Setiap manusia di dunia ini pasti mempunyai masalah. Tidak ada manusia di dunia ini yang lepas dari masalah. Hidup ini adalah perjuangan dan perjalanan untuk menjadi manusia yang bermanfaat buat sesama. Ada kalanya di tengah perjalanan tersebut, manusia dihadapkan pada masalah. Masalah tersebut kadang bisa membuat kita stres dan jiwa menjadi tertekan. Di kelas Gemari Madya, materi Menata Stres diberikan pada akhir atau penutup.
Jika sudah tertimpa masalah dan menimbulkan stres, saya harus lebih responsif terhadap stres. Sebagai ibu rumah tangga dengan berjibun pekerjaan domestik yang seolah tidak ada habisnya, kadang membuat saya stres jika tidak pintar-pintar mengatur strategi. Banyak faktor yang menyebabkan stres. Misalnya rumah yang masih belum rapi, tugas rumah tangga yang keteteran, rumah yang masih berantakan, anak yang tidak mematuhi aturan keluarga, anak yang tidak mau belajar, anak yang banyak bermain dengan gawainya sehingga melupakan ibadahnya, perbedaan pendapat dengan suami juga sering menjadi faktor penyebab stres datang menghantui diri saya. Iman saya yang kadang naik turun bisa juga mengakibatkan saya menjadi stres.
Sebisa mungkin selama masih bisa saya atasi, pasti saya akan mencari solusi dari setiap permasalahan yang melanda. Jika saya sudah tidak mampu, biasahya saya curhat ke ibu saya. Buat saya, ibu saya adalah tempat curhat yang tepat dan nasihatnya bisa membebaskan saya dari stres. Stres adalah ketegangan jiwa. Kadangkala saya kesulitan mengatasi stres yang saya alami. Penyebabnya karena solusi untuk mengatasi stres yang saya hasilkan dari pola pikir saya yang bisa jadi tidak tepat dalam menghadapi setiap tantangan kehidupan yang saya hadapi setiap harinya.
Cara pertama jika saya mengalami stres adalah dengan cara menenangkan diri. Mencari tempat yang nyaman untuk relaksasi seperti berdzikir dan berdoa kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala, Berdiam diri, merenung dan bermuhasabah diri itulah cara yang terbaik yang saya lakukan untuk meredakan stres yang saya alami. Saya merasa dengan melakukan cara diatas, hati dan jiwa saya bisa menjadi tenang kembali. Sebagai umat muslim, cara lain yang saya lakukan jika saya stres adalah lebih khusyuk dalam shalat, banyak berdoa, membaca Al'Quran sebagai penyejuk hati, mendatangi kajian islam dan bersikap sabar. Itu kunci utamanya. Sebagai manusia biasa, saya ini tiada daya di hadapan sang Pengasih.
Selain berzikir cara saya menghilangkan stress dengan berolahraga, bermain dengan anak, menulis dll.
BalasHapusSalam kenal mbak dari grup kairo, yuk mampir ke blog saya
π
Ada juga yang mengatakan bahwa makan coklat bisa menenangkan.Hehe betul ngak ya kak?
BalasHapus#sule
Tidak ada masalah yang sulit tergantung cara kita menghadapinya...
BalasHapusini hampir mirip dengan apa yang sayta alami....
BalasHapusSetuju...dengan kembali mengingat Allah hati akan tenang.
BalasHapusSetuju...dengan kembali mengingat Allah hati akan tenang. :')
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusStress kadang tak bisa kita hindari, tapi itu bisa kita atasi dengan selalu berfikir positif dan tentunya mengingat Allah, karena dengan mengingat Allah hati menjadi tenangπ
BalasHapusSetiap kesulitan bersamanya ada kemudahan. Jadi tidak perlu cemas π
BalasHapusCerita sama ibu... Kita sama Mba π
BalasHapusSetiap kesulitan disertai kemudahan, memang sudah sepaket. Masyaallah.
BalasHapusDan masing-masing dari kita telah Allah bekali fitur untuk release dari berbagai macam kondisi tersebut. Jadi, akan muncul berbagai macam cara dan langkah untuk mencapai kondisi "waras" pada diri masing-masing.
Nice post Mbak. Terimakasih sudah berbagi... π
Subhanallah banget si mba ngatasin stresnya, Aku kalo lagi stress mah banyak makan hehhe
BalasHapusKeren kak,
BalasHapusBtw cuma 4 paragraf kah?
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusMaaf saltik. π€
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusTapi tetap ya bagi kaum Hawa yang mempunyai simpanan 20.000 kata per hari harus dikeluarkan juga biar plong ya, Mbak. π€ Dan ibu salah satu tempat ternyaman untuk berbagi rasa. Dan suami biasanya menjadi tempat terleluasa untuk meluapkan segala penat ya...π Nice artikel, mbak. π₯°
BalasHapus