Jumat, 13 September 2019

“MENJAHIT I’M in LOVE”

NAMA PROYEK SAYA :
MUKENA COUPLE IBU & ANAK, DASTER COUPLE IBU & ANAK, BAJU MUSLIM ANAK PEREMPUAN dan KEMEJA PRIA.

ALASAN MENGGAGAS PROYEK DAN PERJALANAN PROYEK :
Pertimbangan bakat yang berpassion dan minat saya di bidang menjahit menjadi alasan saya untuk menggagas proyek tersebut. Mukena adalah busana perlengkapan shalat untuk perempuan muslim. Mukena dipandang sebagai nilai fashion yang tinggi. Sengaja saya membuat mukena  kembaran dengan putri saya, supaya ia semakin rajin sholat. Daster adalah pakaian santai, yang terasa nyaman dan enak dipakai saat di rumah. Bahannya adem dari kain katun sehingga mudah menyerap keringat. Praktis, mudah dicuci dan cepat kering.
Baju muslim anak perempuan saya buat untuk dipakai putri saya kalau mengaji dan jika ada kegiatan Pondok Ramadhan. Disamping itu, saya ingin membiasakan diri memakaikan baju muslimah kepada putri saya yang sudah beranjak akil baligh agar ia terbiasa memakai pakaian yang sesuai syariat islam dan mau memakai jilbab sebagai kewajibannya sebagai seorang muslimah yang sudah mencapai usia baligh. Kemeja pria saya buat untuk suami. Keuntungan menjahit kemeja sendiri adalah bebas memilih model sesuai selera, ukuran baju bisa disesuaikan dengan badan agar pas dan nyaman, serta menghemat biaya.
      Berbagai persiapan sehubungan dengan proyek, saya lakukan dengan kesungguhan. Keseruannya pada saat hunting kain katun. Banyak sekali motif kain katun yang unyu-unyu. Semakin asyik saja berjibaku memadupadankan warna agar nampak serasi. Saya memilih warna kain yang cerah dan segar. Keseruan lain adalah saat memilih aksesoris tambahan untuk proyek saya agar tampilannya cantik dan menarik. Saya ingin proyek yang saya buat berkualitas baik, inovatif dan kreatif.
            Dalam melaksanakan proyek ini ada suka dukanya. Sukanya karena saya bisa mempraktekkan kemampuan saya dalam bidang menjahit. Dengan banyak berlatih, menjadikan saya semakin terampil dan mahir sebagai pembuat pakaian profesional. Kadang saya menemukan jahitan saya kurang rapi, miring atau nggak lurus. Sehingga saya harus mendedel jahitan. Permasalahan pada mesin jahit juga saya alami seperti jarum patah, benang putus,  jahitan nggak jalan, dll. Hasil jahitan yang selalu loncat atau tidak rapi terkadang terasa sangat menjengkelkan. Buat saya yang masih pemula belajar menjahit, butuh kesabaran dan ketelatenan agar bisa menjahit dengan jahitan yang rapi.
            Tantangan selama proyek adalah saat memilih model. Saya memilih model yang simpel dan sesuai dengan kemampuan yang saya miliki. Saya belajar untuk selalu mengukur dan mengasah kemampuan saya dalam hal teknik menjahit. Membuat pola itu ada hitungan matematika dan harus teliti mengukurnya. Saat melakukan pengukuran badan, seperti ukuran badan atas dan ukuran badan bawah,  harus pas saat mengukurnya. Ukuran yang tepat akan menentukan hasil jadi pakaian. Tidak kebesaran atau kekecilan. Kuncinya agar terampil dan mahir adalah : “LATIHAN & PENGALAMAN”.
Hikmah yang dapat diambil saat mengerjakan proyek adalah menjahit memberikan ruang berkreasi dan mengasah kreatifitas. Saya bisa berlatih dan mempraktekkan ilmu yang saya pelajari sehingga bisa bermanfaat. Keahlian menjahit adalah skill yang membutuhkan waktu dan kesabaran untuk dapat memberikan hasil yang maksimal. Untuk menjadi seorang penjahit profesional yang memiliki karya-karya luar biasa, butuh jam terbang yang lama dan butuh waktu bertahun-tahun.
            Rencana setelah proyek saya selesai adalah berlatih dengan berkreasi dan belajar Fashion Design. Menciptakan banyak hasil karya seperti membuat baju gamis modern, seprei, sarung bantal, gorden, tas dll. Selain menyalurkan hobi, menjahit juga bisa jadi modal untuk mempunyai usaha sampingan sehingga membantu perekonomian keluarga sekaligus menjadikan saya wanita yang mandiri.
Alhamdulillah, rasa syukur saya panjatkan kepada Allah SWT atas nikmat karunia-Nya sehingga  saya bisa menyelesaikan proyek saya ini dengan lancar. Terima kasih saya ucapkan kepada Ruang Berkarya Ibu yang memberikan ruang berkreasi sesuai bakat diri. Terima kasih buat suami saya M. Ali Syakur dan Putri saya Almira Sahda C.F. atas dukungan dan supportnya selama ini. Rasanya senang bisa membuat mukena dan baju untuk keluarga tercinta dengan buatan tangan saya sendiri. Tips buat saya :  Terus Semangat dan Jangan Mudah Menyerah !      

Tidak ada komentar:

Posting Komentar