Sabtu, 28 September 2019

Semangatku Membuat Prakarya

Hari menjelang subuh saat aku baru saja bangun. Udara terasa dingin dan membuat badan terasa segar. Aku baru ingat kalau di akhir Minggu aku
berkumpul dengan bunda-bunda shalehah untuk membuat hasta karya. Terbayang tempat ku menimba ilmu yang lumayan cukup jauh.

Aku berdomisili di Bangkalan Madura. Tetapi aku bukan orang Madura. Kota asalku adalah di Kediri Jatim. Tinggal di Madura karena suami bertugas di Bangkalan. Karena aku hobi membuat hasta karya, aku selalu antusias untuk ikut meski kadang lokasinya cukup jauh. Sebagai wanita, aku ingin bisa membuat kerajinan dan ketrampilan.

Adalah di Surabaya, yang jika ditempuh menggunakan sepeda motor memerlukan waktu sekitar 2,5 jam itulah tempatku belajar ketrampilan. Kadang aku malah lebih santai jika naik kapal menyeberang ke tanjung perak.  Biasanya aku berangkat lebih awal supaya tidak terlambat dan ketinggalan ilmu.  Meski kadang aku harus menunggu sampai 2 jam, itupun tidak menjadi masalah buat saya.

Menurut mentorku di tempat belajar, setiap selesai mendapatkan materi, hendaknya jangan malas untuk giat berlatih di rumah. Karena percuma jika sudah jauh-jauh datang ke Surabaya tetapi tidak bersungguh-sungguh dalam belajar. Akhirnya ilmu yang diperoleh akan sia-sia. Kalau mempunyai niat bahwa "aku ingin bisa", pastilah akan meraih kesuksesan. Dan yang lebih penting, saat di kelas, kita tidak boleh berbicara sendir dengan teman di sebelahnya, tetapi harus serius mendengarkan arahan dari mentor.

Dengan semakin banyaknya ketrampilan yang aku miliki, kelak aku akan memanfaatkan ilmuku itu untuk berbisnis. Wanita harus mandiri tetapi tidak sombong. Karena memperbanyak ketrampilan itu merupakan bagian dari mengasah potensi diri. Maka seyogyanya, sebagai manusia kita tidak perlu sombong dan berbesar hati. Sudah seharusnya, para pembelajar (penuntut ilmu) itu senantiasa menjadi orang yang rendah hati.



1 komentar:

  1. Masyaa Allah, Mba Ranti... Apik sekali tulisannya ini. Pengingat yang nyess sampai ke hati. Sepakat sekali sama kata-katanya Mba: "para penuntut ilmu harus senantiasa rendah hati"...

    Makasih atas tulisannya, Mbaa. Jazaakillahu khayr.

    BalasHapus