Awal aku mengenal beres-beres rumah ala KonMari ini di grup whatsapp parenting yang aku ikuti. Saat itu ada peserta grup yang ngeshare tentang kulwap beres-beres rumah ala jepang. Aku antusias ikut. Tapi ternyata grup nya sdh penuh. Akhirnya aku membaca resume kulwap nya saja. Aku masih belum ngeh pada saat itu dan berlalu begitu saja.
Aku mulai tertarik dengan KonMari ini pada saat membaca facebook Institute Ibu Profesional Malang yang mengumumkan tentang adanya intensive class KonMari. Pucuk dicinta ulam tiba, aku segera mendaftar. Alhamdulillah aku diterima masuk grup shokyuu intensive class.
Aku mulai rajin googling seputar KonMari ini. Aku menemukan banyak sekali tentang KonMari ini. Tak kuduga banyak sekali ibu2 yang sdh mengenal KonMari. Aku pun mulai belajar cara melipat baju seperti tutorial yang aku dapatkan di internet.
Saking semangatnya ber KonMari, aku juga membeli bukunya Marie Kondo versi bahasa indonesia. Judulnya The life changing magic of tidying up. Buku tersebut sedikit demi sedikit aku baca. Berharap segera tamat membaca bukunya Marie Kondo ini.
Melihat rumahku yang berantakan seperti kapal pecah😂, ingin sekali rasanya aku segera lulus di kelas KonMari ini dan berbenah secara total di rumahku. Dulu, sebelum mengenal konmari, sistem berbenah ku menurut tempat atau lokasi. Aku selalu memulai bersih2 rumah dari dapur, kamar tidur, sampai ke teras depan rumah.
Ternyata setelah baca sana-sini tentang KonMari ini, aku baru mengerti bahwa bersih2 rumah sebaiknya berdasarkan kategori. Wah, ternyata aku salah selama ini.
Dan aku juga baru mengetahui bahwa kunci sukses sebelum ber KonMari adalah merubah “ MINDSED”. Pernyataan itu ada di materi ke 1 kelas Shokyuu yang aku ikuti saat ini.
Berarti, mulai sekarang aku harus merubah pola pikir dulu sebelum siap untuk berbenah rumah.
Buatku, berbenah rumah merupakan tantangan tersendiri. Memulainya kadang terasa berat. Harus ada kemauan dari dalam diri untuk menyingkirkan rasa malas.
Aku ingin rumahku bersih, rapi dan tidak berantakan. Untuk itu aku harus konsisten ( berusaha sampai berhasil) dalam berbenah rumah. Motivasi ku melakukan perubahan adalah :
Kondisi rumah yang bersih akan membuat suasana hati jadi lebih tenang, nyaman dan jadi betah tinggal berlama-lama di dalam rumah.
Rumah yang bersih nyaman dilihat.
Penyakit tidak mudah datang pada lingkungan yang bersih dan sehat.
Kebersihan sangat erat hubungannya dengan kehidupan agama islam. Bagi muslim “ Kebersihan sebagian dari iman “.
Agar tidak merasa Malu jika sewaktu-waktu ada tamu yang datang ke rumah. Baik itu teman, tetangga bahkan keluarga.
Belajar ikhlas melepas barang-barang yang sudah tidak kita butuhkan lagi untuk disedekahkan kepada orang lain yang lebih membutuhkan.
Sesuai dengan ajaran agama Islam yang saya anut, bahwa semua barang yang saya miliki akan saya pertanggungjawabkan di akhirat nanti. Jadi, pikir saya, walaupun saya menyukai barang tertentu, tapi jika tidak saya pakai atau saya fungsikan sesuai fungsi barang tersebut, maka barang tersebut akan jadi sia-sia.
Besar harapan ku, dengan mengikuti kelas Konmari ini, hidup ku akan lebih positif. Karena dilingkupi barang-barang yang positif dan penataan yang positif juga. Setelah itu bisa menularkan semangat positif berkonmari ini kepada semua orang yang memiliki masalah dengan berbenah dalam hidupnya. Sehingga bisa berperan serta membentuk lingkungan masyarakat yang positif.
Familiar dengan istilah konmari ini. Terima kasih atas sharingnya, Mbaaak~ Oiya sepertinya ada typo di Mindset ya Mba, hehe
BalasHapus