Jumat, 11 Oktober 2019

KMP Joko Tole

KMP Joko Tole

Hari ini aku ada acara mengikuti workshop di Surabaya. Tepatnya di Grand City Convention hall Surabaya. Pukul 09.00 wib aku sampai di tempat tujuan. Aku diantar suami. Kami naik sepeda motor. Karena berangkat dari rumah belum sarapan, akhirnya kami mampir di rumah makan terdekat.

Kami berdua memilih nasi pecel sebagai menu sarapan. Lauknya lengkap. Ada tahu goreng, tempe goreng, dadar jagung dan 2 buah rempeyek udang.  Minumnya teh hangat. Selesai sarapan, suami mengantar saya menuju lokasi workshop. Ternyata kami harus naik lift berjalan sebanyak tiga kali barulah sampai di gedung convention hallnya.

Alhamdulillah, saya bertemu dengan ibu yang akan mengikuti workshop serupa dengan aku. Aku dan ibu tersebut berbarengan menuju ruangan. Suasana di dalam gedung ramai sekali. Karena berbarengan dengan acara Jatim fair. Setelah workshop berakhir kira-kira jam 12.30 wib, aku berputar mengelilingi bazar UMKM. Semua UMKM dari seluruh  Indonesia berkumpul jadi satu dalam stand bazar. Ada dari Pamekasan, Probolinggo, Blitar, Kediri, Lamongan, Mojokerto, Surabaya, Kalimantan, Bali dll. Semua memamerkan hasi produk daerah setempat.

Masya Allah, sungguh Indonesia negara yang sangat kaya akan pesona batiknya. Karena hampir setiap stand yang aku kunjungi, tidak ada yang tidak menjual batik khas daerah masing-masing. Setiap stand pasti ada batiknya. Aku tidak membeli batik karena disamping harganya yang mahal yaitu minimal Rp. 400.000,-, aku sudah mempunyai koleksi kain batik yang belum aku jahit. Harga batik koleksiku di rumah paling mahal sekitar Rp. 175.000,-. Itupun sudah bagus menurut saja dan menurut kemampuan saya hehehe..

Aku hanya membeli camilan seperti keripik singkong, keripik mbothe, bakso goreng dan jamur crispy. Setalah puas mengelilingi stand bazar, aku memesan grab menuju dermaga ujung tanjung perak Surabaya. Tetapi ada kejadian lucu saat aku dan abang Granny's hampir tiba di pelabuhan. Kami kesasar sampai ke daerah Ampel Surabaya. Ini dikarenakan Abang grabnya tidak tahu jalan ke pelabuhan. Akhirnya aku turun di Ampel dan melanjutkan perjalananku dengan naik becak. Ongkos becak dari Ampel ke Pelabuhan hanya Rp. 25.000,-. Murah bukan?

Setelah membeli karcis untuk naik kapal seharga Rp. 5.000,-, akupun bergegas menuju KMP Joko Tole. Aku sengaja memilih kursi yang dekat dengan penjual bakso karena ingin makan siang. Aku membeli semangkuk bakso dan Alhamdulillah aku membawa botol minum sendiri. Buatku ini adalah penghematan. Sehingga aku tidak perlu mengeluarkan uang lagi untuk membeli air minum. Semenjak belajar Zerowaste, setiap pergi keluar rumah, aku selalu membawa peralatan makan dan minum.

Rasanya naik kapal Feri itu bagaimana ya? Tentu saja nyaman. Tidak terasa kalau sedang naik kapal. Jalannya lambat karena muatannya berpuluh-puluh mobil, sepeda motor dan manusia juga. Nama yang tertempel di kapal adalah nama-nama tokoh legenda yang tersohor di Madura seperti Potre Koneng, Joko Tole dll. Selepas turun dari kapal, aku masih harus meneruskan perjalanan ke Bangkalan, tempat aku tinggal. Aku naik angkutan umum. Jangan dikira, angkutannya langsung berjalan, tetapi masih menunggu beberapa penumpang yang duduk, baru berjalan. Aku berusaha sabar untuk menunggu nya. Aku sadar, begitulah kehidupan yang sesungguhnya itu. Masih banyak nikmat Allah Subhanahu Wa Ta'ala yang harus aku syukuri.

Begitulah perjalananku kali ini yang bertujuan untuk belajar dan menuntut ilmu. Semoga ilmu yang aku peroleh hari ini, bisa aku aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari dan ilmunya berkah. Aamiin ya rabbal alamin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar