Senin, 28 Oktober 2019

Bekal Yang Membawa Berkah

Putriku sekarang adalah seorang pelajar kelas 6 SD. Saya sebenarnya sudah membiasakannya agar sarapan dahulu sebelum berangkat ke sekolah. Tetapi sayangnya putri saya tidak sempat sarapan di rumah. Sebagai pengganti sarapan, saya bawakan dia bekal supaya dimakannya saat istirahat tiba.

Bekal menu sehat bergizi selalu saya upayakan. Tetapi putri saya favoritnya hanya makan mie goreng instan dan lauk sozis goreng saja. Menu tersebut dijamin akan dimakannya lahap.  Sebagai ganti sayuran, saya memberikan buah-buahan musiman seperti mangga, pisang, alpokat, anggur, jeruk dll.

Biasanya malam hari saat putri saya belajar, sekalian menemaninya belajar, saya menanyakan tentang menu bekal untuk esok hari. Jika saya bisa memasaknya dan tidak ribet dalam menyiapkannya, maka keinginan dari putri saya mendapat lampu hijau dari saya. Jika belum mempunyai  bahan masakan, biasanya saya belanja di tukang sayur di pagi hari. 

Di dekat rumah saya, ada penjual sayur yang selalu pagi sekali sudah buka. Berbagai macam sayur mayur, buah-buahan serta lauk pauk seperti ikan, ayam dan daging tersedia. Harganya menurut saya agak mahal tetapi saya berpikir praktis saja agar bisa segera saya masak. Jika ingin belanja dalam jumlah besar, barulah disaat akhir pekan ke pasar besar atau pasar induk.

Saat menu permintaan putri saya sudah selesai saya masak. Biasanya saya tata dengan cantik di kotak bekal putri saya. Ada nasi, lauk nya dan buah. Rasanya senang sekali bisa membuat menu bekal buat putri saya. Dengan masak sendiri, tentunya lebih bersih dan sehat. Apabila anak jajan sembarangan, belum tentu bahan-bahannya menggunakan bahan yang berkualitas baik. Semangat memasak bekal untuk anak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar