Almira, demikian saya memanggil putri saya. Tidak terasa dia sudah beranjak remaja atau Aqil baliq. Sebagai ibu saya masih menilai bahwa putri daya belum mandiri sepenuhnya. Setiap pagi masih memintanya kembali bantuan orang tuanya untuk membacakan jadwal pelajarannya.
Sejak kecil, Almira sudah berlatih mandiri. Bahkan saat masih TK, dia terbiasa memakai baju dan sepatu sendiri. Entah mengapa setelah besar, dia semakin manja dan minta diperhatikan lebih oleh kami orangtuanya. Dia memang putri saya satu-satunya. Tetapi meskipun dia putri saya satu-satunya, bukan berarti saya membiarkan saja dia berperilaku manja.
Banyak cara saya lakukan agar Almira bisa menjadi anak yang mandiri. Diantaranya dengan membiarkan dia berangkat sendiri ke tempat les, belajar membuat PR sendiri, membersihkan kamarnya sendiri dll. Pada awalnya saya agak kerepotan jika menyuruhnya. Tetapi saya yakin seiring berjalannya waktu, dia akan menjadi anak yang mandiri.
Sebagai ibu rumah tangga, tentunya saya banyak di rumah untuk membersamai keluarga. Tetapi jika saya pergi ke luar kota dan tidak menginap, biasanya Almira saya suruh menjaga rumah. Segala macam makanan saya sediakan, sehingga Almira bisa dengan mudah mengambilnya sendiri. Begitulah kira-kira cara saya agar anak bisa mandiri.
Tidak ada kata terlambat dalam mendidik anak. Saya harus bersabar meski kadangkala saya diuji dengan melihat anak yang masih bergantung pada orangtuanya. Alhamdulillah, pelan tapi pasti saya akan mendidik Almira agar bisa menjadi anak yang baik dan mandiri. Karena jika Almira
punya sikap mandiri, maka kelas jika dewasa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar