Rabu, 11 September 2019
Rumah saya yang bernuansa hijau. Orang bilang seperti kantor NU hehe..
Tapi nggaklah 😅
Entah mengapa setiap membeli barang-barang keperluan rumah tangga selalu saja memilih warna hijau. Adalah saya sebagai generasi kedua yang menyukai warna hijau untuk dekorasi rumah setelah ibu saya. Rumah ibu saya bercat hijau. Termasuk gorden, taplak meja, serbet makan dll. Dari saya kecil, warna hijau apapun di dalam rumah ibu saya seolah telah menghipnotis saya sehingga sayapun ikut senang dengan warna tersebut. Sampai berumah tangga, warna hijau masih melekat di dalam benak saya.
Walaupun hijau ini warna favorit saya, tetapi dalam urusan fashion saya menjauhi warna ini. Saya lebih cocok memakai warna-warna netral seperti abu-abu tua, coklat tua dan biru Dongker. Nuansa hitam putih juga kesukaan saya saat mengenakan busana. Jadilah hijau hanya sebatas warna yang saya rasa cocok untuk rumah saja. Karena ibu sayapun juga demikian. Beliau kurang suka mengenakan busana yang berwarna hijau. Kebetulan kita berdua sama kompaknya dalam memilih warna hijau tidak untuk warna busana yang kita kenakan.
Di rumah saya yang tidak terlalu besar, gorden pun bernuansa hijau. Tutup magic com, aqua galon dan kulkas rencananya juga akan saya seragamkan dengan warna berkesan adem itu. Tetapi karena saya masih belum sempat menjahitnya, kain yang sudah saya beli masih tersimpan rapi di dalam lemari. Rencananya, saya seragamkan juga dengan taplak meja makan seperti gambar yang sering saya lihat di Instagram. Karena di ruangan dapur, tembok dan keramiknya warna hijau, menjadi serasi nantinya jika dipandang.
Saat cuaca terik, bahkan saya merasa adem dan nyaman saat berada di dalam rumah. Itulah kelebihan warna hijau. Cocok sekali dipakai di daerah tropis seperti di Bangkalan Madura Jatim. Kalau untuk warna pintu, mebel-mebel (almari pakaian, meja rias, dipan tempat tidur) dan meja kursi semua dari kayu jati sehingga berwarna coklat tua. Jadi meskipun menggemari warna hijau, tidak setiap sudut rumah diberi warna hijau. Rumah saya sekarang, warna catnya perpaduan antara hijau dan coklat tua. Biar tidak terkesan monoton. Tetapi untuk keranjang pakaian, gayung mandi, serbet makan, masih setia dengan warna hijau. Kadang urusan sabun colek, sabun cair dan sabun mandi pun, warna hijau masih menjadi pilihan utama. Jika tidak ada pilihan barulah beralih ke warna lain yang serasi dengan warna hijau seperti kuning.
Warna hijau sepertinya sudah mendominasi dalam kehidupan saya. Sempat terpikir juga akan merubah warna kompor gas dan wastafel dengan warna hijau. Semua itu terinspirasi ketika saya melihat IG ibu-bu yang super rajin dalam mendekor rumahnya sehingga rumahnya menjadi cantik dan keren. Tetapi sampai sekarang, keinginan tersebut belum terwujud. Keramik kamar mandi, saya pilih warna hijau tosca. Pun demikian dengan lantai rumah, keramiknya warna nya hijau muda. Hanya teras saja yang berwarna tua tetapi masih ada sedikit sentuhan warna hijaunya.
Halaman rumah saya berlantai pavling, jadi saya menanam tanaman koleksi saya di dalam pot. Tetapi meskipun di pot, tidak mengurangi keasrian rumah saya. Rumah saya tetap terlihat asri. Jenis tanaman seperti sirih-sirihan, lidah buaya, kemuning dan sukulen ada di teras rumah. Dahulu saya menyukai bunga mawar dan menanam warna pink dan kuning. Tetapi tanaman ini harus disiram setiap hari. Dan saya kurang telaten menyiramnya. Akhirnya Tamanan mawar saya mati. Sedih sekali kalau mengingat peristiwa itu. Padahal jika sedang berbunga banyak, saya sering memandanginya saat pagi dan siang karena memang bunga ini sangat indah sekali. Suatu saat nanti, saya ingin menanamnya lagi dan tidak menyia-nyiakannya.
Sekian cerita dari saya.
hai Kak Penggemar warna Hijau. hehe.
BalasHapusSalam kenal dari pemuda penyuka warna hijau juga, tapi karena hanya sekedar suka, jadi tidak dijadikan ke dekorasi, peratalan ala-ala hijau.
tapi aku tetep suka Hijau, beneran ngademin.
Hehe..terima kasih
HapusHijau memukau, mata terpejam, wahai pujaan hati beri aku setangkai mawar tapi bukan yang warna hijau hihi.. Lanjut ka, warna hijaunya nanti menjadi cover buku perdana nya ya, aamiin
BalasHapusAamiin
HapusSeger memang kalau warna hijau itu. Berasa di alam
BalasHapusNgademin hati juga
HapusWah pecinta hijau, jadibinget temen yg suka warna hijau tapi gak sampe buat warna rumah si...
BalasHapusAku setujuh kalo warna hijau tu adem2 gtu..
Wow, salam ke teman yg suka warna hijau ya😁
HapusWah bisa menjahit ya.... 😍. Ajarin saya dong... #eh galfok 🙈
BalasHapusAyuk belajar bareng, aku jg masih belajar
HapusRajin banget ya kak... Semangat go green
BalasHapusWah, benar beberapa orang menyenangi sebuah warna belum tentang suka memakai pakaian warna tersebut. Saya juga begitu
BalasHapusTos kalau begitu
HapusWarna hijau itu adem loh, saya juga suka
BalasHapusSama dong hehe..
HapusHijau memang adem tapi aku lebih suka sama warna merah
BalasHapusMerah artinya berani, sip
Hapussi mba hijau lover
BalasHapus😍🤩
HapusLuuvv juga ijo-ijooo
BalasHapusGreen building tidak mesti green literally, tapi ga ada salahnya juga kan kalo mau green. hehe. sip, Nice one.
BalasHapusNext mungkin bisa eksporasi dengan variasi warna putih atau hijau pastel.
.
.
.
Arsilogi.id
cantik rumahnya kak, pengen berkunjung jadinya
BalasHapusHijau itu menyegarkan, hijau juga punya banyak warna
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusWah, warna hijau memang cantik kk, apa lagi kalau perabotan serba hijau, satu warna lucu kali yaa😃
BalasHapusSalam kenal Mbak dari penyuka warna ungu.
BalasHapus