Minggu, 03 November 2019

Mengenal Paguyuban Sekolah

Mengenal Paguyuban Sekolah

Sebagai walimurid di zaman sekarang dituntut untuk selalu mengakses informasi terkini yang ada di sekolah putri saya, Almira. Melalui grup whatsapp khusus walimurid, segala pengumuman terkait kegiatan belajar mengajar dibagikan di grup tersebut. Kalau tidak mempunyai gawai, bisa dipastikan kita tidak bisa mengikuti perkembangan. 

Sebagai pengurus paguyuban di kelasnya Almira, saya tidak bisa santai seperti sebelumnya. Disitu saya berperan sebagai bendahara II, yang bertugas membantu bendahara I untuk mengelola keuangan paguyuban. Tetapi kegiatan tidak terpentok hanya pada utusan keuangan saja. 

Banyak tugas pengurus paguyuban yang boleh dikata seperti harus siap kapanpun jika sekolah memerlukan bantuannya. Saya pribadi, sangat legowo jika harus bergerak cepat sebagai pengurus. Pengurus paguyuban terdiri dari ketua, wakil, sekretaris 1 &2, serta bendahara 1&2. Semua jabatan mempunyai tugas masing-masing. Pun demikian jika ada salah satu pengurus yang sibuk dengan pekerjaannya di kantor, maka bagian pengurus yang lain harus siap menghandle tugas dari paguyuban.

Dua bulan ini, di sekolahnya Almira putri saya, ada kegiatan lomba kebersihan sekolah yang mengacu kepada sekolah ramah anak. Ada juga lomba kebersihan antar kelas. Sistem penilaiannya tidak hanya tidak hanya pada kelas yang bersih saja. Banyak faktor lain yang menyertainya diantaranya kekompakan antara paguyuban dan wali kelasnya, kreatifitas siswa di dalam kelas serta alat-alat penunjang belajar di kelas pun juga masuk dalam daftar penilaian. 

Pengurus paguyuban saling bahu-membahu bekerja sama sebagai satu team untuk mempersiapkan lomba tersebut. Apa saja keperluan di dalam kelas yang masih kurang, dirapatkan atau didiskusikan pada saat pertemuan khusus pengurus paguyuban. Jika dirasa perlu barulah diskusi dilanjutkan di grup whatsapp secara online. Walimurid yang lain bisa menyumbang ide dan saran-saran sehubungan dengan persiapan lomba. Kebetulan, di kelasnya Almira, taplak meja nya kelas, sudah mulai kusam dan lusuh. Sayapun berinisiatif untuk menggantinya dengan menjahit sendiri. Kursi yang biasa diduduki bapak/ibu guru saya buatkan bantalannya supaya terasa nyaman saat duduk. 

Buat saya, tergabung dalam pengurus paguyuban adalah ajang ataupun wadah untuk belajar berorganisasi, bergaul dan bersosialisasi dengan berbagai bentuk karakter manusia. Kunci supaya tetap kompak adalah saling mengalah, mengurangi ego, tetap rendah hati dan saling membantu antar sesama anggota. Dengan begitu, Insya Allah paguyuban sekolah akan guyub rukun.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar