memilihkannya warna dasar pink dengan bunga kuning. Warnanya segar banget. Sengaja aku tidak memilih corak hewan maupun tumbuhan karena  mengidentifikasikan bahwa itu ciptaan Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Aku menghindari gambar makhluk bernyawa. Corak bunga-bunga adalah yang pilihann yang paling pas buat putriku. Tujuanku membuatkan mukena untuk putriku tidak lain supaya dia menjadi anak yang shalehah, tidak meninggalkan shalat lima waktu dan berbakti pada kedua orangtuanya. Aamiin.

Senin, 07 Oktober 2019

Belajar Knitting

Awal mula aku belajar Knitting atau ilmu merajut karena mengikuti workshop gratis dari Substitute Makerspace Surabaya. Alhamdulillah, aku merasa bersyukur sekali bisa mendapatkan ilmu ini. Konon, merajut itu ilmu untuk belajar menjadi orang yang sabar. Orang sabar itu apa sih? Kalau menurutku, berarti orang itu bisa menahan emosi dan tidak berkata kasar saat dia marah. Hanya itu yang saya tahu hehe..

Berlanjut ke belajar merajut. Terus terang, ilmu ini barulah saya pelajari. Sebelumnya bahkan saya belum pernah sama sekali apa itu yang namanya merajut. Jadi, waktu workshop, benar-benar saya gunakan serius untuk belajar. Aku mendapatkan mentor yang sabar dan telaten. Padahal aku adalah siswa paling lambat sendiri dalam belajar tetapi mentorku  bisa sabar menghadapi aku. Dia memberikan bimbingan tahap demi tahap dalam proses merajut. Aku merasa kesulitan karena ini pertama kalinya aku memegang alat knitting dan rajut yang bernama haqen.

Dan hari pertama belajar, tanganku masih saja kaku saat memegang jarum knittingnya. Tetapi semua itu tak menyurutkan niatku untuk berhenti belajar. Justru aku akan bersemangat terus untuk mencobanya. Selesai belajar di tempat workshop, biasanya aku juga berlatih sendiri di rumah. Tujuannya agar aku tidak lupa tentang proyek knitting yang sudah diajarkan oleh mentorku. 

Dari hasil belajarku, Alhamdulillah aku bisa membuat hasta karya seperti Headband, gelang rajut, kalung rajut, ikat pinggang dll. Saat membuat headband, lebih dari sepuluh kali aku melakukan bongkar pasang. Meskipun sudah sampai beberapa baris dan kelihatan panjang hasil brajutannya, tetapi jika rumusnya salah, harus membongkar total. Itulah kelamahannya Knitting. Maka dari itu diperlukan keseriusan saat
mengerjakannya agar tidak salah.

Aku berharap, kedepannya nanti bisa menjadi seorang knitting yang handal. Bisa membuat berbagai macam hasta karya knitting. Demi terwujudnya keinginan tersebut, mulai sekarang aku giat berlatih dan mempraktekkan knitting yang sudah diajarkan oleh mentorku sehingga aku bisa lancar dan mahir. Aku juga ingin membuat selimut mini, alas piring, alas gelas, boneka dll. Siapa tahu, dengan izin Allah Subhanahu Wa Ta'ala, aku bisa sukses berbisnis dari ketrampilan knitting ini. Aamiin.

Minggu, 06 Oktober 2019

Kisah Potre Koneng dan Joko Tole Dari Sumenep Madura

Cerita Tentang Potre Koneng

     Potre Koneng (Putri Kuning) adalah cerita dari daerah Sumenep di pulau Madura.  Dia seorang putri yang cantik dan anak dari raja Sumenep. Wajahnya elok rupawan serta kulitnya yang kuning langsat  itulah hingga dia disebut sebagai potre Koneng oleh warga Madura.
     Potre Koneng terkenal juga dengan tutur bahasanya yang halus dan lembut Budi pekertinya. Setelah menjelma menjadi putri cantik nan dewasa, ayahandanya yaitu pangeran Saccadiningrat menginginkan agar Potre Koneng  segera menikah. Mendengar kata-kata ayahnya, hati Potre Koneng menjadi sedih sebab dia belum ingin menikah sekarang. Potre Koneng masih ingin bebas dan menikmati masa remajanya. Banyak teman-teman Potre Koneng di dalam keraton. Mereka kebanyakan gadis-gadis cantik putri anggota kerajaan Sumenep.
     Setelah merenung, Potre Koneng akhirnya memberanikan diri untuk menemui ayahnya. Dia hendak meminta izin untuk pergi bertapa di gua payudan. Perdebatan kecil sempat terjadi. Ayahandanya menolak permintaan Potre Koneng. Tetapi Potre Koneng menghiba terus kepada ayahnya. Akhirnya hati ayahandanya menjadi luluh.
     Setelah mendapat restu dari ayahnya, berangkatlah Potre Koneng meninggalkan keraton  yang identik dengan kehidupan megah dan mewah menuju ke tempat tujuan ditemani 2 orang prajurit dari kerajaan. Ayahanda dan ibunda Potre Koneng tampak ikhlas melepas kepergian putri semata wayang mereka. 
     Ditempat pertapaannya, Potre Koneng, benar-benar menjalani tirakatnya. Dia tidak makan, tidak minum dan tidak tidur. Pada pertapaan selama beberapa puluh hari, Potre Koneng sempat tertidur dan di dalam tidurnya ia bertemu dengan pemuda tampan nan gagah perkasa bernama Ady Poday. Potre Koneng tidak mengenal siapa pemuda tersebut. 
     Saat terbangun dari tidurnya, hati Potre Koneng menjadi gelisah tidak karuan. Dia masih memikirkan sosok pemuda yang datang dalam mimpinya tersebut. Dia bingung, kenapa pemuda itu juga menyebutkan namanya dengan jelas didalam mimpi. Siapakah dia? Begitulah kata hatinya Potre Koneng. Keesokan harinya, Potre Koneng memutuskan kembali pulang ke keraton Sumenep bersama 2 orang pengiringnya. 
     Setibanya di keraton, Potre Koneng kembali melaksanakan aktivitasnya sehari-hari dengan selalu didampingi dayang-dayang kesayangannya. Kegiatan Potre Koneng diantaranya Shalat lima waktu, shalat tahajud, berdzikir dan mengaji.  Pada suatu malam, Potre Koneng menceritakan kisah mimpinya kepada dayang yang menemaninya tidur di keraton. Tetapi dayang tersebut tidak memberikan komentar apapun terkait masalah mimpinya Potre Koneng. Hati Potre Koneng menjadi tenang setelah bercerita kepada dayang tersebut. 
     Hari berganti hari, bulan berganti bulan. Semakin lama perut Potre Koneng semakin membesar. Dia heran dan tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya. Ayahanda yang mengetahui perihal kehamilan Potre Koneng, menjadi marah besar. Dipanggilnya putrinya tersebut. Ayahandanya mengira bahwa selama ini Potre Koneng telah membohonginya dengan pura-pura bertapa kala itu. Ayahnya telah menuduhnya  bahwa Potre Koneng hamil diluar nikah. Hukuman besar atas kesalahan Potre Koneng, menjadikan hati permaisuri menjadi gundah gulana. 
     Permaisuri merasa kasihan dengan nasib yang menimpa putrinya tersebut. Pun demikian, ia masih percaya akan kesucian putrinya. Hukuman mati sudah disiapkan oleh ayahnya. Potre Koneng tak henti-hentinya memohon ampun kepada ayahnya dan meminta jangan menghukum mati dirinya. Tetapi berkat doa permaisuri, rasa belas kasihan dari para menteri dan Patih,  maka hukuman mati untuk Potre Koneng tersebut batal dilaksanakan. Hati Potre Koneng menjadi lega. Ia bersyukur sekali karena masih diberikan ampunan oleh ayahnya. 
     Sembilan bulan kemudian, lahirlah seorang bayi tampan dan rupawan dari rahim Potre Koneng. Wajah bayi tersebut bagus, berkulit putih dan wajahnya berseri-seri. Wajah bayinya mengingatkan Potre Koneng akan pemuda tampan dalam mimpinya. Wajahnya sama persis dengan bayinya tersebut. Tetapi ada sedikit kejanggalan saat Potre Koneng melahirkan, dimana tidak ada darah dalam ari-ari bayi. Sungguh ini merupakan keajaiban. Setelah mencium putranya beberapa kali, akhirnya, Potre Koneng menyuruh dayangnya untuk menaruh putranya tersebut di tempat yang sangat jauh dan aman. Demi keselamatan dirinya, Potre Koneng harus rela melepas kepergian anaknya. 
     Dengan sangat berat hati disertai deraian air mata kesedihan,  Potre Koneng menyerahkan bayi mungil tersebut kepada dayangnya. Maka, si dayang berangkat ke hutan dan menempatkan bayi Potre Koneng di tempat yang aman. Bayi tersebut diletakkan di bawah pohon besar nan rindang dan ditutupi dengan daun-daun. Setelah tugasnya selesai, dayang tersebut kembali ke keraton.

Cerita tentang Joko Tole

     Tidak jauh dari hutan, hiduplah sepasang suami istri yang  bernama empu Keleng dan nyai empu. Mereka hidup rukun berdua saja dan  belum dikarunia seorang anak. Empu Keleng adalah seorang yang pandai membuat keris sehingga beliau dijuluki seorang pandai besi. Selain itu, beliau juga mempunyai ternak sapi dan kerbau. 
     Suatu hari saat empu Keleng dan nyai empu mencari kayu bakar di hutan, ditemukanlah bayi Potre Koneng diantara tumpukan dedaunan. Nyai empu merasa senang menemukan bayi tersebut. Dianggapnya bayi tersebut merupakan rezeki dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Selama berpuluh-puluh tahun, pasangan suami-istri itu memang belum dikarunia seorang anak. Mereka berdua akhirnya memungut bayi tersebut dan segera membawanya pulang.
     Bayi tersebut disusukan kepada seekor sapi ternak milik empu Keleng dan diberi nama Joko Tole. Empu Keleng dan nyai empu mendidiknya dengan sangat baik. Diberikannya kasih sayang yang berlimpah dengan penuh kesabaran dan ketekunan. Setelah Joko Tole dewasa, segala kepandaian yang dimiliki oleh empu Keleng  diwariskan semua kepada Joko Tole. Sehingga Joko Tole dapat membuat sebilah keris hanya dengan memijit-mijit sepotong besi saja. Sungguh luar biasa kepandaian yang dimiliki oleh Joko Tole.
     Joko Tole dewasa adalah seorang pemuda yang gagah perkasa, tampan dan berbudi pekerti yang baik. Dia adalah anak yang rajin membantu orang tuanya. Setiap hari dia membantu pekerjaan ayahnya menggembalakan ternak, mencari kayu bakar, mencari rumput untuk makan ternak dll. 
     Pada suatu hari, di saat kejayaan Majapahit, ada pengumuman sayembara untuk mendirikan pintu gapura Majapahit. Dipanggilnya semua empu dari berbagai pelosok penjuru negeri termasuk empu Keleng. Diantara semua empu, empu Keleng mendapat kesempatan yang terakhir. Dia diberi waktu oleh raja sampai waktu bulan pernama. Informasi ini telah terdengar oleh Joko Tole di Madura. Dia menjadi gelisah dan sedih. Beberapa hari bulan pernama akan tiba. 
     Joko Tole memutuskan untuk pergi menyusul ayahnya di Majapahit. Dia berniat untuk membantu ayahnya. Di tengah perjalanan, Joko Tole bertemu dengan seorang kakek bernama Adirasa. Joko Tole diberi ilmu kekuatan yang luar biasa. Setelah itu, sang kakek tiba-tiba menghilang dari pandangan Joko Tole. Tanpa membuang waktu lebih banyak, Joko Tole akhirnya mempercepat jalannya agar segera tiba di Majapahit. 
     Banyak sekali empu berkumpul karena ingin menyaksikan kemampuan empu Keleng. Diantara kerumunan orang-orang, ada Joko Tole yang baru saja tiba dan langsung menemui ayahnya. Empu Keleng merasa bahagia karena bisa bertemu dengan anaknya tersebut. Mereka saling berpelukan. Dengan kekuatan yang luar biasa, akhirnya Joko Tole mampu membantu empu Keleng mendirikan pintu gapura Majapahit. Mereka senang, karena raja tidak menghukum mereka.
     Singkat cerita, Raja mengawinkan Joko Tole dengan putrinya yang bernama Dewi Retnadi dan mengangkatnya menjadi panglima. Tetapi sayangnya, Dewi Retnadi adalah seorang putri yang buta. Tetapi Joko Tole tetap menerimanya dengan lapang dada. Dibawanya istrinya tersebut ke Madura. Di daerah Madura hawanya sangat panas. Dewi Retnadi haus dan ingin minum. Karena tidak ada air untuk diminum, Joko Tole menancapkan tongkatnya ke tanah dan keluarlah air yang memancar keluar dari tongkatnya. Air jernih itupun memercik muka Dewi Retnadi dan seketika itu mata nya dapat melihat lagi. Subhanallah. Itu adalah kekuasaan dari sang maha pencipta. Tempat itu sekarang diberi nama Socah yang berarti mata.
     Joko Tole  bersama istrinya melanjutkan perjalanannya ke Sumenep. Dalam perjalanannya, Joko Tole disambut dan di elu-elukan oleh semua penduduk. Dia juga bertemu kakek Adirasa lagi. Sang kakek menceritakan darimana asal usul Joko Tole. Akhirnya Joko Tole bisa bertemu dengan ibunya yaitu Potre Koneng di keraton Sumenep. Alhamdulillah, kakek Joko Tole yang sudah tua renta bisa menerima kehadiran cucunya tersebut. Joko Tole akhirnya hidup bahagia bersama ibu, istri dan kakeknya. Di keraton Sumenep, Joko Tole terkenal akan keberaniannya bertempur di medan perang melawan musuh. Dengan senjata pamungkasnya, musuhnya bisa ditundukkan satu per satu.
     Sejarah tentang Potre Koneng dan Joko Tole ini sudah melegenda di kalangan masyarakat Madura. Konon, mitos makamnya Potre Koneng (Putri Kuning) yang sekarang berada di daerah bukit geger Bangkalan dijadikan warga Madura maupun di luar Madura untuk mencari berkah. Disekitar makamnya Potre Koneng, terdapat beberapa gua tempat bertapa zaman orang sakti zaman dahulu. Sampai sekarangpun gua tersebut juga digunakan orang-orang untuk bertapa atau bersemedi. Mereka percaya, jika bertapa atau tirakat disitu, pasti akan menemukan benda-benda sakti. Entah itu benar atau tidak. Wallahu alam. Nama Potre Koneng dan Joko Tole juga dipakai pada kapal Ferry untuk penyeberangan dari pelabuhan Tanjung perak ke pelabuhan Kamal begitu juga sebaliknya. Warga Madura menganggap bahwa Potre Koneng adalah nenek moyang mereka.
     Bukit Geger berada kurang lebih 30 km arah tenggara Kota Bangkalan, tepatnya di desa Geger, Kecamatan Geger. Dari Kota Bangkalan lurus terus ke arah utara yaitu ke arah kecamatan Arosbaya, lalu ke timur kearah kecamatan geger. Disitulah bukit itu berada. Bukit tersebut mudah dijangkau karena letaknya tepat dipinggir jalan raya. Bukit ini berada di ketinggian sekitar 150–200 meter diatas permukaan laut. Tempat ini bisa dijadikan obyek wisata religi, wisata alam dan wisata hutan. Arenanya yang luas, biasanya digunakan untuk bumi perkemahan. Pemandangannya sangat indah dan cocok jika digunakan untuk berfoto disekitar lokasi. Jika hobi mendaki gunung, tempat ini sangat cocok sekali dijadikan pendakian. 
     Ada beberapa tanaman di hutan seperti  pohon kornis, akasia, mahoni, lamtoro gung, jati, serta sebagian kecil sengon laut. Bagusnya, kepadatan pohon di puncak bukit, tertata begitu rapi, sehingga menawarkan keelokan hutan yang lumayan artistik. Kalau hewan, ada banyak hewan spesies langka yang harus dilestarikan. Terdapat juga gerombolan kera yang selalu berjubel di pintu masuk puncak bukit, setiap kali ada rombongan pelancong datang berkunjung. Jadi Keunggulan eksotika wana wisata Bukit Geger tidak hanya ditawarkan oleh keberagaman flora dan faunanya. Kawasan bukit keramat ini juga kaya situs peninggalan purbakala.

#tantangan4_ODOP

Sabtu, 05 Oktober 2019

Menjahit Daster Sendiri

Perkenalanku dengan mesin jahit pertama kali adalah saat melihat hasil jahitan seorang ibu di Instagram. Beliau menjahit taplak meja, gorden, tempat tisu, penutup kulkas dll. Aku merasa tertarik dan ingin bisa menjahit seperti Beliau. Sampai akhirnya aku membeli sebuah mesin jahit merk singer. Aku memang sengaja membeli yang bukan portabel dengan alasan karena aku masih belajar menjahit.

Kemampuan menjahitku sebenarnya belumlah mumpuni. Tapi dengan berlatih setiap hari, aku yakin, semakin bertambahnya waktu akan lebih bagus lagi hasil jahitannya. Aku belajar menjahit kepada tetanggaku. Dia seorang penjahit profesional. Biasanya beliau menjahit dalam jumlah besar seperti seragam kantor, seragam anak pondok dll.

Disitu aku belajar membuat baju gamis. Kegiatan belajar menjahit, dimulai dari mengukur, membuat pola, menggunting kain sesuai pola dan penyelesaian baju gamis.

Proyekku sekarang adalah belajar membuat daster. Cara Menjahit Daster sbb :

1.Mengukur ukuran Daster
Hal ini dilakukan dengan mengukur tubuh dari orang yang akan memakai baju.Namun karena baju daster ini tergolong longgar, maka dapat dibuat dengan ukuran standar kebanyakan orang. Ukuran baju yang digunakan adalah panjang baju ,lebar baju, panjang lengan ,lebar lengan.dan sebagainya yang diukur.

2.Membuat Pola Daster
untuk pola daster dibuat dengan pola yang lebih sederhana dibanding dengan pola yang lain, karena daster  termasuk baju dengan design lebih sedikit.

3.Memotong Kain
Pemotongan kain didasarkan pada pola yang dibuat. Hal ini didapat agar sesuai dengan ukuran dan dapat dikenakan dengan pas di tubuh pemakainya. Biasanya pemotongan kain dilakukan dengan memberikan kelebihan dari pola sekitar 2 cm.Kelebihan ini digunakan sebagai celah disaat proses penjaitan nantinya.

4.Menjahit baju
Semua potongan kain  yang sudah dipotong sesuai pola akan dikumpulkan dan dikaitkan secara bersama. Pola jahitan  akan lebih mudah karena bentuk daster hanya lurusan saja.

Alhamdulillah, kain untuk bahan daster dan benangnya sudah tersedia. Tinggal praktek saja. Semoga rencanaku bisa terwujud dan diberikan kemudahan oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala.  Karena hanya dengan banyak berlatih menjahit, aku akan bisa mahir. Tanpa latihan, aku tidak akan bisa mengetahui dimana letak kesalahan-kesalahan yang aku lakukan.




Jumat, 04 Oktober 2019

Pecel dan Tumpang Yang Menggugah Selera

Saya kelahiran Kediri Jawa Timur. Kota yang terkenal akan tahu kuningnya yang enak rasanya. Jangan lupa, kerupuk upilnya juga menjadi jawara para wisatawan yang berkunjung ke kota tahu. Tak  banyak yang tahu bahwa di Kediri ada penjual nasi pecel dan nasi tumpang yang rasanya tidak usah diragukan lagi.

Setiap silaturahmi ke Ibu saya di Kediri, saya tak pernah melewatkan menu nasi pecel dan nasi tumpang. Tepatnya di belakang rumah ibu saya, penjual nasi pecel dan tumpang itu berjualan. Depotnya selalu ramai mulai jam 05.30 wib -10.00 wib. Sebungkus nasi pecel atau tumpang hanya Rp. 6.000,- saja. Murah bukan? Cuma sayangnya, sayurnya daun ketela pohong, sama pepaya muda. Itu saja yang aku kurang suka.

Saat berada di Kediri, setiap jam enam pagi, aku sudah mengantri di depotnya mba Marmi, demikian panggilan buat penjual nasi pecel. Meskipun hanya 5 orang yang mengantri, masing-masing orang membeli nasi dalam jumlah banyak. Sambal pecel dan tumpangnya mba Marmi ini memang enak. Sehingga banyak sekali pelanggan nya karena cocok dengan rasanya.

Sambal Tumpang ini, dibuat dari campuran tempe segar dan tempe kemarin. Sebelum dimasak, tempenya direbus dahulu kemudian airnya dibuang supaya tidak berasa getar atau pahit. Uniknya, semua bumbu juga direbus kemudian diulek jadi satu sama tempenya. Langkah terakhir, diberi tambahan santan dan direbus lagi sampai matang. Cara penyajiannya adalah dengan menambahkan berbagai macam sayuran hijau serta lalapan. Dengan lauk tahu goreng, tempe goreng serta rempeyek menjadikan rasanya semakin mantap.

Mba Marmi ini juga menjual sambal pecelnya. Biasanya aku selalu memesan 1kg untuk persediaan jika mudik ke Bangkalan Madura. Dikemas dalam plastik seperempat kiloan. Jika mempunyai uang lebih, aku membeli dua kilo sambal pecel untuk oleh-oleh tetangga sekitar. Harga per seperempat hanya Rp. 15.000,- saja. Untuk yang suka pedas, pasti cocok jika menyantap sambal pecel ini. Tidak hanya itu saja. Aku juga membawa tahu putih, tahu kuning dan kerupuk upil. Itu hantaran yang wajib aku bawa saat bertandang ke Kediri.

Kamis, 03 Oktober 2019

BUKAN BUBUR BIASA

ASore itu aku lagi duduk-duduk manis di kursi teras depan rumah. Sejenak kemudian ada sesosok ibu muda datang bertamu sambil membawa satu plastik besar yang berisi beberapa tumpukan stereofom.  Ibu itu memberikannya satu buah untukku sambil berucap : "Alhamdulillah, putri saya sudah lulus UN. Ini wujud rasa syukur saya".
Tak lama kemudian, saya segera membuka buburnya.

Ternyata bubur itu warnanya hijau segar. Tidak halus teksturnya. Jadi seperti bubur sengkolo yang dari Jawa. Warnanya yang hijau segar, membuat penampilannya makin terlihat menarik. Tidak itu saja. Aroma daun pandan nya semakin menggoda untuk segera menikmati bubur itu. Rasanya enak, manis dan gurih. Ada kuah (cuko) dari gula merah.

Karena penasaran dengan bubur itu, saya beranikan diri untuk bertanya kepada ibu mertua saya. Menurut cerita dari beliau, bubur itu dibuat jika ada anggota keluarga yang sukses dalam ujian, pekerjaan, pokoknya sukses dalam kehidupan ini. Tradisi mengirim bubur berwarna hijau ke tetangga ini hanya ada di kabupaten Bangkalan Madura Jatim. Bubur ini diberi nama bubur kesuksesan. Entah dari mana asal nama tersebut dan siapa yang memberi nama tersebut. Yang jelas, nama bubur kesuksesan itu sudah populer di kalangan masyarakat Bangkalan.

Setelah sekian hari, barulah ide  untuk mencoba membuat sendiri bubur tersebut mulai muncul. Tanpa berpikir panjang, aku bergegas bertanya secara detail kepada ibu mertua tentang bahan-bahan dan cara membuatnya. Setelah kucatat resepnya, aku  segera belanja ke toko. Bahan-bahannya mudah di dapat di toko-toko terdekat. Hanya beras, sedikit santan dan gula merah. Untuk pewarna hijau, aku menggunakan bahan yang alami yaitu campuran antara beberapa lembar daun Suji dan daun pandan. Tinggal dicuci bersih, kemudian dipotong kecil-kecil, dimasukkan blender dan diberi air. Setelah itu disaring airnya. Jadilah pewarna hijau yang fresh dan alami. 

Alhamdulillah, usahaku tidak sia-sia. Berkat ketelatenanku mengaduk bubur dan mengikuti tahap demi tahap dalam memasaknya, akhirnya jadilah bubur kesuksesan yang tidak mengecewakan. Dan yang jelas tidak gosong, rasanya pun enak. Senang sekali rasanya. Aku memang tidak banyak menggunakan santan. Meski begitu, rasanya tetap enak. Air gula merahnya sangat cocok bersanding dengan bubur hijau tersebut. Jangan lupa ya, jika kita sukses
dalam hal sekecil apapun, jangan lupa untuk tetap bersyukur. Satu lagi. Makanlah banyak-banyak bubur kesuksesan.

Sekian.
Foto menyusul😁

Rabu, 02 Oktober 2019

Merapikan dan Bersih-bersih Ruang Untuk Menjahit

Aku merasa kurang nyaman dengan kondisi ruangan jahitku yang berantakan. Hal ini tentu saja akan mempengaruhi saat aku membuat proyek nanti. Untuk itu aku berniat untuk bersih-bersih sekaligus merapikan ruangan tempat aku hiasa menjahit. Aku akan membuat ruangannya menyenangkan sehingga aku merasa nyaman saat menjahit nanti.

Schedule ku untuk merapikan ruangan mesin jahit adalah sbb:
~Memilih alat-alat jahit yang masih dipakai dan membuang sampah-sampah yang sudah tidak diperlukan lagi. Misalnya kain perca yang sudah tidak dibutuhkan lagi, benang ruwet, cuwilan kertas dll.
~Menyediakan tempat seperti kotak kardus untuk tempat benang, jarum, karbon, pensil jahit, meteran dll.
~Mulai menata benang, risleting, karbon, kumpulan kancing baju, renda-renda dll.
~mengelap mesin jahit dan memberi minyak pada bagian mesin jahit agar enak kalau dipakai untuk menjahit nanti.
~Menata kardus-kardus peralatan jahit dan memberi label atau tanda pada bagian depan kardus. Hal ini bertujuan agar ketika menjahit dan memerlukan alat jahit semisal jarum mesin jahit, aku bisa melihat langsung ke tulisan yang ada jarum jahitnya. Keuntungannya, aku lebih cepat bekerja karena nggak harus cari-cari barang dulu. Menghemat waktu, bukan?
~menyapu dan mengepel ruangan jahit agar kalau memotong kain di lantai, enak jadinya kalau bersih.

Kalau lagi menjahit, suasana di sekitar ruang menjahit terlihat bersih, rasanya saat menjahit menjadi nyaman. Pikiran bisa berkonsentrasi saat melakukan pekerjaan menjahit tersebut. Tidak bisa dibayangkan bagaimana jika aku jorok dan membiarkan debu melekat pada mesin jahit. Pastinya aku akan enggan untuk menjahit. Memang ternyata suasana hati juga mengikuti. Kalau bekerja di tempat kotor, pekerjaan akan kurang maksimal dilakukan.

Sesibuk apapun, sebelum memulai untuk menjahit, aku akan memastikan bahwa ruangan menjahit ku terlihat bersih dan rapi. Untuk menjaganya supaya tetap bersih, perlu niat dan komitmen. Kebersihan sebagian dari iman. Mengingat kata itu, semangat untuk menjada kebersihan  akan berkobar.

Selasa, 01 Oktober 2019

Kegiatan Keluarga Kecilku Saat Hari Libur

ANAK
Hari libur sekolah, saya mengajak putri saya, fiori di rumah pangeranan asri. Rumahnya dekat tambak. Pagi hari sesudah sahur, kami bergegas menuju kesana. Fiori membawa bantal untuk bersantai disana. Karena hari masih pagi, kami bertiga bersantai sambil ngobrol di dalam kamar. Fiori banyak berkomunikasi juga. Banyak hal juga dibicarakan. 

Setelah di rumah pangeranan dan saat hari menjelang siang, kami mampir ke rumah nenek. Aku nggak menyangka, fiori tiba-tiba saja ngambek. Aku harus bersabar. Aku tidak boleh emosi. Agak lama aku membujuknya agar tidak ngambek.

SUAMI
Saat di siang hari, suami menemukan sepeda mini milik neneknya fiori. Sepedanya dikeluarkan oleh suami di teras halaman rumah mertua ku. Suami mencuci sepeda yang berdebu dan terlihat kotor tersebut. Kemudian memompa bannya. Setelah itu suami mencoba menaiki sepeda tersebut di halaman teras. Suami bilang kepadaku ternyata sepedanya masih enak untuk dipakai. Suami punya ide akan membawa sepeda tersebut ke bengkel supaya disetel semua bagian-bagian sepeda nya agar lebih kuat.

Saya
Berperan menjadi ibu rumah tangga, aku merasa bersyukur. Meski kadang rasa lelah menghampiri. Aku merasa bahagia saat mengerjakan pekerjaan rumah tangga seperti memasak, mencuci baju, beres-beres rumah dll. Biasanya aku mengerjakannya satu per satu. Itu lebih membuatku bisa berkonsentrasi penuh saat bekerja. Selagi masih bisa saya kerjakan hari itu, sebisa mungkin saya rampungkan. Jika badan sudah terasa capek, saya beristirahat. Jika sudah segar kembali, barulah saya teruskan pekerjaan tersebut.

Saat weekend tiba, keluarga kecil kami selalu mempunyai kegiatan bersama. Jika bosan di rumah, maka kami (saya, anak dan suami) pergi jalan-jalan ke cafe atau pun keluar kota untuk sekadar merilekskan pikiran. Meski hanya sekadar menikmati kudapan sederhana saja, tapi tujuan kami adalah agar bisa berkomunikasi produktif. Ini terjadi saat kami memesan makanan dan minuman yang ada di cafe. Suasana menjadi seru karena kami berbeda selera tentang menu yang dipilih.

Keluarga kecilku juga hobi traveling. Biasanya kami mengunjungi tempat-tempat yang memberikan edukasi seperti mercusuar, mengunjungi kampung batik,   kuliner makanan khas Madura dll. Banyak sekali manfaatnya wisata edukasi dan budaya. Kami menjadi paham akan potensi yang dimiliki oleh daerah-daerah dimana saya tinggal. Begitulah kegiatan keluarga kecilku saat liburan sekolah.