Senin, 30 September 2019

Membebaskan Diri Dari Belenggu Setan

Setan sejatinya adalah musuh nyata terbesar manusia. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman,

وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ (168) إِنَّمَا يَأْمُرُكُمْ بِالسُّوءِ وَالْفَحْشَاءِ وَأَنْ تَقُولُوا عَلَى اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ (169)

“Dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu. Sesungguhnya syaitan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji, dan mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui.” (QS. Al-Baqarah: 168-169)
Setan selalu menggoda manusia setiap saat dari arah mana saja. mengapa setan selalu menggoda manusia? Jawabannya sudah jelas yaitu tentu saja ingin menjerumuskan manusia ke jurang kemaksiatan. Itulah tujuan utama setan.
Tetapi tidak semua manusia bisa tergoda dengan godaan setan. Siapa sajakah mereka itu? Orang yang selalu berdzikir mengingat Allah Subhanahu Wa Ta'ala dalam keadaan apapun dan dimana pun berada. Hati dan jiwanya selalu mengingat Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Apalagi jika kita senantiasa membaca bacaan yang menjadi penyejuk hati yaitu Al-Qur'an. Merutinkan membaca Al-Qur'an setiap hari meski hanya satu lembar saja masih lebih baik dari pada tidak membacanya sama sekali. 

Ciri-ciri orang yang digoda setan biasanya akan semakin jauh dengan Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Iman kita semakin berkurang. Bahkan kita sering melalaikan shalat lima waktu. Sungguh sangatlah merugi jika kita bisa dikalahkan oleh setan. Sebagai manusia yang diciptakan paling sempurna dari makhluk yang lain, harusnya kita berusaha untuk sekuat tenaga agar jangan sampai tubuhnya dimasuki oleh setan. Banyak sekali doa-doa pengusir setan seperti surat Al-Ikhlas, surat Al-falaq, surat An-Nas serta ayat kursi. Ketiga ayat itu jika rutin kita baca setiap ba'da shalat lima waktu, niscaya kita akan terhindar dari godaan setan. Minimal kita tidak hanyut lebih dalam dalam buaian setan. Disamping itu ada juga bacaan pengusir setan yang lainnya seperti berikut :

Audzubillahi minasyaitan nirrajim
Artinya : “ Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk"

Hendaknya selalu membacanya disaat kita akan mengerjakan shalat lima waktu dan sebelum membaca Al-Qur'an. Insya Allah kita akan terhindar dari gangguan setan.

Selalu menyibukkan diri dengan kegiatan yang positif dan bermanfaat agar setan tidak ada celah untuk mengganggu kita. Kalau pikiran kita sibuk, setan tidak  bisa masuk ke dalam jiwa kita. Sebaliknya jika pikiran kita kosong atau sering melamun, tentunya itu akan menjadi sasaran empuk buat setan untuk memperdaya kita. Jadi isi hari-hari kita dengan sibuk berkarya, sibuk mengerjakan pekerjaan rumah tangga dan sibuk beribadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Jangan beri celah kepada setan untuk memasuki jiwa kita. Lawanlah dengan keimanan dan ketaqwaan yang kita miliki. Jika hati sudah terbebas dari belenggu setan, Insya Allah hati kita akan menjadi tenang dan damai.

Jangan pernah mengikuti jalan dan langkah-langkah setan. Karena jalan setan adalah jalan yang sesat dan dimurkai oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Senantiasa berdoa kepada Allah agar selalu diberikan jalan yang lurus yaitu jalan yang telah diberi nikmat oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala dengan diulang-ulang secara Istiqomah setiap hari.

Tulisan ini saya gunakan sebagai reminder buat diri sendiri.







Minggu, 29 September 2019

Tantangan ke tiga odop "Review Buku"

Saya membeli buku yang saya review itu, kira kira 3 tahun yang lalu. Pada waktu itu saya lagi jalan-jalan di sebuah mall di daerah Bekasi bersama keluarga tercinta. Langkahku terhenti di sebuah ruangan yang penuh dengan buku buku dan majalah. Dengan girangnya aku memilih buku yang aku butuhkan. Secara tidak sengaja, tangan ini menyentuh sebuah buku berwarna hijau tosca bertuliskan Pesan Khusus Untuk Para Ibu. Sepertinya buku ini harus berada di tanganku.

Setelah membaca sekolas, saya baru tahu kalau buku itu aslinya adalah bahasa Arab. Karena penulis aslinya seorang ustadzah bernama  Khaulah Darwis. Beliau adalah seorang pendidik Arab Saudi. Buku ini sendiri diterjemahkan oleh Bapak H. Ali Makhtum Assalamy.  Penerbitnya CV. Muria Putra Pressindo Jakarta. Buku tersebut sudah cetakan kedua, pada bulan Juli 1994. Ternyata sudah cukup lama umur bukunya. ISBN buku nomor 797-563-002-4. Kertasnya bagus dan tidak gampang sobek.

Ada 4 pasal atau bab dalam bukunya. Bab 1 berbicara tentang pentingnya mengenalkan pendidikan agama kepada anak sejak dini. Bab 2 berbicara tentang seperti apa gambaran seorang ibu teladan. Bab 3 membahas penanaman kebiasaan yang baik kepada anak dan Bab 4 berbicara tentang masalah yang sering dihadapi oleh anak berikut penyelesaiannya. Buku ini mudah dipahami. Terasa enak saat dibaca karena syarat akan makna. Buku ini memang sangat cocok.buat orang tua dan ibu sepertiku.

Dalil-dalil Al-Qur'an banyak menghiasai buku yang masuk kedalam kategori parenting islami ini. Berarti terdapat sumber yang jelas dan benar. Jadi aku merasa tidak ragu-ragu saat menerapkannya kepada putriku. Di belakang buku dihiasi dengan terjemahan surat Al-Anfaal ayat 28 yang berbunyi " Dan katakanlah, bahwa hartamu dan anak-anakmu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar".  Buku ini sangat recommended banget terutama bagi orang tua yang merasa sulit mendidik anaknya dalam soal agama Islam.

Alasan lain bahwa buku ini sangat bagus untuk dibaca bahkan berulang-ulang karena  buku ini merupakan kumpulan ilmu agama yang akan memberikan kita petunjuk dan arahan dalam mendidik anak. Sehingga kita bisa menjadi orang tua teladan, bijaksana dan penuh kesabaran dalam mendidik anak. Sekian review buku dari saya.

Sabtu, 28 September 2019

Semangatku Membuat Prakarya

Hari menjelang subuh saat aku baru saja bangun. Udara terasa dingin dan membuat badan terasa segar. Aku baru ingat kalau di akhir Minggu aku
berkumpul dengan bunda-bunda shalehah untuk membuat hasta karya. Terbayang tempat ku menimba ilmu yang lumayan cukup jauh.

Aku berdomisili di Bangkalan Madura. Tetapi aku bukan orang Madura. Kota asalku adalah di Kediri Jatim. Tinggal di Madura karena suami bertugas di Bangkalan. Karena aku hobi membuat hasta karya, aku selalu antusias untuk ikut meski kadang lokasinya cukup jauh. Sebagai wanita, aku ingin bisa membuat kerajinan dan ketrampilan.

Adalah di Surabaya, yang jika ditempuh menggunakan sepeda motor memerlukan waktu sekitar 2,5 jam itulah tempatku belajar ketrampilan. Kadang aku malah lebih santai jika naik kapal menyeberang ke tanjung perak.  Biasanya aku berangkat lebih awal supaya tidak terlambat dan ketinggalan ilmu.  Meski kadang aku harus menunggu sampai 2 jam, itupun tidak menjadi masalah buat saya.

Menurut mentorku di tempat belajar, setiap selesai mendapatkan materi, hendaknya jangan malas untuk giat berlatih di rumah. Karena percuma jika sudah jauh-jauh datang ke Surabaya tetapi tidak bersungguh-sungguh dalam belajar. Akhirnya ilmu yang diperoleh akan sia-sia. Kalau mempunyai niat bahwa "aku ingin bisa", pastilah akan meraih kesuksesan. Dan yang lebih penting, saat di kelas, kita tidak boleh berbicara sendir dengan teman di sebelahnya, tetapi harus serius mendengarkan arahan dari mentor.

Dengan semakin banyaknya ketrampilan yang aku miliki, kelak aku akan memanfaatkan ilmuku itu untuk berbisnis. Wanita harus mandiri tetapi tidak sombong. Karena memperbanyak ketrampilan itu merupakan bagian dari mengasah potensi diri. Maka seyogyanya, sebagai manusia kita tidak perlu sombong dan berbesar hati. Sudah seharusnya, para pembelajar (penuntut ilmu) itu senantiasa menjadi orang yang rendah hati.



Jumat, 27 September 2019

GEMAR MEMBACA

Kalau berbicara tentang ilmu, ilmu itu luas sekali. Dengan lebih mengenal dunia ilmu, kita akan mendapatkan pengetahuan yang luas. Kita pun menjadi lebih mengerti akan banyak hal. Nah, melalui perantara apakah? Jawabannya adalah "buku". Melalui membaca buku, secara tidak langsung kita bisa melihat dunia dari sudut pandang orang lain, yaitu si penulis itu sendiri. 
     Ada pepatah yg mengatakan bahwa buku adalah jendela dunia. Agama pun juga mengatakan hal yang sama. Allah Swt. melalui ayat Al-Qur'an pertama yang turun kepada Nabi Muhammad SAW memerintahkan kepada hamba-Nya untuk MEMBACA.
   Kutipan dari ayat pertama surat Al-Alaq berbunyi "iqro'bismirobbikal ladzii kholaq". Artinya adalah bacalah dengan menyebut nama Tuhan-mu yang telah menciptakan. Semakin banyak kita membaca, pikiran kita untuk melihat dunia semakin jernih dan membuat kita lebih manusiawi.
     Buku-buku koleksi saya dirumah banyak sekali. Sengaja saya tata sesuai dengan tema dari masing-masing bukunya. Misalkan buku Agama Islam, Parenting, Psikologi, Berbenah rumah, masakan dan kue. Cara penataan seperti itu sangat mempermudah saya ketika sedang mencari buku. Sehingga tidak memerlukan waktu lama. Buku favorit saya adalah buku parenting.
     Tidak banyak yang saya baca setiap hari. Saya tidak pernah ngoyo. Tiga lembar sehari membaca buku, buat saya sudah cukup daripada tidak membaca sama sekali. Biasanya buku yang masih saya baca, tidak saya kembalikan lagi ke dalam rak buku. Melainkan saya taruh di atas meja belajar agar saya mudah mencarinya. Mulai sekarang, saya akan membiasakan agar gemar membaca.

Kamis, 26 September 2019

Melatih Kemandirian Anak

Almira, demikian saya memanggil putri saya. Tidak terasa dia sudah beranjak remaja atau Aqil baliq. Sebagai ibu saya masih menilai bahwa putri daya belum mandiri sepenuhnya. Setiap pagi masih memintanya kembali bantuan orang tuanya untuk membacakan jadwal pelajarannya.

Sejak kecil, Almira sudah berlatih mandiri. Bahkan saat masih TK, dia terbiasa memakai baju dan sepatu sendiri. Entah mengapa setelah besar, dia semakin manja dan minta diperhatikan lebih oleh kami orangtuanya. Dia memang putri saya satu-satunya. Tetapi meskipun dia putri saya satu-satunya, bukan berarti saya membiarkan saja dia berperilaku manja.

Banyak cara saya lakukan agar Almira bisa menjadi anak yang mandiri. Diantaranya dengan membiarkan dia berangkat sendiri ke tempat les, belajar membuat PR sendiri, membersihkan kamarnya sendiri dll. Pada awalnya saya agak kerepotan jika menyuruhnya. Tetapi saya yakin seiring berjalannya waktu, dia akan menjadi anak yang mandiri.

Sebagai ibu rumah tangga, tentunya saya banyak di rumah untuk membersamai keluarga. Tetapi jika saya pergi ke luar kota dan tidak menginap, biasanya Almira saya suruh menjaga rumah. Segala macam makanan saya sediakan, sehingga Almira bisa dengan mudah mengambilnya sendiri. Begitulah kira-kira cara saya agar anak bisa mandiri.

Tidak ada kata terlambat dalam mendidik anak. Saya harus bersabar meski kadangkala saya diuji dengan melihat anak yang masih bergantung pada orangtuanya. Alhamdulillah, pelan tapi pasti saya akan mendidik Almira agar bisa menjadi anak yang baik dan mandiri. Karena jika Almira

punya sikap mandiri, maka kelas jika dewasa

Rabu, 25 September 2019

MENCUCI KAIN SEBELUM MENJAHIT KAIN

PENYETRIKAAN SEMUA KAIN

Setelah kain kering, biasanya akan kusut oleh karena itu perlu dilakukan penyetrikaan. Melakukan penyetrikaan pada kain harus sesuai dengan jenis kainnya. 

Penyetrikaan kain sebelum menjahit, yang mana hal ini diharapkan bisa membantu kita menyempurnakan pekerjaan menjahit busana. Dalam pekerjaan menjahit, setahu-ku, tidak ada metode yang benar-benar baku dalam menjahit baju. Semuanya tergantung pada kemampuan dan kreatifitas kita.

Jika kita telah lama menjadi penjahit, maka kita pastinya tahu bahwa ada berbagai macam jenis kain yang dijual di pasaran. Kebanyakan penjahit akan melewatkan proses penyetrikaan kain sebelum melakukan pekerjaan menjahit dan baru menyetrika setelah busana sudah selesai dijahit. Menurut-ku, hal ini keliru, karena menurut pengalaman-ku pribadi, jika kita baru menyetrika busana ketika sudah selesai dijahit biasanya hasil busana yang kita buat masih kurang baik. Sehingga perlu di-ubah sesuai disana-sini, ditarik/di-strechting, dan lain-lain. Dan, menurut-ku hasilnya jadi kurang sempurna.

Berbagai macam kain, memerlukan cara penyetrikaan yang berbeda. Berikut adalah cara penyetrikaan pada berbagai macam kain agar nantinya bisa menghasilkan busana dengan hasil dan penampilan sesuai harapan kita.

> Kain katun dan linen.

Untuk penyetrikaan kain katun dan linen bisa menggunakan setrika uap dengan setelan temperatur tinggi yang disesuaikan dengan ketebalan kain. Semprot sedikit dengan air secara merata. Pastikan yang disetrika adalah bagian buruk kain, untuk menghindari kilapan saat selesai disetrika. 

Setrika dengan setelan temperatur sedang, dan gunakan kain pelapis yang dilembabkan.

> Kain Rayon.

Setrika dengan setelan temperatur sedang, dan gunakan kain pelapis. Selalu setrika pada bagian buruk kain.

Kita harus bisa mencari cara sendiri untuk menyetrika. Kita bisa mencoba pada potongan kain yang akan kita jahit, dan menentukan setelan temperatur mana yang cocok, baru kita terapkan penyetrikaan pada kain yang akan dibuat busana.

Selasa, 24 September 2019

Peranku Dalam Kehidupan Ini

Untuk menemukan 6 peran dominan diriku, aku mengisi kuis yang ada di Asessment ST 30 di temu bakat.com secara manual.  Hasil jawabannya, Aku tulis di buku catatanku sendiri. Dari 30 kuis bakat terkait peran di Asessment ST 30, aku baca satu per satu kemudian aku pilih 6 yang paling sesuai dengan potensi diriku.   Kutemukan 6 tipe peran dominan diriku. Diantaranya adalah :

Analyst


Communicator


Creator


Designer


Educator


Journalist

Berikut ini adalah keterangan 6 kuis pilihanku di Asessment ST 30 yang dominan dengan potensi diriku.

Penggemar hal-hal detil dan selalu melakukan analisa terhadap berbagai peristiwa. (ANALYST)


Menyampaikan informasi, ide, perasaan dengan cara yang sederhana dan mudah dimengerti. (COMMUNICATOR)


Senang atau mampu menciptakan sesuatu yang baru seperti penulis, ilmuwan. (CREATOR)


Bisa membayangkan bagaimana sesuatu akan dibuat dan bisa menggambar rancangan hal tersebut. (DESIGNER)


Mendidik atau berperan dalam merencanakan dan mengarahkan pendidikan. (EDUCATOR)


Mampu membuat jurnal, buku harian atau catatan kejadian sehari-hari atau menulis laporan dan berita untuk disiarkan. (JOURNALIST)


Hidup itu sebenarnya adalah strategi. Jadi aku harus pintar-pintar saja mengaturnya. Jika aku mempunyai keinginan dan supaya keinginan itu bisa tercapai, maka aku harus mencari cara agar keinginanku bisa terwujud. Caranya adalah dengan pengaturan strategi yang tepat. Tentu saja dengan strategi yang terbaik. Karena memang hidup itu sebenarnya adalah pilihan untuk membuat strategi yang tepat.

Maka, agar aku bisa konsisten dengan keinginanku, kata-kata “Motivasi, Tujuan dan Mimpi”
yang bisa menjadikan aku ter-inspirasi adalah :

GAPAILAH TUJUAN-MU DENGAN SEJUTA STRATEGI.

EXPLORE YOUR CAPABILITIES.

PANTANG MENYERAH DAN SELALU BERSABARLAH.

Senin, 23 September 2019

Happy Dengan Proyek Menjahit

Rencana Project saya adalah :

MEMBUAT MUKENA COUPLE UNTUK IBU DAN ANAK

Menentukan model mukena.                     Saya memilih model mukena atasan dan bawahan.


Memilih bahan. Untuk membuat mukena, saya memilih bahan kain katun. Karena kain jenis ini dipakainya terasa adem dan nyaman. Disamping itu bahan katun juga mudah menyerap keringat. Sehingga kalau dipakai saat udara panas, terasa nyaman. Kelebihan lainnya, kain katun mudah untuk diseterika.


Memilih warna dan corak kain.                 Untuk atasan, saya memilih corak bunga-bunga. Saya menghindari corak binatang dan manusia. Karena mukena ini  untuk beribadah kepada Alloh Swt, jadi saya menghindari gambar-gambar bernyawa. Untuk bawahan saya memilih corak polos atau polkadot.


Mencuci kain bahan mukena dan menjemurnya.           Mencelupkan kain bahan mukena ke dalam air, kemudian langsung mengangkatnya tanpa diperas. Setelah itu diangin-anginkan sampai kering. Kalau terlihat kusut, diseterika dahulu.


Membuat ukuran mukena ibu dan anak.                          Saya akan mencatat ukuran mukena yang akan saya buat di buku notes (khusus menggambar pola) untuk ukuran mukena nya saya sendiri dan anak saya. Karena saya orangnya tinggi besar, saya membuat ukuran jumbo. Sedangkan anak saya, yang tinggi, saya sesuaikan dengan ukuran badannya. Saya juga menggambar pola mukena di buku notes. Hal ini akan memudahkan saya saat memotong kain nantinya.


Menyiapkan alat-alat untuk menjahit.  Mesin jahit, pita ukuran, pensil jahit, gunting kecil dan besar, pendedel, benang jahit sesuai warna kain, jarum jahit, jarum pentul, penggaris panjang dan lengkung, karet elastik.


Memotong kain sesuai pola mukena yang sudah di gambar.       Menata kain di lantai, melipat, menandai kain dan memotong kain.


Obras kain.                                                                                  Mengobras semua pinggiran kain mukena agar rapi.


Menjahit kampuh dan menjahit mukena sampai selesai baik atasan dan bawahan. Buat tali kepala, rangkapan bagian kepala dan pasang segitiga leher. Menjahit bawahan dan memasang karet elastik.


Finishing.            Memeriksa kerapihan jahitan, meneliti barangkali ada yang belum dijahit. Memastikan bahwa jahitan mukena sudah rapi dan bagus sebelum dicuci dan disimpan di almari.


Minggu, 22 September 2019

POTRET KELUARGA KECIL SAYA

INPUT
Ayah

Bekerja untuk mencari nafkah


Menyempatkan diri untuk berkumpul di ruang keluarga untuk membicarakan apa yang dialami hari itu.


Mendidik anak dengan baik sesuai parenting islami.

Ibu

Mengerjakan pekerjaan rumah tangga :


Menyapu lantai
-Mengepel lantai
-Membersihkan debu
-Mencuci
-Menyetrika
-Belanja
-Memasak
-Mencuci sayuran
-Membuang sampah

Menemani anak dalam belajar.


Menyiapkan keperluan semua anggota keluarga.


Menyempatkan diri berkumpul di ruang keluarga untuk membicarakan apa yang dialami hari itu.


Sebagai madrasah utama dan pertama anak.


Menjahit mukena/pakaian/pernak-pernik pada hari sabtu dan minggu.


Menemani anak cooking class di rumah.

Anak

Pergi ke sekolah menuntut ilmu.


Belajar dengan rajin, di sekolah maupun di rumah ( ini adalah tugas utama anak).


Membantu ibu membereskan rumah seperti mencuci piring dan gelasnya sendiri, merapikan mainannya dan merapikan tempat tidurnya.


Membuat hastakarya setiap hari sabtu.


Cooking class di rumah setiap hari minggu.

Nenek

Membantu cucunya (anak saya, fiori) belajar matematika.


Menemani fiori dan bermain bersamanya saat keluarka kecil kami berkunjung (silaturahmi) ke Kediri di rumah nenek. Biasanya saat liburan sekolah atau saat hari raya Idul Fitri.


Saat ibu saya telepon, hal penting yang dibicarakan adalah: 


Jika berbicara dengan saya, 

Mengingatkan agar saya bisa menjadi ortu yang tegas dan berwibawa di depan anak.


Agar mendidik fiori menjadi anak yang disiplin.


Mengingatkan agar aku jangan Lalai membiarkan fiori keluar rumah untuk bermain seharian sehingga lupa waktu untuk belajar.


Banyak memberi masukan dalam segala hal terutama dalam mendidik anak.


Jika berbicara dengan fiori,

Menasihati fiori agar tidak lupa belajar, rajin shalat, hormat sama kedua orang tua.


Kadang-kadang menanyakan ada PR atau tidak dari sekolah.

OUTPUT

Insya Alloh,

Setiap anggota keluarga yang saling memahami satu sama lain, akan membentuk ikatan keluarga yang kuat.


Membentuk keluarga yang sakinah,mawaddah dan warrohmah di dunia dan akherat.


Menghasilkan generasi islami, yang shalehah, berakhlaq baik.


Menjadi orang tua yang dirindukan anak.


Aamiin.

Sabtu, 21 September 2019

Berakhir Pekan Ceria Bersama Keluarga

Di hari Minggu pagi itu, saya bangun lebih pagi dari biasanya. Kemudian mengambil peralatan kebersihan rumah dan mulai beres-beres rumah agar rumah menjadi rapi. Disamping itu, hari itu ibu saya akan datang berkunjung ke rumah saya. Alhamdulillah saat ibu datang, rumah sudah selesai saya bersihkan. Sehingga saya tidak merasa malu karena suasana rumah sudah terlihat bersih dan rapi.

Ibu saya datang bersama adik perempuan, kakak perempuan dan keponakan laki-laki saya. Karena cuaca saat itu yang terasa panas, saya membuatkan minuman air jeruk peras kepada mereka semua. Kurang lebih 1 kilo jeruk peras saya jadikan minuman. Sengaja tidak saya tambah dengan air dan gula. Sehingga benar-benar dari air jeruk peras itu sendiri. Saya merasa bahagia karena  mereka suka dan menghabiskan air jeruk yang saya minum.

Oleh-oleh yang dibawa ibu dari Malang adalah keripik kentang dan cake. Saya ucapkan terima kasih kepada ibu. Karena sudah masuk waktu dhuhur, mereka bergantian melakukan shalat di musholla mungil di dalam rumah saya. Selepas itu kami semua pergi makan siang bersama di luar. Rumah makan "Amboina" adalah tujuan kami. Rumah makan itu sudah lama berdiri di Bangkalan dan sangat terkenal. Berbagai menu dagingpun tersedia. Mulai dari nasi gule, nasi soto jerohan, nasi rawon, nasi campur, nasi krengsengan dll. Harganya per porsi cukup Rp 20.000,- saja. Murah bukan? Dagingnya juga empuk, tebal dan banyak. Soal rasa, jangan diragukan lagi. Mantap deh pokoknya.

Setelah makan siang, rombongan kami menuju rumah saya lagi untuk beristirahat sejenak. Ibu saya  tidak menginap di rumah saya. Karena beliau banyak urusan. Selepas Ashar, ibu pamit untuk pulang. Meski masih merasa kangen tetapi aku harus rela melepaskannya. Ibu juga berjanji, jika waktu lagi akan menginap dan menemani saya lebih lama lagi. Adem rasanya hati ini mendengar perkataan dari ibu.

Putri saya, Almira saat itu lagi pergi bersama ayahnya, sehingga tidak sempat melihat neneknya saat pulang. Dia protes kepada  saya kenapa saya tidak menahannya. Tetapi saya menghiburnya dengan  mengatakan saat liburan nanti kita akan pergi ke rumah nenek di Kediri. Alhamdulillah, akhirnya dia bisa menerima.

