Bukan dari sekarang aku mencorat-coret di kertas. Apa saja aku tulis. Bahkan perjalananku ke rumah nenek bersama keluargaku menjadi bahan tulisanku saat ada PR Bahasa Indonesia. Masih kuingat, saat itu aku masih duduk di Sekolah Dasar kelas 4. Tetapi semangat menulisku sudah tumbuh. Tidak ada yang mengajariku. Kesenanganku menulis itu tumbuh dengan sendirinya.
Setelah SMP, aku jadi penggila puisi. Di setiap akhir buku catatan ku, tak luput dari tulisan puisi hasil karyaku. Tetapi setelah dewasa dan mungkin sampai sekarang aku lebih suka menulis tentang pengalaman pribadi saja atau segala sesuatu yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari.
Saya menyukai tulisan non fiksi karena tulisannya harus berdasarkan fakta, terdapat data yang akurat, kalau menulis harus jujur, ada permasalahan, penyebab terjadinya masalah dan solusi dari permasalahan tersebut.
Sebenarnya banyak sekali tema yang bisa diambil saat menulis cerita nonfiksi. Bentuknya bisa artikel, esai, opini, biografi dll. Aku suka membuat tulisan seperti bentuk-bentuk tersebut. Buatku, tulisan nonfiksi itu mudah dipahami serta tidak bertele-tele.
Aku ingin menjadi penulis nonfiksi terkenal seperti Bapak BJ Habibie, Asma Nadia, Abah ihsan, ustad Abdul Somad dll. Membuat buku seperti mereka adalah angan-anganku saat ini. Banyak sekali tema dalam menulis nonfiksi itu. Diantaranya bisa bercerita tentang proyek keluarga, resep masakan sehari-hari serta pengalaman hidupku sehari-hari.
Banyak sekali yang harus aku benahi.jika aku memilih genri nonfiksi dalam menulis. Aku harus mempelai KBBI dan PUEBI agar bisa menulis dengan kata baku. Disamping itu, harus belajar memunculkan ide yang bagus dalam tulisan sehingga tulisannya bisa menarik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar