Sejak bergabung di Institut Ibu Profesional (IIP) Surabaya Raya pada tahun 2017, saya seperti menjadi wanita yang sebenarnya. Banyak ilmu tentang parenting dan ilmu kewanitaan seperti Boga, Bisnis, Qur'an, Craft dan DIY saya dapatkan. Di sebuah grup whatsapp IIP, saya tergabung di Rumah Belajar (Rumbel) Craft dan DIY. Setiap bulan, selalu ada kegiatan offline dan online. Kegiatan offline yang pernah saya ikuti adalah membuat bunga dari kaos kaki stocking. Sebagai wanita, senang rasanya, apabila saya bisa membuat ketrampilan.
Untuk kegiatan online nya, biasanya ada tantangan (challenge) untuk membuat hasta karya. Seperti bunga tulip dari perca, seni merajut dan kreasi dari kain perca. Hadiah berupa buku notes keren berlogo ibu profesional dengan binder dari kain goni berhasil saya dapatkan pada waktu itu, saat ada challenge membuat kreasi perca. Saya membuat selimut kecil dari perca. Alhamdulillah, saya menang. Dan pada bulan September ini, challengenya adalah membuat Macrame Plant Hanger. Ada tutorialnya berupa tulisan dan beberapa video. Semua itu untuk memudahkan peserta yang mengikuti challenge agar mudah membuatnya.
Begitu pengumuman batas akhir pembuatan hasta karya sudah di share di grup oleh bunda yang memberikan materi, sayapun bergegas mengambil buku notes kecil saya untuk mencatat apa saya peralatan yang harus saya beli. Ternyata tidak ribet. Hanya tali kur dan ring besi saja. Buat saya, membuat Macrame Plant Hanger ini merupakan tantangan baru saya dalam dunia prakarya. Sebelumnya saya belum pernah mengenal apa itu Macrame. Pada awalnya saya ragu-ragu untuk membuatnya. Karena saya merasa tidak yakin. Tetapi pikiran tersebut saya tepis. Saya harus mencobanya. Perkara nanti macet ditengah jalan, itu urusan belakangan.
Dengan penuh semangat, saya memberanikan diri membuatnya. Dengan sabar, saya mengikuti petunjuknya satu demi satu. Saya potong tali kur warna hijau daun sesuai petunjuk. Warna hijau adalah warna kesukaan saya karena memberi kesan segar. Sejenak saya luangkan waktu untuk mengamati tutorial yang ada di video. Jika masih belum paham, saya ulangi sampai saya benar- benar mengerti.
Setelah paham, langsung saja saya praktekkan biar tidak lupa. Tetapi masih saja terjadi kesalahan. Sehingga saya harus membongkarnya lagi. Kejadian ini jika dihitung, lebih dari satu kali. Saya tidak putus asa. Jika merasa jenuh, saya tinggal kan dahulu pekerjaan saya tersebut. Jalan-jalan di depan rumah menjadi solusinya. Setelah pikiran segar, barulah saya lanjutkan kegiatan saya tadi. Setelah refreshing, sepertinya saya lebih mudah dan tidak bingung saat membuat Macrame. Videonya juga lebih gampang saya mengerti. Pelan tapi pasti saya ikuti beberapa langkah terakhir pembuatan Macrame. Alhamdulillah, akhirnya jadi juga. Betapa senang rasa hati ini, saat memandangi hasil karya sendiri yang selama ini saya berpikiran mustahil untuk bisa membuatnya.
Macrame yang sudah jadi, saya masuki pot yang berisi bunga hidup yaitu sirih-sirihan. Masya Allah, betapa indahnya saat saya gantungkan di pagar. Seperti asri jika di depan rumah ada tanaman hidup dengan pot gantung. Rasanya tidak percaya, kalau gantungan pot itu hasil karya saya. Saya ingin membuat dua lagi. Segala sesuatu, kalau ditekuni dengan baik, insya Allah akan menghasilkan karya yang bagus dan indah. Anggap saja, semua kesalahan yang pernah dibuat itu sebagai cambuk untuk menghasilkan karya yang lebih baik lagi. Saya berharap, semoga saya menang lagi di challenge kali ini. Aamiin.
Daftar Blog Saya
Senin, 09 September 2019
Cerita Saya Membuat Macrame Plant Hanger
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Wah tosss.. Saya Juga resmi masuk IP tahun 2017.. sudah selesai Bunsay Juga mbak?
BalasHapusSama ya mba, saya juga sudah lulus dari Bunsay 3 hehe..Ross dehπ
HapusToss ya mba π₯°
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusMasyaallah... Ketemu di sini. Sesama IPers. Mbak Mbak alumni matriks berapa berarti? π€π€π€
BalasHapusHalo mba, Alhamdulillahbisa bertemu teman sesama IP hehe..Kalau ngga salah, saya lulusan matriks 4π
Hapus