Untuk menghilangkan kesedihan putri saya, saya mengajaknya pergi ke Hypermart untuk belanja bulanan sekaligus jalan-jalan. Kami (saya, suami dan putri saya) berangkat selepas Isya. Kami tiba di rumah kembali jam 8 malam. Hari itu saya merasa bersyukur karena bisa berakhir pekan bersama keluarga tercinta.

Jumat, 20 September 2019

Si Penyuka Deadline

Mau tahu, apa sih yang menjadikan aku suka dengan tenggat waktu? Tidak dapat aku pungkiri jika teknologi saat ini tumbuh dengan pesat. Komunikasi semakin mudah. Kalau ingin belajar ilmu apa saja, tidak harus menuju tempat dimana pemberi ilmu itu berada. Cukup buka gadget dan pastinya internetnya nyala, kita akan bisa belajar dan mendapatkan ilmu apa saja. 

Akupun gampang tergiur dengan banyaknya flyer yang berkeliaran di medsos seperti Instagram, Facebook dan WhatsApp. Karena aku suka menulis dan ingin agar tulisanku itu dibukukan, akupun mendaftar ke beberapa grup menulis online. Aku hanya ingin mengembangkan bakat menulisku saja. Disamping itu, aku juga ingin menjajal kemampuan ku dalam bidang tulis menulis.

Tibalah saat yang dinanti-nanti. Kelaspun dibuka dan para pesertanya siap belajar. Aku antusias menyambut kelas menulis. Dengan seksama, aku mempelajari materi demi materi yang diberikan oleh mentor menulis. Aku merasa caraku menulis selama ini perlu diperbaiki. Dan ternyata, saat belajar di kelas bersama dengan teman-teman yang lain, banyak inspirasi menarik tentang menulis yang aku dapatkan. Begitulah enaknya bisa bergabung di komunitas menulis. Banyak teman yang sama suhunya. Semangat untuk menulispun juga tumbuh. Kami juga saling menyemangati satu sama lain. 

Tak dapat dipungkiri bahwa setiap kegiatan menulis yang aku ikuti ini, semua dibatasi oleh yang bernama "Deadline". Kalau dibilang DL itu menakutkan, saya rasa tidak. Deadline itu membuat kita berdisiplin untuk mematuhi peraturan yang sudah dibuat. Tetapi kadangkala aku juga sulit untuk berdisiplin diri. Jika waktu deadline sudah di depan mata, barulah aku mempersiapkan diri. Kebiasaan ini membuatku tidak nyaman. Sepertinya hidupku hanya dikejar-kejar oleh deadline saja. 

Boleh dibilang, aku sekarang adalah pejuang deadline sejati."The power of kepepet" menjadi semboyan andalan yang aku gunakan saat menulis di ambang waktu deadline. Berharap ada keajaiban dan ide menarik yang muncul secara tiba-tiba  saat menulis dalam waktu yang singkat (mepet). Pelan tapi pasti aku akan merubah gayaku saat mengerjakan tugas menulis. Akan aku buat jadwal tentang tugas menulis di buku catatan ku. Sehingga aku tidak perlu lagi mengerjakan tugas mendekati waktu deadline sehingga terburu-buru mengerjakannya. Karena terburu-buru itu tidak enak. Hati menjadi tidak tenang. Selain itu, aku akan belajar konsisten dengan mengerjakan tugas menulis jauh dari waktu deadline. Semoga impianku ini bisa terwujud. Aamiin. Aku hanya ingin berkata dengan mantap bahwa aku penyuka "the power of miracle" karena mengerjakan tugas di awal waktu. Sekian.

Kamis, 19 September 2019

Nonfiksi Adalah Pilihanku

Bukan dari sekarang aku mencorat-coret di kertas. Apa saja aku tulis. Bahkan perjalananku ke rumah nenek bersama keluargaku menjadi bahan tulisanku saat ada PR Bahasa Indonesia. Masih kuingat, saat itu aku masih duduk di Sekolah Dasar kelas 4. Tetapi semangat menulisku sudah tumbuh. Tidak ada yang mengajariku. Kesenanganku menulis itu tumbuh dengan sendirinya. 

Setelah SMP, aku jadi penggila puisi. Di setiap akhir buku catatan ku, tak luput dari tulisan puisi hasil karyaku. Tetapi setelah dewasa dan mungkin sampai sekarang aku lebih suka menulis tentang pengalaman pribadi saja atau segala sesuatu yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari.  

Saya menyukai tulisan non fiksi karena tulisannya harus berdasarkan fakta, terdapat data yang akurat, kalau menulis harus jujur, ada permasalahan, penyebab terjadinya masalah dan solusi dari permasalahan tersebut.

Sebenarnya banyak sekali tema yang bisa diambil saat menulis cerita nonfiksi. Bentuknya bisa artikel, esai, opini, biografi dll. Aku suka membuat tulisan seperti bentuk-bentuk tersebut. Buatku, tulisan nonfiksi itu mudah dipahami serta tidak bertele-tele.

Aku ingin menjadi penulis nonfiksi terkenal seperti Bapak BJ Habibie, Asma Nadia,  Abah ihsan, ustad Abdul Somad dll. Membuat buku seperti mereka adalah angan-anganku saat ini. Banyak sekali tema dalam menulis nonfiksi itu. Diantaranya bisa bercerita tentang proyek keluarga, resep masakan sehari-hari serta pengalaman hidupku sehari-hari. 

Banyak sekali yang harus aku benahi.jika aku memilih genri nonfiksi dalam menulis. Aku harus mempelai KBBI dan PUEBI agar bisa menulis dengan kata baku. Disamping itu, harus belajar memunculkan ide yang bagus dalam tulisan sehingga tulisannya bisa menarik.

Rabu, 18 September 2019

"BUAH LERAK YANG MULTIFUNGSI" Oleh : Dyah Rati Ikasari  

    Saya sudah mengenal lerak sejak SD. Saat itu nenek saya selalu menggunakannya untuk mencuci jarit. Bahkan sisa air cuciannya pun, masih bisa digunakan untuk mengepel lantai. Beberapa bulan yang lalu, saya bergabung di grup WA yaitu tentang Zerowaste. Ikhtiar saya untuk meminimalkan sampah belum mencapai titik maksimal. Masih saya terapkan pelan-pelan. Saya masih belajar.
     Pada saat sesi tips inspiratif dari bintang tamu, saya tertarik dengan cara narsum menggunakan buah lerak/klerak untuk berbagai fungsi. Bisa untuk mencuci pakaian kecuali pakaian berwarna putih, mencuci piranti dapur, mengepel lantai dll. Saya akhirnya mencoba menerapkan tips tersebut di rumah saya.
     Pertama, saya melakukan uji coba dengan merendam 5 butir lerak dengan air seember. Selang 2 jam kemudian saya lihat, buah lerak masih keras dan belum lunak. Karena terlalu lama saya menunggu proses empuknya buah lerak dengan direndam biasa, saya mencoba cara lain yaitu dengan merebus lerak dengan api kecil selama 30 menit.  Sesudah dingin, saya coba pencet-pencet buah leraknya. Dan ternyata, saya takjub melihat hasilnya. Busanya banyak sekali saat saya pencet-pencet leraknya. Nah, itulah zat saponinnya. Yaitu zat pembersihnya. Kemudian setelah saya saring, baru saya masukkan cairan lerak ke botol untuk digunakan berbagai keperluan. Selama ini cairan lerak masih sebatas untuk mengepel lantai, mencuci pakaian dan membersihkan kaca jendela rumah. Wow, saya sungguh takjub saat melihat lantai saya bersih, kinclong dan keset. 
   Saat kaca-kaca jendela rumah sudah mulai terlihat kusam, saya ambil cairan lerak, kemudian saya bersihkan. Hasilnya jangan ditanya lagi. Kacanya jadi kinclong.  Iklan pembersih kaca yang ada TV kalah loh. Hehehehe.... Hasilnya benar-benar bersih, bening dan keset. Jadi, sekarang saya sudah menemukan pembersih yang ramah lingkungan tersebut. Harga lerak juga masih terjangkau. Saya menggunakan 3 kali perebusan setiap 5 buah lerak. Jadi menurut saya ini suatu penghematan rumah tangga. Saat saya pakai untuk menyikat lantai kamar mandi, hasilnya, kotoran-kotoran di lantai jadi ikut kebuang. Hidup lerak! 

Selasa, 17 September 2019

Belajar Konsisten Menjaga Kebersihan Dapur

Harapan Setelah Membersihkan Dapur :

Agar tetap konsisten menjaga kebersihan dapur.

Mempunyai vitalitas yang tinggi untuk urusan dapur.


Selalu rajin memasak si dapur dan selalu merasa nyaman  ketika berada di dapur karena semua barang-barang di dapur sudah ter-kategori, sudah tidak banyak, sehingga dapur terasa lega. Hanya tersisa barang-barang yang spark joy saja.


Semakin rajin mencuci piring.


Setelah selesai memasak, tidak malas untuk langsung membersihkan dapur.


Bisa lebih mudah saat mencari peralatan di dapur ( saat akan memasak atau membuat kue), karena barang diletakkan sesuai kelompoknya. Jika sebelumnya, karena barang ditumpuk jadi satu dan sembarangan, membuat aku kesulitan ketika mencari barang-barang.


Dengan metode konmari, melakukan pekerjaan di dapur makin cepat.

Kendala yang dialami ketika berbenah dapur :

Komono kitchen itu ternyata banyak juga macamnya. Untuk merapikan bagian dapur, perlu waktu yang panjang. Memang,sangat capek dan melelahkan. Tapi sebanding dengan hasilnya. Dapur jadi bersih dan rapi. 

Saat dikumpulkan jadi satu, terlihat kalau banyak sekali jenis-jenis peralatan rumah tangga yang aku punya. Diantaranya sendok garpu, serok, sutil, centong nasi, pisau, saringan, gunting dapur, telenan dsb. Belum lagi, koleksi peralatan baking-ku termasuk mixer, snack maker, under pan dll. Ada juga koleksi tupperware, magic com, panci presto dan wajan teflon bima ukuran besar. Semua memerlukan tempat tersendiri.

Banyaknya koleksi pisau, panci kecil dan barang-barang plastik, membuat aku berpikir untuk mengikhlaskan barang-barang tersebut kepada orang lain yang lebih membutuhkan. Aku merasa, barang-barang tersebut hanya akan memenuhi ruangan dapurku yang tidak terlalu luas ruangan-nya.

Khusus pada bagian bahan makanan, butuh kejelian dan ketelitian saat merapikan-nya. Banyak sekali aku temukan bahan makanan yang sudah expired atau kadaluarsa, tapi masih saja aku simpan di kulkas atau di rak dapur. 

cara mengatasi kendala tersebut :

Tidak membeli barang-barang plastik lagi. Karena selama ini ternyata aku hanya menumpuk barang saja dan tidak dipergunakan. Hanya ditumpuk saja.


Kalau mau nyetok bahan-bahan makanan, beli-nya secukupnya saja. Tidak berlebihan dan terlalu banyak seperti biasanya. Jadi aku baru akan membeli bahan makanan, kalau stok-nya sudah habis/ saat mau habis/ tinggal setengah saja. Dengan begitu, bahan makanan tidak mubazir dan dibuang percuma.


Selalu rutin memeriksa dan mengecek bahan makanan satu persatu untuk melihat tanggal kadaluarsa-nya.


Memberi label dan menempelkan-nya pada bagian luar kemasan bahan makanan, agar aku tahu sudah berapa lama bahan makanan tersebut aku simpan.


Senin, 16 September 2019

Arti Beberes Rumah Dalam Pikiranku

Rumah yang aku inginkan adalah “ Rumah sehat, bersih, nyaman dan asri “.

Aku ingin mempunyai lemari pakaian yang baju-bajunya tertata rapi. Aku merasa senang jika membuka lemari kemudian terlihat baju warna-warni yang tertata dengan rapi. Baik itu lemari anak dan suami. Pasti memilih dan mengambil pakaian juga gampang.

Aku senang koleksi buku. Baik itu buku agama islam, buku parenting, buku islam untuk anak. Sayang sekali,buku-bukunya belum tertata rapi di rak buku. Buku-buku koleksiku masih belum dipilih berdasarkan kategori. Mudah-mudahan bisa segera menata rak buku seperti yang ada di gambar diatas.

Dapur yang rapi dan bersih adalah dapur idamanku. Semua barang-barang di dapur rapi pada tempatnya. Karena setiap hari aku memasak di dapur. Kalau dapurku bersih, aku pasti semangat untuk memasak di dapur.

Aku mempunyai banyak sekali alat tulis. Melihat gambar diatas, aku terinspirasi ingin segera menata kumpulan alat tulisku agar rapi seperti gambar diatas.

*Pasang Jadwal*

🗓  Pasang deadline (tenggat waktu) di timeline jadwal Anda, tentukan kapan target Anda untuk menyelesaikan proses berbenah.

Bisa saja menyesuaikan dengan timeline kelas shokyuu kita. 🤗

Aku berharap kegiatan berbenah atau bersih-bersih rumah yang aku lakukan bisa selesai sesegera mungkin. Aku akan memulai hari ini, saat ini dan sekarang. Aku tidak mau menunda lebih lama lagi. Mudah-mudahan saja selesai dalam waktu 1 bulan

Sabtu, 14 September 2019

MENGHADAPI PERSOALAN HIDUP

Setiap manusia di dunia ini pasti mempunyai masalah. Tidak ada manusia di dunia ini yang lepas dari masalah. Hidup ini adalah perjuangan dan perjalanan untuk menjadi manusia yang bermanfaat buat sesama. Ada kalanya di tengah perjalanan tersebut, manusia dihadapkan pada masalah. Masalah tersebut kadang bisa membuat kita stres dan jiwa menjadi tertekan. Di kelas Gemari Madya, materi Menata Stres diberikan pada akhir atau penutup. 

Jika sudah tertimpa masalah dan menimbulkan stres, saya harus lebih responsif terhadap stres. Sebagai ibu rumah tangga dengan berjibun pekerjaan domestik yang seolah tidak ada habisnya, kadang membuat saya stres jika tidak pintar-pintar mengatur strategi. Banyak faktor yang menyebabkan stres. Misalnya rumah yang masih belum rapi, tugas rumah tangga yang keteteran, rumah yang masih berantakan, anak yang tidak mematuhi aturan keluarga, anak yang tidak mau belajar, anak yang banyak bermain dengan gawainya sehingga melupakan ibadahnya, perbedaan pendapat dengan suami juga sering menjadi faktor penyebab stres datang menghantui diri saya. Iman saya yang kadang naik turun bisa juga mengakibatkan saya menjadi stres.

Sebisa mungkin selama masih bisa saya atasi, pasti saya akan mencari solusi dari setiap permasalahan yang melanda. Jika saya sudah tidak mampu, biasahya saya curhat ke ibu saya. Buat saya, ibu saya adalah tempat curhat yang tepat dan nasihatnya bisa membebaskan saya dari stres. Stres adalah ketegangan jiwa. Kadangkala saya kesulitan mengatasi stres yang saya alami. Penyebabnya karena solusi untuk mengatasi stres yang saya hasilkan dari pola pikir saya yang bisa jadi tidak tepat dalam menghadapi setiap tantangan kehidupan yang saya hadapi setiap harinya. 

Cara pertama jika saya mengalami stres adalah dengan cara menenangkan diri. Mencari tempat yang nyaman untuk relaksasi seperti berdzikir dan berdoa kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala, Berdiam diri, merenung dan bermuhasabah diri itulah cara yang terbaik yang saya lakukan untuk meredakan stres yang saya alami. Saya merasa dengan melakukan cara diatas, hati dan jiwa saya bisa menjadi tenang kembali. Sebagai umat muslim, cara lain yang saya lakukan jika saya stres adalah lebih khusyuk dalam shalat, banyak berdoa, membaca Al'Quran sebagai penyejuk hati, mendatangi kajian islam dan bersikap sabar.  Itu kunci utamanya. Sebagai manusia biasa, saya ini tiada daya di hadapan sang Pengasih.

Berikhtiar Mengurangi Sampah Plastik

Saya mulai mengenal istilah zerowaste pada awal tahun 2019. Sebelumnya belum begitu paham apa saja kegiatan-kegiatan yang dianjurkan di dalam komunitas tersebut. Saya bergabung di grup Whatsapp Rumbel Zerowaste Ibu Profesional Surabaya Raya. Jadi posisi saya saat ini adalah sebagai pemula dan masih banyak belajar lagi kepada yang lebih berpengalaman. Sebelum bergabung di grup Rumbel Zerowaste, saya masuk di kelas laskar dulu. Disitu ada materi yang saya peroleh yaitu tentang pengetahuan zerowaste, cegah, olah dan pilah. Setiap pekan pasti ada tugas atau challengenya. Setelah materi selesai, tidak serta merta langsung menggugah hati ini untuk segera mempraktikkannya. Ada saja kendala dari diri sendiri yang saya alami. Mulai dari rasa malas untuk memulai dan rasa minder karena takut gagal selalu saja datang menghadang niat baik saya. Tetapi pelan tapi pasti, saya mulai bergerak untuk meninggalkan posisi sekarang yaitu di zona aman. Prinsipnya jika tekad dalam diri sudah bulat, pastilah niat baik saya akan dipermudah dengan sendirinya oleh Allah Subhanahun Wa Ta'ala.

Berpartisipasi menyelamatkan bumi adalah usaha yang terbaik. Karena siapa lagi kalau bukan kita para penghuninya. Masih lekat dalam ingatan saya ketika melihat tayangan di medsos tentang kematian ikan paus dan setelah dibuka perutnya terdapat banyak sekali sampah plastik. Sungguh miris rasanya hati ini dan membuat saya semakin sadar untuk segera berzerowaste. Upaya yang saya lakukan untuk mengurangi sampah plastik adalah dengan membuat tas kain sendiri. Alhamdulillah, saya bisa menjahit sehingga hanya membeli kainnya saja lalu membuatnya sendiri. Jadi, nanti jika tas-tas tersebut sudah selesai saya buat, insya Allah, akan memulai Istiqomah untuk menggunakannya ketika pergi belanja ke pasar. Tas tersebut bisa dicuci ulang jika sudah kotor atau mungkin saja basah karena tetesan air dari ikan segar di dalam kotak plastik food grade. Berbeda saja kalau ke pasar  tidak membawa tas kain. Pasti jika pulang membawa banyak tas kresek di rumah. Alangkah menyedihkan jika pola seperti ini tidak segera dihentikan. Kasihan dengan bumi yang sudah mulai menua.

Pada saat pertama kali membawa tas kain dan kotak plastik ke pasar, mungkin akan terkesan ribet. Tapi jika ini saya tekuni, pastilah hidup akan lebih nyaman tanpa sampah lagi. Tidak ada tumpukan tas kresek lagi di rumah. Koleksi plastik di rumah saya, masih banyak. Ada yang saya gunakan untuk tempat membuang sampah berupa plastik dan kertas saja. Sedangkan sampah organiknya saya masukkan di juglangan sebagai komposter. Tas kresek yang sobek- sobek, dipotong kecil-kecil dan dibuat ecobrick. Pengalaman berzerowaste yang sudah saya praktikkan sendiri adalah membuat eco enzyme dari kulit jeruk peras. Orange juice adalah minuman favorit saya. Supaya kulit jeruknya tidak masuk sampah, saya olah menjadi Eco Enzyme. Bahan-bahannya botol plastik kemasan ukuran 600ml, kulit buah, air dan gula pasir. Caranya gampang sekali. Tinggal memasukkan satu per satu kulit jeruknya ke dalam lubang botolnya. Karena saya enggan memotong kulit jeruk menjadi potongan kecil-kecil, kadang-kadang terasa seret atau macet saat memasukkannya ke lubang botol. Kulit jeruknya agak saya pilin supaya mudah masuk ke dalam botol. Setelah itu, beri gula pasir kurleb 3 sdm. Kemudian beri air sampai penuh. Tutup botolnya. Goyang-goyangkan agar tercampur rata. Buka kembali tutup botolnya sebentar agar udaranya keluar. Kemudian tutup lagi. Dan setelah 14 hari siap dipanen. Eco Enzyme ini biasanya digunakan untuk mengepel lantai dan membersihkan kaca jendela rumah. Hasilnya sungguh bersih. Saya sudah membuktikannya. Demikian tulisan singkat saya tentang upaya mengurangi sampah plastik.

@komunitas.odop
#tantangan1
#odopbatch7
#weekend
#odop
#daretodare
#satnit
#holiday
#challenge

Jumat, 13 September 2019

“MENJAHIT I’M in LOVE”

NAMA PROYEK SAYA :
MUKENA COUPLE IBU & ANAK, DASTER COUPLE IBU & ANAK, BAJU MUSLIM ANAK PEREMPUAN dan KEMEJA PRIA.

ALASAN MENGGAGAS PROYEK DAN PERJALANAN PROYEK :
Pertimbangan bakat yang berpassion dan minat saya di bidang menjahit menjadi alasan saya untuk menggagas proyek tersebut. Mukena adalah busana perlengkapan shalat untuk perempuan muslim. Mukena dipandang sebagai nilai fashion yang tinggi. Sengaja saya membuat mukena  kembaran dengan putri saya, supaya ia semakin rajin sholat. Daster adalah pakaian santai, yang terasa nyaman dan enak dipakai saat di rumah. Bahannya adem dari kain katun sehingga mudah menyerap keringat. Praktis, mudah dicuci dan cepat kering.
Baju muslim anak perempuan saya buat untuk dipakai putri saya kalau mengaji dan jika ada kegiatan Pondok Ramadhan. Disamping itu, saya ingin membiasakan diri memakaikan baju muslimah kepada putri saya yang sudah beranjak akil baligh agar ia terbiasa memakai pakaian yang sesuai syariat islam dan mau memakai jilbab sebagai kewajibannya sebagai seorang muslimah yang sudah mencapai usia baligh. Kemeja pria saya buat untuk suami. Keuntungan menjahit kemeja sendiri adalah bebas memilih model sesuai selera, ukuran baju bisa disesuaikan dengan badan agar pas dan nyaman, serta menghemat biaya.
      Berbagai persiapan sehubungan dengan proyek, saya lakukan dengan kesungguhan. Keseruannya pada saat hunting kain katun. Banyak sekali motif kain katun yang unyu-unyu. Semakin asyik saja berjibaku memadupadankan warna agar nampak serasi. Saya memilih warna kain yang cerah dan segar. Keseruan lain adalah saat memilih aksesoris tambahan untuk proyek saya agar tampilannya cantik dan menarik. Saya ingin proyek yang saya buat berkualitas baik, inovatif dan kreatif.
            Dalam melaksanakan proyek ini ada suka dukanya. Sukanya karena saya bisa mempraktekkan kemampuan saya dalam bidang menjahit. Dengan banyak berlatih, menjadikan saya semakin terampil dan mahir sebagai pembuat pakaian profesional. Kadang saya menemukan jahitan saya kurang rapi, miring atau nggak lurus. Sehingga saya harus mendedel jahitan. Permasalahan pada mesin jahit juga saya alami seperti jarum patah, benang putus,  jahitan nggak jalan, dll. Hasil jahitan yang selalu loncat atau tidak rapi terkadang terasa sangat menjengkelkan. Buat saya yang masih pemula belajar menjahit, butuh kesabaran dan ketelatenan agar bisa menjahit dengan jahitan yang rapi.
            Tantangan selama proyek adalah saat memilih model. Saya memilih model yang simpel dan sesuai dengan kemampuan yang saya miliki. Saya belajar untuk selalu mengukur dan mengasah kemampuan saya dalam hal teknik menjahit. Membuat pola itu ada hitungan matematika dan harus teliti mengukurnya. Saat melakukan pengukuran badan, seperti ukuran badan atas dan ukuran badan bawah,  harus pas saat mengukurnya. Ukuran yang tepat akan menentukan hasil jadi pakaian. Tidak kebesaran atau kekecilan. Kuncinya agar terampil dan mahir adalah : “LATIHAN & PENGALAMAN”.
Hikmah yang dapat diambil saat mengerjakan proyek adalah menjahit memberikan ruang berkreasi dan mengasah kreatifitas. Saya bisa berlatih dan mempraktekkan ilmu yang saya pelajari sehingga bisa bermanfaat. Keahlian menjahit adalah skill yang membutuhkan waktu dan kesabaran untuk dapat memberikan hasil yang maksimal. Untuk menjadi seorang penjahit profesional yang memiliki karya-karya luar biasa, butuh jam terbang yang lama dan butuh waktu bertahun-tahun.
            Rencana setelah proyek saya selesai adalah berlatih dengan berkreasi dan belajar Fashion Design. Menciptakan banyak hasil karya seperti membuat baju gamis modern, seprei, sarung bantal, gorden, tas dll. Selain menyalurkan hobi, menjahit juga bisa jadi modal untuk mempunyai usaha sampingan sehingga membantu perekonomian keluarga sekaligus menjadikan saya wanita yang mandiri.
Alhamdulillah, rasa syukur saya panjatkan kepada Allah SWT atas nikmat karunia-Nya sehingga  saya bisa menyelesaikan proyek saya ini dengan lancar. Terima kasih saya ucapkan kepada Ruang Berkarya Ibu yang memberikan ruang berkreasi sesuai bakat diri. Terima kasih buat suami saya M. Ali Syakur dan Putri saya Almira Sahda C.F. atas dukungan dan supportnya selama ini. Rasanya senang bisa membuat mukena dan baju untuk keluarga tercinta dengan buatan tangan saya sendiri. Tips buat saya :  Terus Semangat dan Jangan Mudah Menyerah !      

Kamis, 12 September 2019

CERITA SINGKATKU KETIKA BERKONMARI DULU

Awal aku mengenal beres-beres rumah ala KonMari ini di grup whatsapp parenting yang aku ikuti. Saat itu ada peserta grup yang ngeshare tentang kulwap beres-beres rumah ala jepang. Aku antusias ikut. Tapi ternyata grup nya sdh penuh. Akhirnya aku membaca resume kulwap nya saja. Aku masih belum ngeh pada saat itu dan berlalu begitu saja.

Aku mulai tertarik dengan KonMari ini pada saat membaca facebook Institute Ibu Profesional Malang yang mengumumkan tentang adanya intensive class KonMari. Pucuk dicinta ulam tiba, aku segera mendaftar. Alhamdulillah aku diterima masuk grup shokyuu intensive class.

Aku mulai rajin googling seputar KonMari ini. Aku menemukan banyak sekali tentang KonMari ini. Tak kuduga banyak sekali ibu2 yang sdh mengenal KonMari. Aku pun mulai belajar cara melipat baju seperti tutorial yang aku dapatkan di internet.

Saking semangatnya ber KonMari, aku juga membeli bukunya Marie Kondo versi bahasa indonesia. Judulnya The life changing magic of tidying up. Buku tersebut sedikit demi sedikit aku baca. Berharap segera tamat membaca bukunya Marie Kondo ini.

Melihat rumahku yang berantakan seperti kapal pecah😂, ingin sekali rasanya aku segera lulus di kelas KonMari ini dan berbenah secara total di rumahku. Dulu, sebelum mengenal konmari, sistem berbenah ku menurut tempat atau lokasi. Aku selalu memulai bersih2 rumah dari dapur, kamar tidur, sampai ke teras depan rumah. 

Ternyata setelah baca sana-sini tentang KonMari ini, aku baru mengerti bahwa bersih2 rumah sebaiknya berdasarkan kategori. Wah, ternyata aku salah selama ini. 

Dan aku juga baru mengetahui bahwa kunci sukses sebelum ber KonMari adalah merubah “ MINDSED”. Pernyataan itu ada di materi ke 1 kelas Shokyuu yang aku ikuti saat ini.

Berarti, mulai sekarang aku harus merubah pola pikir dulu sebelum siap untuk berbenah rumah.

Buatku, berbenah rumah merupakan tantangan tersendiri. Memulainya kadang terasa berat. Harus ada kemauan dari dalam diri untuk menyingkirkan rasa malas.  

Aku ingin rumahku bersih, rapi dan tidak berantakan. Untuk itu aku harus konsisten ( berusaha sampai berhasil) dalam berbenah rumah. Motivasi ku melakukan perubahan adalah :

Kondisi rumah yang bersih akan membuat suasana hati jadi lebih tenang, nyaman dan jadi betah tinggal berlama-lama di dalam rumah.


Rumah yang bersih nyaman dilihat.


Penyakit tidak mudah datang pada lingkungan yang bersih dan sehat.


Kebersihan sangat erat hubungannya dengan kehidupan agama islam. Bagi muslim “ Kebersihan sebagian dari iman “.


Agar tidak merasa Malu jika sewaktu-waktu ada tamu yang datang ke rumah. Baik itu teman, tetangga bahkan keluarga.


Belajar ikhlas melepas barang-barang yang sudah tidak kita butuhkan lagi untuk disedekahkan kepada orang lain yang lebih membutuhkan.


Sesuai dengan ajaran agama Islam yang saya anut, bahwa semua barang yang saya miliki akan saya pertanggungjawabkan di akhirat nanti. Jadi, pikir saya, walaupun saya menyukai barang tertentu, tapi jika tidak saya pakai atau saya fungsikan sesuai fungsi barang tersebut, maka barang tersebut akan jadi sia-sia.

Besar harapan ku, dengan mengikuti kelas Konmari ini, hidup ku akan lebih positif. Karena dilingkupi barang-barang yang positif dan penataan yang positif juga. Setelah itu bisa menularkan semangat positif berkonmari ini kepada semua orang yang memiliki masalah dengan berbenah dalam hidupnya. Sehingga bisa berperan serta membentuk lingkungan masyarakat yang positif.

Selasa, 10 September 2019

Rumah Hijau Saya

Rabu, 11 September 2019



Rumah saya yang bernuansa hijau. Orang bilang seperti kantor NU hehe..
Tapi nggaklah 😅

Entah mengapa setiap membeli barang-barang keperluan rumah tangga selalu saja memilih warna hijau. Adalah saya sebagai generasi kedua yang menyukai warna hijau untuk dekorasi rumah setelah ibu saya. Rumah ibu saya bercat hijau. Termasuk gorden, taplak meja, serbet makan dll. Dari saya kecil, warna hijau apapun di dalam rumah ibu saya seolah telah menghipnotis saya sehingga sayapun ikut senang dengan warna tersebut. Sampai berumah tangga, warna hijau masih melekat di dalam benak saya. 

Walaupun hijau ini warna favorit saya, tetapi dalam urusan fashion saya menjauhi warna ini. Saya lebih cocok memakai warna-warna netral seperti abu-abu tua, coklat tua dan biru Dongker. Nuansa hitam putih juga kesukaan saya saat mengenakan busana. Jadilah hijau hanya sebatas warna yang saya rasa cocok untuk rumah saja. Karena ibu sayapun juga demikian. Beliau kurang suka mengenakan busana yang berwarna hijau. Kebetulan kita berdua sama kompaknya dalam memilih warna hijau tidak untuk warna busana yang kita kenakan.

Di rumah saya yang tidak terlalu besar, gorden pun bernuansa hijau. Tutup magic com,  aqua galon dan kulkas rencananya juga akan saya seragamkan dengan warna berkesan adem itu. Tetapi karena saya masih belum sempat menjahitnya, kain yang sudah saya beli masih tersimpan rapi di dalam lemari. Rencananya, saya seragamkan juga dengan taplak meja makan seperti gambar yang sering saya lihat di Instagram. Karena di ruangan dapur, tembok dan keramiknya warna hijau, menjadi serasi nantinya jika dipandang. 

Saat cuaca terik, bahkan saya merasa adem dan nyaman saat berada di dalam rumah. Itulah kelebihan warna hijau. Cocok sekali dipakai di daerah tropis seperti di Bangkalan Madura Jatim. Kalau untuk warna pintu, mebel-mebel (almari pakaian, meja rias, dipan tempat tidur) dan meja kursi semua dari kayu jati sehingga berwarna coklat tua. Jadi meskipun menggemari warna hijau, tidak setiap sudut rumah diberi warna hijau. Rumah saya sekarang, warna catnya perpaduan antara hijau dan coklat tua. Biar tidak terkesan monoton. Tetapi untuk keranjang pakaian, gayung mandi, serbet makan, masih setia dengan warna hijau. Kadang urusan sabun colek, sabun cair dan sabun mandi pun, warna hijau masih menjadi pilihan utama. Jika tidak ada pilihan barulah beralih ke warna lain yang serasi dengan warna hijau seperti kuning. 

Warna hijau sepertinya sudah mendominasi dalam kehidupan saya. Sempat terpikir juga akan merubah warna kompor gas dan wastafel dengan warna hijau. Semua itu terinspirasi ketika saya melihat IG ibu-bu yang super rajin dalam mendekor rumahnya sehingga rumahnya menjadi cantik dan keren. Tetapi sampai sekarang, keinginan tersebut belum terwujud. Keramik kamar mandi, saya pilih warna hijau tosca. Pun demikian dengan lantai rumah, keramiknya warna nya hijau muda. Hanya teras saja yang berwarna tua tetapi masih ada sedikit sentuhan warna hijaunya. 

Halaman rumah saya berlantai pavling, jadi saya menanam tanaman koleksi saya di dalam pot. Tetapi meskipun di pot, tidak mengurangi keasrian rumah saya. Rumah saya tetap terlihat asri. Jenis tanaman seperti sirih-sirihan, lidah buaya, kemuning dan sukulen ada di teras rumah. Dahulu saya menyukai bunga mawar dan menanam warna pink dan kuning. Tetapi tanaman ini harus disiram setiap hari. Dan saya kurang telaten menyiramnya. Akhirnya Tamanan mawar saya mati. Sedih sekali kalau mengingat peristiwa itu. Padahal jika sedang berbunga banyak, saya sering memandanginya saat pagi dan siang karena memang bunga ini sangat indah sekali. Suatu saat nanti, saya ingin menanamnya lagi dan tidak menyia-nyiakannya. 

Sekian cerita dari saya.

Betapa Senang Rasa Hatiku

Sesudah menjemput putri saya dari sekolah, sesampainya di rumah, saya merebahkan diri di sofa yang berada di teras. Sesaat tangan ini ingin mengambil HP yang tergeletak di meja dekat sofa. Sambil duduk bersandar di pinggiran sofa, saya mulai membuka WhatsApp dan membaca beberapa pesan. Secara tidak sengaja, saya membaca pesan melalui wapri dari pengurus Rumbel Craft&DIY Sujo yaitu mba Ersa. Saya merasa senang sekali saat selesai membaca pesannya. Bagaimana tidak, Alhamdulillah saya menang dalam challenge Membuat "Macrame Plant Hanger". Bersyukur sekali karena bukan saja ilmu yang saya peroleh. Tetapi saya bisa menghias rumah saya dengan pot gantung dari Macrame. Mba Ersa meminta saya menuliskan alamat rumah saya karena akan mengirim buku cantik. Sebuah buku berjudul "Yuuk Membuat Suvenir Sendiri" karya IR. Margarita H.

Pastinya, mulai sekarang, semangat saya mulai timbul agar terus berlatih membuat hasta karya yang bermanfaat. Semoga buku nya bisa bermanfaat buat saya pribadi dan bisa saya praktekkan semuanya. Sepintas saya melihat isi dari buku tersebut cukup keren. Banyak kreasi cantik dan unik yang disuguhkan. Sebagai pemula tentunya saya akan merasa dituntun satu persatu tahapan dalam membuat hasta karya seperti yang diceritakan sekilas di dalam bukunya. Sehingga memudahkan saya dalam membuatnya.

Terima kasih saya ucapkan kepada Rumbel Craft&DIY Surabaya_Sidoarjo, mba Ninik Suhartini selaku PJ Rumbel, mba Vivin sebagai pemateri keren dan pengurus Rumbel yaitu mba Novri dan mba Ersa. Bukunya keren banget. Saya tidak sabar ingin segera membuka sampulnya jika sudah sampai di rumah.

Alhamdulillah, hari-hari saya sekarang bisa diisi dengan me time yang sesuai dengan bakat dan minat saya. Tentunya tetap fokus pada keluarga sebagai tujuan utama. Jika urusan domestik sudah beres, barulah waktu luang tersebut bisa diisi dengan kegiatan membuat hasta karya. 

Karena saya juga mempunyai anak gadis, bernama Fiori, saya berniat untuk mengajaknya me time berdua membuat hasta karya. Sejak kecil saya sudah melibatkan dia jika saya membuat kreasi seni. Bahkan Fiori sudah bisa menjahit dengan tangan sejak dia duduk di bangku TK. Waktu itu, dia membuat gantungan kunci dari kain flanel. Saya mengajarinya tusuk feston. Dan dia bisa. Hanya saja, sesekali dia meminta bantuan saya untuk memasukkan benang ke jarumnya. Demi mengasah bakat putri saja, saya berniat untuk membimbingnya agar selalu mengisi hari-hari nya dengan kegiatan yang positif yakni membuat hasta karya dengan buku hadiah saya sebagai panduannya.

Sekian goresan pena dari saya.


Buku hadiah dan Macrame buatan saya😍🥰

Senin, 09 September 2019

Cerita Saya Membuat Macrame Plant Hanger

     Sejak bergabung di Institut Ibu Profesional (IIP) Surabaya Raya pada tahun 2017, saya seperti menjadi wanita yang sebenarnya. Banyak ilmu tentang parenting dan ilmu kewanitaan seperti Boga, Bisnis, Qur'an, Craft dan DIY saya dapatkan.  Di sebuah grup whatsapp IIP, saya tergabung di Rumah Belajar (Rumbel) Craft dan DIY. Setiap bulan, selalu ada kegiatan offline dan online. Kegiatan offline yang pernah saya ikuti adalah membuat bunga dari kaos kaki stocking. Sebagai wanita, senang rasanya, apabila saya bisa membuat ketrampilan. 
     Untuk kegiatan online nya, biasanya ada tantangan (challenge) untuk membuat hasta karya. Seperti bunga tulip dari perca, seni merajut dan kreasi dari kain perca. Hadiah berupa buku notes keren berlogo ibu profesional dengan binder dari kain goni berhasil saya dapatkan pada waktu itu, saat ada challenge membuat kreasi perca. Saya membuat selimut kecil dari perca. Alhamdulillah, saya menang. Dan pada bulan September ini, challengenya adalah membuat Macrame Plant Hanger. Ada tutorialnya berupa tulisan dan beberapa video. Semua itu untuk memudahkan peserta yang mengikuti challenge agar mudah membuatnya. 
      Begitu pengumuman batas akhir pembuatan hasta karya sudah di share di grup oleh bunda yang memberikan materi, sayapun bergegas mengambil buku notes kecil saya untuk mencatat apa saya peralatan yang harus saya beli. Ternyata tidak ribet. Hanya tali kur dan ring besi saja. Buat saya, membuat Macrame Plant Hanger ini merupakan tantangan baru saya dalam dunia prakarya. Sebelumnya saya belum pernah mengenal apa itu Macrame. Pada awalnya saya ragu-ragu untuk membuatnya. Karena saya merasa tidak yakin. Tetapi pikiran tersebut saya tepis. Saya harus mencobanya. Perkara nanti macet ditengah jalan, itu urusan belakangan.  
     Dengan penuh semangat, saya memberanikan diri membuatnya. Dengan sabar, saya mengikuti petunjuknya satu demi satu. Saya potong tali kur warna hijau daun sesuai petunjuk. Warna hijau adalah warna kesukaan saya karena memberi kesan segar. Sejenak saya luangkan waktu untuk mengamati tutorial yang ada di video. Jika masih belum paham, saya ulangi sampai saya benar- benar mengerti. 
     Setelah paham, langsung saja saya praktekkan biar tidak lupa. Tetapi masih saja terjadi kesalahan. Sehingga saya harus membongkarnya lagi. Kejadian ini jika dihitung, lebih dari satu kali. Saya tidak putus asa. Jika merasa jenuh, saya tinggal kan dahulu pekerjaan saya tersebut. Jalan-jalan di depan rumah menjadi solusinya. Setelah pikiran segar, barulah saya lanjutkan kegiatan saya tadi. Setelah refreshing, sepertinya saya lebih mudah dan tidak bingung saat membuat Macrame. Videonya juga lebih gampang saya mengerti. Pelan tapi pasti saya ikuti beberapa langkah terakhir pembuatan Macrame. Alhamdulillah, akhirnya jadi juga. Betapa senang rasa hati ini, saat memandangi hasil karya sendiri yang selama ini saya berpikiran mustahil untuk bisa membuatnya. 
     Macrame yang sudah jadi, saya masuki pot yang berisi bunga hidup yaitu sirih-sirihan. Masya Allah, betapa indahnya saat saya gantungkan di pagar. Seperti asri jika di depan rumah ada tanaman hidup dengan pot gantung. Rasanya tidak percaya, kalau gantungan pot itu hasil karya saya. Saya ingin membuat dua lagi. Segala sesuatu, kalau ditekuni dengan baik, insya Allah akan menghasilkan karya yang bagus dan indah. Anggap saja, semua kesalahan yang pernah dibuat itu sebagai cambuk untuk menghasilkan karya yang lebih baik lagi. Saya berharap, semoga saya menang lagi di challenge kali ini. Aamiin.